Comscore Tracker

Mandy Marahimin: Kita Membutuhkan Pembuat Film Perempuan Lebih Banyak

Film dokumenter terbarunya berjudul "SEMES7A"

Telah belasan tahun berlalu sejak Mandy Marahimin mengawali karier di dunia sinema tanah air. Dalam perbincangan bersama IDN Times, perempuan yang berprofesi sebagai produser film fiksi dan dokumenter ini, membagikan pengalamannya sebagai pekerja seni.

Simak artikel berikut untuk tahu seperti apa perjalanan karier serta pandangan Mandy tentang masalah yang ada di industri film lokal, khususnya pada perempuan.

1. Selama pandemik, Mandy tetap aktif menjalani perannya sebagai sineas dalam kegiatan workshop daring

Mandy Marahimin: Kita Membutuhkan Pembuat Film Perempuan Lebih Banyakinstagram.com/somemandy

Pandemik COVID-19 secara tak langsung memengaruhi banyak sektor ekonomi, termasuk dunia film. Mandy yang sehari-harinya masih sibuk bekerja sebagai Interim Director di In-Docs, mengaku punya beberapa rencana yang tertunda pada tahun ini.

"Beberapa syuting yang saya rencanakan diadakan tahun ini, harus mundur tahun depan. Untungnya, In-Docs menerapkan WFH selama pandemik," tuturnya.

Meski online meeting dirasakannya lebih menguras tenaga dibanding pertemuan tatap muka, Mandy tetap bertahan dengan aktivitasnya. Pun selain sibuk mengurusi rumah produksi film dokumenter miliknya, ia juga aktif dalam kegiatan workshop.

Salah satunya adalah workshop "Indonesia Documenter Stories" yang bekerja sama dengan British Council dan Scottish Documentary Institute. Loka karya ini dilakukan selama 3 bulan dengan 12 orang peserta yang berasal dari beragam latar belakang dan budaya di Indonesia.

Menurut Mandy, kegiatan workshop tersebut telah dirancang agar dapat diraih oleh setiap kalangan, termasuk kaum penyandang disablitas. "Workshop ini dilakukan full inclusive. Jadi, kami menyediakan penerjemah bahasa isyarat dan penerjemah bahasa Inggris, sehingga semua orang bisa mengikuti acaranya," pungkasnya.

Mandy berharap loka karya tersebut bisa mencetak generasi baru pembuat film dokumenter di Indonesia yang berkualitas.

2. Sudah memiliki passion pada dunia seni sejak kecil

Mandy Marahimin: Kita Membutuhkan Pembuat Film Perempuan Lebih Banyakinstagram.com/somemandy

"Passion saya di dunia seni itu dimulai dari kecil. Dulu, saya hobi baca buku dan nonton film. Kemudian ketika SMP, orangtua saya mulai mengajak saya nonton teater," ujar Mandy.

Saat masih berstatus mahasiswa, putri dari sastrawan Ismail Marahimin ini semakin jatuh cinta pada dunia film. Dirinya aktif menyelenggarakan diskusi serta pemutaran film. Selain itu, ia juga pernah membuat workshop film pendek untuk para pelajar SMP dan SMA

Ia menuturkan, "Saya pernah ikut membantu teman saya produksi film pendeknya. Tapi, saya lebih aktif membuat pemutaran film dan diskusi film".

Dari kegiatan tersebut, Mandy berkenalan dengan sineas yang tengah naik daun saat itu. Salah satunya adalah Mira Lesmana yang akhirnya mengajak Mandy bergabung pada timnya pada tahun 2000.

Setelah itu, Mandy menjabat sebagai festival publicist untuk film "Petualangan Sherina" dan publicist untuk film "Ada Apa Dengan Cinta". "Setelah itu, saya pindah menjadi production cordinator, line producer, sampai akhirnya jadi produser," tutur Mandy.

3. Telah memproduksi film fiksi dan dokumenter, ini perbedaan paling nyata dari kedua jenis film tersebut menurut Mandy

Mandy Marahimin: Kita Membutuhkan Pembuat Film Perempuan Lebih Banyakinstagram.com/somemandy

Dalam filmografinya, kita bisa melihat kalau Mandy pernah berkontribusi dalam pembuatan film fiksi dan dokumenter. Ketika ditanya apa perbedaan paling nyata dari kedua jenis film tersebut, ia menjawab dengan lugas bahwa perbedaannya ada pada cara kerja dan prosesnya.

"Dalam proses film fiksi itu semua jadwal terukur. Dari mulai penulisan skenario, pre-production, syuting, hingga editing. Tapi, film dokumenter itu sifatnya lebih cair," ujarnya.

Menurutnya, film dokumenter membutuhkan riset yang mendalam. Karena cerita akan terus berkembang sepanjang pembuatan film, maka perubahan naskah dan plot cerita di tengah-tengah proses produksi sangat mungkin terjadi.

"Begitu syutingnya lebih panjang, footage-nya kan makin banyak. Maka masa editing pun bertambah panjang lagi. Saat editing, baru deh film itu dijahit dan baru kita mencari ceritanya sebenarnya apa dari film tersebut," pungkas perempuan lulusan Fisip UI ini.

Hal itu juga dibuktikan dalam proses pembuatan karya film dokumenter Mandy yang berjudul "SEMES7A". Film tersebut sempat tayang di bioskop pada Januari 2020 dan sudah bisa ditonton di Netflix sejak tanggal 17 Agustus 2020.

Ia menceritakan kisah unik saat syuting "SEMES7A" di Flores. "Tadinya, kita mau memfilmkan tentang pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang mereka miliki. Tapi 2 minggu sebelum syuting, dikabarkan kalau alat itu rusak," ujarnya sambil terkekeh pelan. Untuk menyiasatinya, timnya pun mengubah alur cerita menjadi bagaimana masyarakat Flores memperbaiki alat tersebut bersama-sama.

Baca Juga: Profil Karina Nadila Serta Opininya tentang Industri Fashion Lokal

4. Menurut Mandy, meski sudah berkembang, tapi situasi dunia film tanah air masih belum bisa dikatakan ideal bagi pekerja film perempuan

Mandy Marahimin: Kita Membutuhkan Pembuat Film Perempuan Lebih Banyakinstagram.com/somemandy

Mandy juga sempat membagikan keresahannnya tentang dunia film tanah air. Menurutnya, meski peran para sineas perempuan sudah menguat, tapi masih belum mencapai posisi yang ideal.

"Bagaimanapun, kita membutuhkan pembuat film perempuan lebih banyak, karena kita bicara tentang perspektif," ujarnya. Bagi Mandy, film yang merupakan cerminan masyarakat, harus dapat menggambarkan keseimbangan peran bagi laki-laki dan perempuan.

Selain itu, ia juga sangat concern terhadap isu pelecehan seksual yang rentan terjadi pada industri film lokal. Ia mengatakan, "Bahkan sekarang, kalau tanda tangan kontrak itu, ada pasal khusus mengenai pelecehan seksual. Bahwa kalau ditemukan ada pelaku pelecehan seksual, dia bisa langsung dipecat dan semua fee dibatalkan."

Mandy juga menyoroti maraknya kampanye tentang isu pelecehan seksual di komunitas film yang masih diperjuangkan hingga saat ini. Meski begitu, ia juga menuturkan bahwa banyaknya produser film perempuan juga menjadi salah satu keuntungan yang ada.

"Sehingga ini menjadi concern kita semua, supaya kita menjadi lebih protektif terhadap keamanan dan kenyamanan kerja bagi semua orang. Dan kita berusaha agar lingkungan kerja kita sangat adil dan sangat aman untuk semuanya," tambahnya.

5. "Perempuan hebat bagi saya adalah perempuan yang berani menjalani hidup seperti yang dia inginkan," tutur Mandy

Mandy Marahimin: Kita Membutuhkan Pembuat Film Perempuan Lebih Banyakinstagram.com/somemandy

Selama berkarier di industri film tanah air, Mandy mengaku mendapat dukungan positif dari keluarga dan orang terdekatnya. Hal ini menjadi salah satu pendorongnya untuk terus berkarya karena gak ada hambatan yang dirasakannya dari sisi personal.

Bagi Mandy, support system merupakan salah satu peranan penting bagi proses pencapaian mimpi seseorang. Oleh karena itu, ia juga berpesan kepada para perempuan millenials untuk saling memberikan dukungan kepada sesama perempuan.

"Perempuan hebat bagi saya adalah perempuan yang berani menjalani hidup seperti yang dia inginkan." ujar anak kelima dari enam bersaudara ini.

Ia juga mengatakan, "Ini menjadi peran kita semua untuk membantu sesama perempuan agar mereka berani dan mendapatkan support system seperti yang saya dapatkan. Support system agar mereka bisa menjadi dirinya sendiri, menjalani hidup sesuai keputusan mereka sendiri."

Menurut Mandy, keberanian untuk bermimpi dalam hidup, bisa membuat seseorang jadi pribadi yang kuat dan gak mudah terpuruk. "Kalau kita punya misi itu, di titik terendah, kita pasti bisa bangkit lagi," pungkasnya sambil tersenyum simpul.

Itu dia rangkuman wawancara khusus IDN Times bersama Mandy Marahimin. Semangat buat kamu yang lagi mengejar mimpi di dunia film! Semoga bisa cepat meraih impian seperti Mandy ya!

Baca Juga: Kisah Menarik Yacko, Rapper Perempuan yang Merangkap Akademisi

Topic:

  • Tyas Hanina
  • Febriyanti Revitasari

Berita Terkini Lainnya