Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

35 Ungkapan Bahasa Jawa Berawalan Huruf B yang Masuk KBBI, Filosofis!

4 min read
35 Ungkapan Bahasa Jawa Berawalan Huruf B yang Masuk KBBI, Filosofis!
ilustrasi berdiskusi (pexels.com/cottonbro studio)

Setelah mengulas huruf A, waktunya kita berlanjut ke huruf B. Peribahasa berawalan huruf B ini didominasi oleh peribahasa yang menggambarkan sifat dan watak seseorang. Kehadiran istilah-istilah unik ini membuktikan betapa tajamnya pengamatan masyarakat Jawa terhadap perilaku manusia.

Ada kiasan sindiran halus untuk orang yang suka berpura-pura sibuk hingga pesan moral tentang sebab akibat kebaikan maupun kejahatan. Memahami makna harfiah dan pesan tersirat di balik peribahasa ini tentu dapat memberikan pedoman yang relevan dengan kehidupan modern saat ini. Penasaran apa saja peribahasanya? Yuk, langsung saja simak 35 peribahasa bahasa Jawa berawalan huruf B yang masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keenam (KBBI VI) berikut ini!


  1. 1. Peribahasa tentang karakter manusia dan kebijaksanaan hidup

    ilustrasi berdiskusi
    ilustrasi berdiskusi (pexels.com/SHVETS production)

    1. bebisik nguwuh-uwuh
    ingin berahasia, tetapi tingkah lakunya tidak mendukung sehingga ketahuan rahasianya, makna harfiahnya 'berbisik teriak-teriak'

    2. becik ketitik ala ketara
    yang baik akan ketahuan dan yang jelek akan tampak

    3. beda-beda pandumaning dumadi

    Tuhan Yang Maha Adil memberikan anugerah yang adil kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya

    4. begja kemayangan
    untung yang berlipat-lipat; sangat beruntung, makna harfiahnya 'untung berlebihan'

    5. beguguk ngutha waton
    orang yang sering membangkang perintah

    6. belo melu seton
    orang hanya ikut-ikutan saja tanpa tahu maksud dan tujuannya

    7. ber budi bawa leksana
    teguh hati, apa yang dikatakannya selalu dilaksanakan atau ditepati, makna harfiahnya 'melimpah budi menepati kata-katanya'

    8. beras wutah arang bali menyang takere
    barang yang telah rusak tidak dapat kembali lagi seperti aslinya

    9. bisa njara langit
    orang yang sangat pandai sehingga dapat mengerjakan tugas sesulit apa pun

    10. blang kedhiblang ora kongang
    banyak orang yang tampaknya sibuk sampai tak punya waktu tetapi ternyata tak ada hasil yang didapat

    11. baladewa ilang gapite
    tidak mempunyai kekuasaan atau kekuatan lagi, makna harfiahnya 'Baladewa hilang penjepitnya'

    12. banyu dinaring
    orang yang bertindak sangat hati-hati, makna harfiahnya 'air disaring'

  2. 2. Peribahasa tentang kualitas diri dan pengalaman hidup

    ilustrasi berbincang
    ilustrasi berbincang (pexels.com/Ivan S)

    13. budi pari murti
    sangat baik budinya, makna harfiahnya 'budi ratu badan'

    14. bumi pinendhem
    rendah hati, makna harfiahnya 'bumi dipendam'

    15. bangkekane nawon kemit

    pinggangnya kecil dan ramping seperti tawon kemit, ungkapan untuk menyatakan bentuk pinggang yang bagus

    16. bebek diwuruki nglangi
    orang pandai dan biasa melakukan suatu pekerjaan masih diajari lagi, makna harfiahnya 'itik diajari berenang'

    17. bathok bolu isi madu
    orang yang rendah derajatnya, tetapi mempunyai kelebihan yang tidak terduga, makna harfiahnya 'tempurung berisi madu'

    18. bungahe kaya nunggang jaran ebeg-ebegan
    senang sekali sampai melompat-lompat, makna harfiahnya 'senangnya seperti naik kuda berpelana dan berhias'

    19. bocah kurang janganan
    orang yang belum berpengalaman; orang yang pengalamannya belum seberapa

    20. bocah wingi sore
    belum berpengalaman, makna harfiahnya 'anak kemarin sore'

    21. bokong kukusan
    tidak dapat duduk dengan tenang; tidak dapat duduk berlama-lama, selalu pergi kian kemari, makna harfiahnya 'pantat kukusan'

    22. bapa kesolah anak molah
    jika orang tua sedang mengalami kesulitan, anak juga ikut merasakan akibatnya

    23. bebek mungsuh meliwis
    orang yang sama pandai saling bermusuhan, makna harfiahnya 'itik melawan belibis'

  3. 3. Peribahasa tentang asmara dan realitas hidup

    ilustrasi pasangan
    ilustrasi pasangan (pexels.com/Chermiti Mohamed)

    24. bramara amrih sari
    laki-laki yang menginginkan wanita untuk diperistri, makna harfiahnya 'kumbang menginginkan bunga'

    25. bramara mangun lingga
    laki-laki yang berlagak di depan perempuan untuk mencari perhatian, makna harfiahnya 'kumbang membangun tugu'

    26. borok ilang rasane
    orang yang hidupnya sengsara, lama-kelamaan karena sudah terbiasa tidak terasa lagi kesengsaraannya, makna harfiahnya 'kudis hilang rasanya'

    27. balung tanpa isi
    bertengkar disebabkan hal yang kecil (tidak berarti)

    28. brekithi angkara madu
    meninggal atau celaka karena ambisi untuk memiliki harta yang banyak, makna harfiahnya 'semut bernafsu terhadap madu'

    29. bubuk oleh leng
    mempunyai niat buruk atau jahat dan memperoleh kesempatan untuk melaksanakannya, makna harfiahnya 'bubuk memperoleh liang'

    30. budhung mumuk
    tidak mau memikirkan urusan orang lain, yang dipikirkan hanya makan dan tidur, makna harfiahnya 'tuli dungu'

    31. buntel kadut ora nginang ora udut
    tidak punya apa-apa; miskin sekali, makna harfiahnya 'bungkus karung tidak makan sirih, tidak merokok'

    32. buntut manut sirahe
    bawahan harus selalu mengikuti atasan; anak buah mengikuti majikannya; rakyat mengikuti pemimpinnya; anak mengikuti (mencontoh) orang tuanya

    33. buru kijang lumayu
    mengejar rezeki yang belum tentu dapat diraih

    34. banyu pinarang
    persaudaraan tidak akan terputus meskipun kadang-kadang ada perselisihan, makna harfiahnya 'air diparang'

    35. banyu pinerang
    pertengkaran antarsaudara akan kembali berdamai, seperti air terbelah yang menyatu kembali


    Ternyata peribahasa bahasa Jawa tidak hanya menggambarkan sifat dan watak manusia, tetapi juga bisa menerjemahkan berbagai kondisi kehidupan. Berbagai kiasan luhur berawalan huruf B tadi menjadi bukti betapa kaya dan bijaknya wawasan kehidupan yang diwariskan oleh para leluhur. Dari 35 daftar peribahasa di atas, mana yang paling relevan dengan kondisi atau pengalaman pribadimu saat ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More