ilustrasi pasangan (pexels.com/Chermiti Mohamed)
24. bramara amrih sari
laki-laki yang menginginkan wanita untuk diperistri, makna harfiahnya 'kumbang menginginkan bunga'
25. bramara mangun lingga
laki-laki yang berlagak di depan perempuan untuk mencari perhatian, makna harfiahnya 'kumbang membangun tugu'
26. borok ilang rasane
orang yang hidupnya sengsara, lama-kelamaan karena sudah terbiasa tidak terasa lagi kesengsaraannya, makna harfiahnya 'kudis hilang rasanya'
27. balung tanpa isi
bertengkar disebabkan hal yang kecil (tidak berarti)
28. brekithi angkara madu
meninggal atau celaka karena ambisi untuk memiliki harta yang banyak, makna harfiahnya 'semut bernafsu terhadap madu'
29. bubuk oleh leng
mempunyai niat buruk atau jahat dan memperoleh kesempatan untuk melaksanakannya, makna harfiahnya 'bubuk memperoleh liang'
30. budhung mumuk
tidak mau memikirkan urusan orang lain, yang dipikirkan hanya makan dan tidur, makna harfiahnya 'tuli dungu'
31. buntel kadut ora nginang ora udut
tidak punya apa-apa; miskin sekali, makna harfiahnya 'bungkus karung tidak makan sirih, tidak merokok'
32. buntut manut sirahe
bawahan harus selalu mengikuti atasan; anak buah mengikuti majikannya; rakyat mengikuti pemimpinnya; anak mengikuti (mencontoh) orang tuanya
33. buru kijang lumayu
mengejar rezeki yang belum tentu dapat diraih
34. banyu pinarang
persaudaraan tidak akan terputus meskipun kadang-kadang ada perselisihan, makna harfiahnya 'air diparang'
35. banyu pinerang
pertengkaran antarsaudara akan kembali berdamai, seperti air terbelah yang menyatu kembali
Ternyata peribahasa bahasa Jawa tidak hanya menggambarkan sifat dan watak manusia, tetapi juga bisa menerjemahkan berbagai kondisi kehidupan. Berbagai kiasan luhur berawalan huruf B tadi menjadi bukti betapa kaya dan bijaknya wawasan kehidupan yang diwariskan oleh para leluhur. Dari 35 daftar peribahasa di atas, mana yang paling relevan dengan kondisi atau pengalaman pribadimu saat ini?