Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Berkencan di Usia 30-an, Lebih Santai dan To The Point

5 Fakta Berkencan di Usia 30-an, Lebih Santai dan To The Point
ilustrasi ngobrol (pexels.com/Edmond Dantes)

Berkencan saat berusia remaja, beranjak dewasa, atau bahkan usia matang di rentang 30-an tentu berbeda. Yang mana untuk orang-orang berusia 30-an ke atas, tujuan berkencan sudah berbeda, pun cara menjalani PDKT dan kencannya juga berbeda dari generasi usia di bawahnya. Sehingga penting untuk mempelajari fakta saat berkencan di usia matang ini, baik untuk kamu yang sedang menjalaninya atau justru punya partner yang berusia matang. 

Supaya kamu gak kaget dan lebih bisa enjoy menikmati momen kencan dan pendekatan ala orang dewasa. Rata-rata kencannya orang dewasa itu cenderung santai tapi jelas tujuannya apa, gak ada drama, mau sama-sama effort. Pokoknya kalah mau tahu lebih jelasnya bisa simak lima poin di bawah ini untuk tahu seperti apa fakta berkencan di usia 30-an.

1. Lebih santai menjalani pendekatan karena sudah dewasa

ilustrasi kencan (pexels.com/Katerina Holmes)
ilustrasi kencan (pexels.com/Katerina Holmes)

Fakta yang bakal terasa banget dalam kencan orang dewasa ialah kesannya lebih santai, gak menggebu-gebu dan agresif. Terlepas dari pengalaman kencan yang mungkin sudah banyak di usia 30-an, menjalaninya pun juga penuh kehati-hatian. Makanya gak heran kalau orang-orang dewasa si rentang usia 30-an kalau berkencan justru lebih terlihat seperti bertemu relasi atau nongkrong bareng teman. 

2. Langsung to the point niat dekat untuk ke arah serius

ilustrasi kencan (pexels.com/Gary Barnes)
ilustrasi kencan (pexels.com/Gary Barnes)

Fakta lainnya saat orang usia 30-an berkencan adalah cenderung langsung to the point terhadap niatnya mendekati yaitu untuk ke arah hubungan serius. Bukannya mau buru-buru, tapi ketika sudah berusia matang yang dicari memang partner untuk mau sama-sama serius. Jadi walaupun masih saling pendekatan, setidaknya tahu kalau bersama partner yang punya tujuan yang sama atau tidak sehingga tak buang-buang waktu. 

3. Mencari partner berdasarkan value

ilustrasi pasangan kerja (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi pasangan kerja (pexels.com/Gustavo Fring)

Kalangan usia 30-an rata-rata sudah mencapai jenjang karier yang diinginkan, bisa dibilang karier dan kehidupannya sudah stabil. Sehingga dalam mencari partner kencan pun kebanyakan bakal cari yang value-nya sepadan dan setara. Bukan soal penampilan fisik tampan atau cantik lagi yang diperhatikan, tapi kualitas diri yang baik untuk dijadikan pasanganlah yang diutamakan. 

4. Proses hubungannya sat set dengan effort yang sepantasnya

ilustrasi melamar (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi melamar (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Di usia 30-an pastinya sudah punya keuangan yang baik, sehingga kalau mau effort untuk orang yang disukai jadi bebas dan lebih leluasa. Makanya gak heran kalau faktanya berkencan di usia matang atau punya partner yang usianya matang, effortnya gak main-main. Pokoknya kamu gak bakal dibuat bingung karena effort yang dilakukan saat kencan memang sepantasnya dia beri saat berkencan. 

5. Harus bisa dewasa, baik secara emosional dan juga bersikap

ilustrasi pasangan (pexels.com/Joel Santos)
ilustrasi pasangan (pexels.com/Joel Santos)

Berkencan di usia 30-an berarti harus bisa mengendalikan emosi dan sikap dengan penuh kedewasaan. Karena semakin tua seseorang biasanya semakin malas berurusan dengan drama, maunya hubungan yang tenang dan nyaman saja. Kesannya mungkin membosankan atau kurang menarik, tapi seperti itulah faktanya kencan orang dewasa. Monoton tanpa drama. 

Ada banyak perbedaan ketika berkencan di usia 30-an, pun juga bagi kamu yang partner-nya berusia matang. Hanya bisa membiasakan diri dengan fakta-fakta tadi, karena memang berkencan di usia dewasa merupakan hal yang serius. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
afifah hanim
Editorafifah hanim
Follow Us