Blind loyalty atau loyalitas buta merujuk pada ekspresi kesetiaan seseorang pada orang lain secara membabi buta. Atas nama loyalitas, kamu seperti tidak mampu melihat kebenaran. Kalau dirimu sudah terjebak dalam blind loyalty, kesalahan orang lain bisa dibenarkan olehmu.
Sebaliknya orang yang menjadi lawannya dalam suatu persoalan meski benar pun akan disalahkan. Sikap seperti ini tentu jauh dari objektivitas dan bisa sangat berbahaya. Ketika idolamu melakukan kekerasan seksual misalnya, korban disalahkan habis-habisan.
Kamu menyerang mentalnya, meragukan ceritanya, bahkan menuduhnya dengan hal-hal buruk. Blind loyalty bertambah parah karena sesama penggemar seperti bahu-membahu menyudutkan korban. Kenapa akal sehat dan hati nurani penggemar dapat seakan-akan mati?
