Ilustrasi stres bekerja (unsplash.com/Photo by Borja Verbena)
Salah satu tantangan terbesar bagi pasangan yang sibuk bekerja adalah stres. Tekanan target, konflik di tempat kerja, ketidakpastian karier, hingga kelelahan fisik dapat memengaruhi suasana hati seseorang ketika berada di rumah. Jika tidak dikelola dengan baik, stres yang berasal dari pekerjaan bisa berubah menjadi pertengkaran, sikap mudah tersinggung, atau berkurangnya perhatian terhadap pasangan.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa stres pekerjaan sering menimbulkan efek yang disebut stress spillover, yaitu kondisi ketika tekanan dari satu aspek kehidupan berpindah ke aspek lainnya. Dalam konteks hubungan, seseorang yang sedang mengalami tekanan kerja berat mungkin menjadi kurang sabar, lebih defensif, atau sulit hadir secara emosional.
Mengutip jurnal National Library of Medicine berjudul "One more step in the study of children’s daily stress: The spillover effect as the transfer of tension in family and school environments", spillover effect adalah luapan psikologis akibat stres harian dalam satu konteks dan transfer konsekuensinya ke lingkungan terdekat lainnya. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi efek limpahan dalam konflik di dalam keluarga, sebagai ukuran stres harian yang disimpulkan menurut literatur.
Serupa dengan yang dikatakan kata pendiri Atlas Therapy & Coaching Qi Zhai-McCartney, kepada Channel News Asia, ia menjelaskan bahwa spillover dikarenakan suasana hati atau stres terkait bagaimana hari berjalan. Lalu bisa dilimpahkan ke orang terdekat.
“Suasana hati kita sering kali terkait dengan bagaimana hari kerja berjalan, dan karena itu kita mungkin lebih mudah tersinggung, mati rasa secara emosional, atau kurang sabar ketika kembali ke rumah menemui pasangan kita," kata pendiri Atlas Therapy & Coaching Qi Zhai-McCartney,
Karena itu, penting bagi pasangan untuk mengenali tanda-tanda stres dan mencari cara sehat untuk mengelolanya. Misalnya, seperti berolahraga, beristirahat cukup, melakukan hobi, atau berbicara secara terbuka mengenai beban yang sedang dihadapi.
Kesibukan karier memang dapat menjadi tantangan dalam sebuah hubungan, tetapi bukan berarti hubungan harus dikorbankan demi pekerjaan. Pada akhirnya, hubungan yang sehat tidak ditentukan oleh seberapa banyak waktu yang dimiliki bersama, melainkan oleh bagaimana pasangan memanfaatkan waktu tersebut untuk saling memahami, menghargai, dan bertumbuh bersama menghadapi berbagai tantangan kehidupan.