Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bukan Jarak, 3 Hal Ini Bikin Long Distance Relationship Terasa Jauh
ilustrasi sedih (pexels.com/Liza Summer)

Harus diakui bahwa Long Distance Relationship (LDR) adalah hal yang sangat sulit untuk dijalani karena seseorang tidak dapat bertemu secara langsung dengan pasangannya setiap saat mengingat masing-masing berada di tempat yang saling berjauhan. Oleh sebab itu, bukan hal yang mengherankan bila banyak pasangan yang menjalani LDR tidak mampu bertahan dalam situasi tersebut dan harus rela menyaksikan hubungannya kandas.

Kendati banyak yang menyangka bahwa jarak adalah biang kerok gagalnya hubungan romantis jarak jauh, tetapi sebenarnya hal itu tidaklah seratus persen tepat. Buktinya, masih tetap ada pasangan yang berhasil mempertahankan hubungan meski terpisah jarak fisik yang begitu jauh, seperti beda negara. Perlu kamu ketahui bahwa bukanlah jarak yang bikin LDR gagal, terapi beberapa hal berikut ini.

1. Komunikasi yang tidak berjalan lancar

ilustrasi pasangan sedang video call (pexels.com/Alex Green)

Berada jauh secara fisik dari orang tersayang memang menyakitkan. Seseorang ada di sini, sedangkan pasangannya ada di luar kota atau malah luar negeri. Jadwal ketemuan pun tentu bisa dihitung jari dalam satu tahun. Namun, bila hubungan terasa jauh, sebenarnya bukan karena perkara jarak, tetapi komunikasi yang tidak lancar.

Sebagaimana yang telah diketahui, komunikasi menjadi hal yang sangat krusial di dalam sebuah hubungan romantis jarak jauh. Komunikasi yang intens bukan sekadar pelepas rindu, tetapi merupakan substitusi kehadiran. Jika kualitas komunikasi semakin menurun, maka dapat dipastikan bahwa kestabilan hubungan agar terganggu.

2. Konflik yang tidak segera diselesaikan

ilustrasi seorang pria yang tampak gelisah (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Konflik adalah hal yang wajar, sekalipun dalam suatu hubungan yang sehat. Ketika sedang berselisih paham dengan pasangan, biasanya masing-masing akan mengambil jeda untuk menenangkan diri. Namun, jeda tanpa disertai kepastian waktu adalah siksaan, terlebih bagi pasangan yang menjalani hubungan romantis jarak jauh.

Alih-alih meredam emosi, konflik yang tidak segera diselesaikan hanya akan memperparah kondisi, terlebih bila terjadi dalam sebuah situasi LDR. Masing-masing pihak tidak dapat melihat langsung apa yang sesungguhnya terjadi pada pasangan, seperti benar-benar mengambil jeda demi menenangkan diri atau sekadar menghindari pembicaraan yang sulit. Akibatnya, muncul perasaan tidak nyaman yang membuat seolah begitu jauh secara emosional dengan orang tersayang.

3. Janji yang tidak ditepati

ilustrasi seorang pria yang sedang menangis (pexels.com/Alena Darmel)

Janji adalah utang, sehingga bila sudah mampu berjanji, maka wajib mampu untuk menepati. Kekuatan janji ini rasanya bahkan meningkat beberapa kali lipat dalam situasi LDR. Pasalnya, berhasil memenuhi sebuah janji, sekecil apa pun itu dalam keadaan saling berjauhan secara fisik dengan pasangan dapat menjadi pertanda bahwa hubungan masih sangat layak untuk diperjuangkan.

Ketika janji yang terucap gagal untuk dipenuhi, meski tanpa disengaja, hal itu dapat menyakiti perasaan. Kondisi akan bertambah tidak terkendali tatkala tidak ada permintaan maaf karena telah melanggar kesepakatan. Kalau situasi ini tidak lekas diperbaiki, bukan hal yang mengherankan bila hubungan terasa semakin jauh dan kehilangan makna.

Jarak memang menjadi kendala yang kerap ditakutkan saat menjalani LDR. Namun, ternyata jauh secara fisik bukan masalah besar karena penyebab kacaunya hubungan sering kali adalah jauh secara emosional yang disebabkan oleh beberapa hal dalam artikel. Semoga mereka yang sedang LDR lekas menyadari situasi ini dan bersedia berbenah diri demi menjaga kualitas hubungan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article