Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
⁠Ketika Menjauh Bukan Berarti Ingin Pergi, tapi Ingin Dicari
ilustrasi menjauh (pexels.com/Alena Darmel)
  • Menjauh atau memperlambat komunikasi dapat menjadi cara tidak langsung untuk mencari perhatian dan memastikan kehadiran seseorang tetap berarti.
  • Perubahan sikap sering dilakukan untuk melihat apakah orang lain menyadari, bertanya, dan masih peduli terhadap keberadaan kita.
  • Tanpa komunikasi langsung, sikap saling menjauh bisa berubah menjadi pola tarik-ulur yang memicu kesepian dan membuat hubungan makin renggang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Malam itu, kamu sengaja tidak membalas pesannya. Bukan karena sedang sibuk atau benar-benar ingin mengakhiri percakapan, tetapi karena kamu ingin tahu apakah dia akan mencarimu lebih dulu. Biasanya, kalian bisa bertukar pesan sampai larut malam. Namun kali ini, kamu memilih diam sambil sesekali mengecek layar ponsel. Diam-diam kamu mulai bertanya, “Kok dia gak nyariin, ya?”

Situasi seperti ini mungkin pernah terjadi tanpa kamu sadari. Ada kalanya kamu memilih menjauh bukan karena sudah tidak peduli, melainkan karena ingin melihat apakah dirinya masih memperhatikanmu. Sikapmu bisa bermacam-macam, mulai dari membalas pesan lebih lama, tiba-tiba menjadi lebih dingin, sampai sengaja mengurangi intensitas komunikasi. Di satu sisi ada keinginan untuk diberi ruang, namun di sisi lain ada harapan kecil agar dia menyadari perubahan dan datang mencari.

1. Menjauh bisa jadi cara tidak langsung untuk meminta perhatian

ilustrasi menarik diri dari pasangan (pexels.com/Liza Summer)

Kamu mulai mengurangi chat dengannya. Pesan yang biasanya langsung dibalas kini sengaja kamu biarkan beberapa jam. Ada bagian dari dirimu yang ingin melihat apa yang akan terjadi kalau kamu berhenti mendekat lebih dulu. Malamnya, kamu membuka ponsel berkali-kali untuk melihat apakah ada pesan baru darinya. Nihil. Kamu mencoba meyakinkan diri bahwa sebenarnya kamu memang sedang ingin sendiri, tetapi tetap saja ada sedikit rasa kecewa ketika namanya tidak muncul di layar.

“Orang mencari perhatian karena ingin terhubung dengan orang lain,” ujar Lucie Fielding, licensed mental health counselor associate dari Washington State Department of Health, dikutip dari Refinery29.

Kamu sengaja mengambil jarak hanya untuk melihat apakah orang itu akan dengan cepat menyadarinya. Kamu tidak benar-benar ingin pergi, hanya ingin mendapat bukti bahwa kehadiranmu berarti, bahkan ketika kamu tidak ada lagi di kebiasaannya.

2. Ada rasa ingin tahu, apakah dirinya masih dianggap penting

ilustrasi menunggu notifikasi (pexels.com/cottonbro studio)

Besoknya, kamu kembali bertemu dengannya seperti biasa. Kamu tidak mengatakan sepatah kata apa pun soal sikapmu kemarin. Kamu hanya menunggu satu hal. Apakah dia akan bertanya kenapa kamu terlihat berbeda? Ketika akhirnya dia bertanya, “Kamu kenapa? Kok akhir-akhir ini diem?”, rasanya seperti ada sesuatu yang sedikit lega di dalam diri. Ternyata perubahan kecil yang kamu lakukan masih menjadi perhatiannya.

Kadang yang kamu cari bukanlah perhatian besar, tetapi perasaan bahwa seseorang masih memperhatikan keberadaanmu. Karena itu, kamu bisa saja menjauh sebentar untuk mengetahui apakah dia akan menyadari perubahan tersebut.

3. Menjauh bisa menciptakan pola tarik-ulur dalam hubungan

ilustrasi tarik ulur perasaan (pexels.com/cottonbro)

Awalnya kamu hanya ingin dia mencarimu. Namun, beberapa hari berlalu dan kamu mulai menyadari bahwa dia juga semakin jarang menghubungi. Saat itu kamu pikir, “Mungkin dia memang gak peduli”. Karena merasa tidak dicari, kamu memilih untuk diam. Di sisi lain, dia justru melihat sikapmu sebagai tanda bahwa kamu sedang tidak ingin diganggu, sehingga dia ikut menjaga jarak. Keinginan sederhana untuk mendapatkan perhatian berubah menjadi saling menunggu. Kamu menunggu dia mendekat, sementara dia menunggu kamu kembali seperti biasanya.

Seperti yang dijelaskan oleh Psikolog Tasha Seiter, M.S., Ph.D., LMFT, dalam laman Psychology Today, bahwa di balik perilaku menarik diri, ada rasa takut untuk mengungkapkan perasaan dan meminta orang lain memenuhi kebutuhan kita. Pola saling menarik diri dapat membuat seseorang merasa kesepian dalam hubungan. Hal ini kemudian menjadi bagian dari sebuah siklus karena semakin kesepian yang dirasakan pasangan, semakin mereka menarik diri ke dalam diri sendiri dan menjauh dari hubungan tersebut. Jika dibiarkan, pola ini dapat menciptakan siklus yang semakin buruk dan sulit dihentikan.

Tadinya kamu hanya ingin diyakinkan bahwa hubungan tersebut masih penting. Namun, kamu tidak juga mengungkapkan arti dari sikapmu. Lama-kelamaan hubungan menjadi semakin jauh karena dia tidak memahami pesan yang sebenarnya ingin kamu sampaikan.

Keputusanmu untuk menjauh tidak berarti ingin pergi. Kamu hanya ingin diyakinkan, diperhatikan, atau sekadar ingin tahu apakah dia akan melakukan effort yang sama denganmu atau tidak. Namun, menjauh bukan sebuah solusi. Menyampaikan apa yang kamu inginkan secara langsung tetap lebih efektif daripada membuat dia menebak-nebak kode yang kamu berikan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article