Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Menghadapi Cowok yang Minim Effort, Jangan Berjuang Sendiri!

5 Cara Menghadapi Cowok yang Minim Effort, Jangan Berjuang Sendiri!
ilustrasi pasangan membicarakan rencana (unsplash.com/les_elizabethj)
  • Jangan mengambil alih semua usaha hubungan saat pasangan pasif; beri ruang agar ia menunjukkan inisiatif untuk menghubungi, mengajak bertemu, dan menyelesaikan masalah.
  • Jika sikap cuek atau abai berulang, sampaikan kebutuhan dan perubahan yang diharapkan secara jelas, lalu nilai tindakannya, bukan hanya alasan yang diberikan.
  • Tetap jalani kehidupan di luar hubungan dan siapkan diri untuk pergi bila tidak ada perubahan, tanpa bertahan semata karena takut kehilangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menghadapi pasangan yang minim effort memang bisa bikin makan hati, apalagi kalau kamu merasa hanya dirimu yang terus berusaha mempertahankan hubungan. Kamu yang lebih sering menghubungi, mengajak bertemu, atau mencari jalan keluar setiap ada masalah.

Namun, terus memaklumi sikapnya tanpa melakukan sesuatu juga bukan solusi. Kalau pasanganmu mulai mengurangi effort-nya, kamu bisa menyikapinya dengan beberapa cara berikut agar gak terus berjuang sendirian.

  1. 1. Jangan terus mengambil alih usaha yang seharusnya dia lakukan

    Memikirkan sesuatu
    ilustrasi memikirkan sesuatu (pexels.com/Tim Samuel)

    Saat cowok mulai pasif, jarang memberi kabar, atau malas mengajak ketemuan, jangan terus kamu yang mengejar dan mengusahakan semuanya. Kalau selama ini kamu yang lebih sering memulai percakapan, mengajak bertemu, atau mencari jalan keluar setiap ada masalah, berhenti melakukan semuanya sendirian. Biarkan dia menunjukkan sendiri seberapa besar keinginannya untuk menjaga hubungan ini.

    Kamu gak perlu lagi mengingatkan jadwal nge-date, mencari tempat makan, atau memikirkan kegiatan setiap kali ingin bertemu. Sesekali, biarkan dia yang menentukan waktu dan mencari tempat untuk kalian. Kalau dia memang ingin bertemu, seharusnya dia juga punya inisiatif untuk mewujudkannya.

  2. 2. Jangan terus mengejar saat dia mulai cuek

    Menghubungi seseorang
    ilustrasi menghubungi seseorang (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Dia mulai sering membalas pesanmu dengan singkat, bahkan beberapa kali membiarkannya berjam-jam tanpa balasan. Bukan berarti dia harus selalu cepat membalas pesan, karena orang tentu punya kesibukan masing-masing. Namun, jika pola ini terus terjadi dan jauh berbeda dari biasanya, wajar kalau kamu merasa ada yang berubah.

    Gak perlu langsung mengirim pesan lagi atau rewel setiap kali dia belum mengabarimu. Jika dia tetap cuek, beri dia ruang selama beberapa hari. Jika setelah itu dia masih gak mengabarimu, saatnya kamu menanyakan kejelasan secara langsung daripada terus menebak-nebak.

  3. 3. Jangan terus memaklumi sikap abainya

    Mengabaikan pasangan
    ilustrasi mengabaikan pasangan (pexels.com/Budgeron Bach)

    Memahami pasangan yang sedang sibuk memang perlu, tetapi sikap abai yang terus berulang gak bisa selalu dimaklumi. Kalau dia tetap mengabaikan hal yang sudah kamu sampaikan, jangan terus mencari alasan untuk membenarkannya. Kamu perlu melihat apakah dia mau memperbaiki sikapnya atau justru membiarkan masalah yang sama terus terjadi.

    Sampaikan dengan jelas apa yang membuatmu merasa diabaikan dan perubahan seperti apa yang kamu harapkan. Setelah itu, lihat tindakannya, bukan cuma dengarkan alasannya. Kalau sikap abainya tetap sama, pertimbangkan apakah hubungan ini masih layak dipertahankan.

  4. 4. Siapkan diri kalau hubungan ini harus berakhir

    ilustrasi merenung
    ilustrasi merenung (pexels.com/mehrab zahedbeigi)

    Kadang, yang bikin seseorang terus bertahan adalah rasa takut kehilangan. Kamu mungkin sudah lelah menghadapi cowok yang minim effort, tetapi tetap bertahan karena berpikir, “Nanti dia berubah, kok.” Kalau perubahan itu gak kunjung datang, jangan sampai rasa takut kehilangan membuatmu terus menerima hubungan yang sudah gak sehat ini.

    Bicarakan dulu apa yang kamu butuhkan dan lihat apakah dia benar-benar mau memperbaikinya. Jika sikapnya tetap gak berubah, kamu berhak memilih untuk pergi. Jangan bertahan hanya karena takut melepaskan seseorang yang sejak awal gak menunjukkan usaha yang sama.

  5. 5. Tetap punya kehidupan di luar hubungan

    ilustrasi bekerja
    ilustrasi bekerja (pexels.com/Liza Summer)

    Jangan biarkan sikap pasangan yang minim effort membuat pikiranmu cuma dipenuhi soal dia. Tetap jalani pekerjaan, bertemu teman, lakukan hobi, atau selesaikan hal-hal yang selama ini ingin kamu kerjakan. Kehidupanmu tetap harus berjalan meski dia sedang gak banyak memberi perhatian.

    Kamu gak perlu sengaja menjauh atau membuat dia cemburu hanya untuk menunjukkan bahwa hidupmu tetap berjalan. Tetap lakukan hal-hal yang kamu sukai dan jangan habiskan waktu hanya untuk memikirkan sikapnya. Dengan begitu, perubahan sikapnya gak akan membuat seluruh harimu ikut berantakan.

    Mulai sekarang, lepaskan beban untuk memperbaiki semuanya sendirian dan lihat siapa yang benar-benar mau tetap berusaha. Kamu gak harus terus berdarah-darah mempertahankan seseorang yang gak menunjukkan usaha yang sama. Sebab, kamu juga berhak mendapatkan seseorang yang mau memperjuangkanmu, bukan cuma diperjuangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More