Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Haruskah Kriteria Pasangan Wajib Terpenuhi sebelum Menikah?

4 min read
Haruskah Kriteria Pasangan Wajib Terpenuhi sebelum Menikah?
ilustrasi pasangan (unsplash.com/Hanna Morris)
  • Kriteria pasangan tidak harus terpenuhi seluruhnya; calon pasangan perlu dilihat sebagai pribadi utuh, bukan daftar spesifikasi, terutama ketika kualitas lain justru membuat hubungan terasa nyaman.
  • Perbedaan minat atau kebiasaan tidak selalu mengganggu hubungan, tetapi nilai mendasar seperti keinginan punya anak, pembagian pekerjaan rumah, dan cara menghadapi masalah perlu dibicarakan jujur.
  • Jangan menikah sambil berharap pasangan berubah; bedakan kekurangan yang dapat diterima dari hal yang berpotensi membuat tidak bahagia, serta kenali apakah keraguan muncul karena takut salah memilih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sebelum menikah, biasanya ada banyak hal yang ingin kita pastikan dari calon pasangan. Bukan cuma soal sayang atau cocok diajak ngobrol, tetapi juga pekerjaan, sifat, cara mengatur uang, hubungan dengan keluarga, sampai kebiasaan sehari-hari. Makin banyak yang sesuai, makin besar pula rasa yakin bahwa kita sudah menemukan orang yang tepat.

Tapi bagaimana kalau ada beberapa hal yang ternyata tidak sesuai dengan harapan? Misalnya, kamu sudah cocok dengan sifatnya dan nyaman membayangkan hidup bersamanya, tetapi dia tidak punya beberapa kualitas yang sejak awal kamu anggap penting. Apakah kriteria pasangan wajib terpenuhi sebelum menikah? Kemudian, apakah hal-hal yang tidak terpenuhi itu harus menjadi alasan untuk berhenti sebelum menikah?

  1. 1. Calon pasangan bukan barang yang bisa dipilih dari spesifikasi

    ilustrasi pasangan
    ilustrasi pasangan (pexels.com/Tùng Sơn)

    Saat mencari barang, kita bisa menentukan ukuran, warna, bahan, sampai fitur yang harus ada. Kalau tidak sesuai, tinggal cari produk lain. Urusan memilih pasangan tentu tidak sesederhana itu karena yang sedang kamu kenal adalah seseorang dengan banyak sisi, bukan sekumpulan spesifikasi.

    Kamu mungkin awalnya ingin pasangan yang sangat humoris, misalnya. Setelah dekat, ternyata orang yang kamu temui lebih pendiam, tetapi enak diajak bicara dan tidak pernah membuatmu merasa sendirian ketika sedang punya masalah. Kalau kemudian kamu berpikir, “Dia gak sesuai tipe gue,” coba lihat lagi apa yang sebenarnya membuatmu nyaman selama ini. Bisa jadi ada hal yang jauh lebih kamu hargai setelah benar-benar mengenal seseorang.

  2. 2. Jangan buru-buru menganggap satu kekurangan sebagai masalah besar

    ilustrasi anak rumahan
    ilustrasi anak rumahan (vecteezy.com/Mix and Match Studio)

    Ada kalanya calon pasangan tidak memenuhi kriteria yang dulu terasa penting karena kamu belum pernah menjalani hubungan dengan orang seperti dia. Kamu mungkin membayangkan pasangan yang punya hobi sama, suka bepergian, atau punya selera musik yang mirip. Ketika bertemu orang yang berbeda, ternyata perbedaan tersebut tidak membuat hubungan kalian terganggu.

    Misalnya, kamu senang pergi setiap akhir pekan, sedangkan dia lebih suka di rumah. Kalian tetap bisa punya waktu bersama tanpa harus selalu melakukan kegiatan yang sama. Kamu masih bisa pergi dengan teman sesekali. Dia juga menikmati waktunya sendiri, lalu kalian punya hari lain untuk melakukan sesuatu berdua. Tidak semua perbedaan harus dipermasalahkan sebelum menikah.

  3. 3. Ada batas yang memang tidak bisa ditawar

    ilustrasi childfree
    ilustrasi childfree (pexels.com/cottonbro studio)

    Tidak semua kriteria bisa diperlakukan seperti selera soal hobi atau penampilan. Kalau kamu ingin punya anak, misalnya, sedangkan calon pasangan benar-benar tidak mau punya anak, persoalannya tidak bisa selesai dengan kalimat “nanti juga berubah.” Begitu pula kalau kamu ingin pasangan yang mau membagi pekerjaan rumah, sementara dia sejak awal menganggap semua urusan rumah adalah tanggung jawabmu.

    Hal-hal seperti ini perlu dibicarakan dengan jujur karena menyangkut kehidupan yang akan kalian jalani bersama. Jangan menganggapnya sebagai kekurangan kecil hanya karena kamu sudah terlanjur sayang. Kalau kamu tahu ada sesuatu yang akan membuatmu tidak bahagia setelah menikah, justru lebih baik menghadapinya sebelum hari pernikahan daripada berharap masalahnya hilang sendiri.

  4. 4. Jangan menerima sesuatu kalau sebenarnya kamu masih berharap dia berubah

    ilustrasi boros
    ilustrasi boros (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

    Ini merupakan hal yang sering bikin orang keliru. Kamu boleh menerima calon pasangan yang tidak memenuhi semua kriteria idamanmu, tetapi pastikan kamu memang bisa hidup dengan kekurangan tersebut. Jangan bilang, “Gak apa-apa, dia boros, nanti setelah menikah pasti berubah,” kalau sebenarnya kebiasaan itu sudah membuatmu kesal.

    Begitu juga dengan calon yang tidak mau terlibat dalam urusan rumah, gampang menghilang ketika ada masalah, atau punya kebiasaan lain yang sebenarnya tidak bisa kamu terima. Kalau kamu memilih menikah sambil membawa harapan bahwa dia nanti akan menjadi orang yang berbeda, kamu sebenarnya belum menerima dirinya yang sekarang. Kamu hanya sedang berharap pernikahan membuatnya sesuai dengan keinginanmu.

  5. 5. Bisa jadi yang kamu takutkan sebenarnya bukan kriterianya

    ilustrasi takut jatuh cinta
    ilustrasi takut jatuh cinta (pexels.com/Trinity Kubassek)

    Ada orang yang terus mencari calon yang lebih sesuai karena merasa masih ada yang kurang. Padahal, setelah dipikir-pikir, yang membuatnya ragu bukan karena calon tersebut benar-benar tidak cocok. Ia hanya takut menyesal setelah menikah dan berpikir mungkin ada orang lain yang lebih sesuai dengan bayangannya.

    Kalau sudah sampai di titik itu, daftar kriteria justru tidak banyak membantu. Kamu bisa menemukan orang yang lebih tinggi, lebih mapan, lebih romantis, lebih humoris, atau lebih mirip denganmu, tetapi tetap tidak ada jaminan kamu akan merasa lebih yakin. Memilih pasangan memang selalu punya risiko karena kamu tidak bisa melihat seperti apa kehidupan lima atau sepuluh tahun ke depan sebelum menjalaninya.

    Tidak harus semua kriteria pasangan wajib terpenuhi sebelum menikah. Ada hal yang bisa kamu anggap sekadar bonus, ada perbedaan yang masih enak dijalani, dan ada persoalan yang memang tidak bisa kamu abaikan. Kalau calon pasanganmu tidak memenuhi satu hal yang dulu kamu anggap penting, coba pikirkan baik-baik apakah kamu benar-benar tidak bisa hidup dengan hal itu, atau sebenarnya kamu hanya takut memilih seseorang yang tidak persis seperti bayanganmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More