Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Masalah Makan yang Bikin Istri Uring-uringan, Suami Wajib Ngerti!

ilustrasi bersantap bersama (pexels.com/Meruyert Gonullu)
ilustrasi bersantap bersama (pexels.com/Meruyert Gonullu)

Sebenarnya memasak di rumah bukan hanya tugas istri. Suami bahkan anak-anak yang sudah mampu menggunakan peralatan memasak dengan aman juga bisa melakukannya. Malah lebih banyak orang yang dapat memasak di rumah makin baik.

Kapan pun ada anggota keluarga yang lapar atau ingin menu tertentu bisa langsung bikin sendiri. Tidak perlu menunggu seseorang membuatkan. Namun, khususnya di Indonesia tugas menyiapkan menu sehari-hari kerap diserahkan pada istri.

Bukan hanya istri yang seorang ibu rumah tangga. Perempuan yang bekerja di luar rumah pun sering kali masih dibebani tugas mengenyangkan semua orang. Kamu sebagai suami harus paham bahwa perkara memasak setiap hari bukan hal mudah. Jangan bikin istrimu sewot karena enam ulah berikut.

1. Istri sudah capek-capek memasak tidak dimakan

ilustrasi pasangan (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi pasangan (pexels.com/Gustavo Fring)

Kalau istri tahu akan begini, tentu lebih baik tadi dia sama sekali tidak memasak. Hemat bahan makanan, gas, serta tenaga. Bahkan jika kamu tadi tiba-tiba ditraktir teman makan di luar, setibanya di rumah tetaplah menikmati sajian dari istri.

Kalau dirimu masih kenyang, tidak menghabiskan semuanya pun tak apa-apa. Besok makanan masih dapat dipanaskan untuk sarapan. Terpenting kamu gak menelantarkan hasil jerih payah pasangan.

Asal dirimu tahu, di luar sana tidak semua suami pulang disambut dengan hidangan yang sehat dari pasangannya. Ada suami yang selapar apa pun mesti memasak sendiri atau beli makan di luar sekalipun telah memberikan uang belanja. Bersyukurlah istrimu begitu pengertian dengan mau memasak untukmu.

2. Minta menu macam-macam, tapi uang belanja pas-pasan

ilustrasi bersantap bersama (pexels.com/Yan Krukau)
ilustrasi bersantap bersama (pexels.com/Yan Krukau)

Bayangkan seandainya kamu berada di rumah makan. Makin banyak hidangan yang dipesan berarti makin gede pula biaya makan yang wajib dibayarkan. Logika ini mestinya juga dipakai ketika kamu request menu yang bervariasi pada istri.

Apalagi bahan-bahannya tidak murah. Seperti setiap hari kudu ada protein hewani tertentu. Dirimu tidak mau makan cuma dengan lauk tahu, tempe, atau telur. Harus ada sumber protein hewani berupa daging, ikan, bahkan kepiting.

Istrimu bisa saja memasakkannya. Akan tetapi, duit dari mana bila uang belanja hanya cukup untuk membeli sayuran dan tahu atau tempe? Pilihanmu cuma dua. Pertama, makanlah seadanya sesuai dengan uang belaja yang diberikan olehmu pada istri. Atau kedua, kasih tambahan dana belanja sesuai hidangan yang diinginkan.

3. Tiap makan harus beda menu

ilustrasi memasak (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi memasak (pexels.com/Gustavo Fring)

Namun, perlu diingat bahwa uang belanja melimpah pun, kamu harus tetap realistis. Di rumahmu cuma ada istri atau tambah satu ART yang belum tentu bisa memasak. Mungkin asisten rumah tangga kalian hanya jago beres-beres.

Hindari kamu meminta istri agar memasak 3 kali sehari sesuai frekuensi makan kalian. Dirimu gak mau menyantap lauk serta sayur yang sama untuk 2 atau 3 kali makan. Bahkan walaupun semua itu sudah dihangatkan.

Kamu mesti memahami kelelahan pasangan bila harus memasak terus. Pekerjaannya di rumah bukan hanya itu. Kalau dia sudah kecapekan dan suasana hatinya buruk, rasa masakan apa pun justru dapat terpengaruh dan menjadi kurang lezat.

4. Gak bantu masak, mencuci peralatan pun ogah

ilustrasi mencuci piring (pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi mencuci piring (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Setiap bantuanmu penting bagi istri. Bukan karena dia manja. Namun, peralatan memasak menu sederhana saja bisa banyak. Apalagi ditambah berbagai peralatan makan. Kian banyak jumlah anggota keluarga, kian banyak pula peralatan yang harus dicuci.

Apabila memasak sudah dikerjakan istri, ambil tugas mencuci seluruh peralatan yang ada di bak cuci piring. Bukan malah dirimu hanya menambahi tumpukan itu sampai menggunung. Bagi sebagian orang, membereskan seluruh peralatan memasak dan makan jauh lebih berat daripada memasak.

Jangan biarkan istrimu repot sendirian di belakang baik sebelum maupun setelah hidangan disajikan. Sementara dirimu sehabis kenyang tinggal bersantai menonton televisi atau main smartphone. Bantu ia sambil kalian mengobrol setelah setengah hari gak ketemu.

5. Menilai masakan istri tak selezat masakan orang lain

ilustrasi mencium masakan (pexels.com/Monstera Production)
ilustrasi mencium masakan (pexels.com/Monstera Production)

Gak usah bikin penilaian aneh-aneh yang hanya akan membuat istrimu murka. Dia sudah berlelah-lelah memasak. Bahkan prosesnya telah dimulai sejak ia memikirkan menu hari ini kemudian pergi berbelanja.

Kamu yang cuma tahu beres setelah hidangan matang jangan berlagak seperti juri lomba. Masakan istrimu tidak untuk dibandingkan dengan olahan siapa pun. Mau itu masakan warung atau bahkan ibumu. Apalagi penilaianmu menempatkan masakan istri di bawah masakan mereka.

Hati istri bakal sakit bukan main jika dirimu melakukannya. Ingat bahwa istrimu tidak mungkin memasak serta menyajikan makanan apa pun tanpa terlebih dahulu mencicipinya. Penilaian negatifmu menandakan kamu sama sekali tak menghargai karyanya.

6. Tengah malam membangunkan istri cuma buat masak

ilustrasi semangkuk mi (pexels.com/Katerina Holmes)
ilustrasi semangkuk mi (pexels.com/Katerina Holmes)

Hari sudah larut malam dan kamu lapar lagi. Mungkin sehabis dirimu menonton pertandingan olahraga. Bila masih ada sisa makan malam di meja atau kulkas, berpuaslah menyantapnya. Jangan egois dengan membangunkan istri yang sudah nyenyak cuma agar dia memasakkan sesuatu untukmu.

Atau, masih ada makanan sisa makan malam tapi dirimu ingin menu lain seperti mi instan. Buatlah sendiri dan jangan bersikap kolokan. Istri cukup memasak untuk jam makan yang wajar.

Di luar itu, bertanggungjawablah atas rasa laparmu sendiri. Apabila kamu membangunkan istri, setelahnya dia dapat sulit tidur lagi. Padahal pagi-pagi ia sudah harus bangun, kembali memasak untuk sarapan, lalu bekerja. Kamu juga gak suka kan, kalau sedang tidur diganggu?

Dalam rumah tangga, perkara makan jangan dibuat ribet. Hindari terlalu banyak keinginan yang menyusahkan pasangan. Bersyukurlah selama masih ada makanan yang dapat membuatmu kenyang dan sehat walaupun tidak persis sesuai keinginan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us