Hubungan yang awalnya terasa seru bisa berubah menjadi melelahkan ketika dua orang terus terjebak dalam pola tarik-ulur. Satu pihak makin mencari kepastian ketika merasa ada jarak, sementara pihak lain justru makin menjauh saat merasa hubungan terlalu intens. Kalau pola ini terjadi berulang, komunikasi yang sebenarnya sederhana bisa berubah jadi konflik yang susah diselesaikan.
Situasi seperti ini sering disebut sebagai anxious avoidant trap. Istilah tersebut banyak digunakan untuk menggambarkan dinamika ketika kebutuhan akan kedekatan dan kebutuhan untuk mengambil jarak saling memicu. Pola ini bukan berarti salah satu orang pasti bermasalah atau hubungan sudah pasti gak sehat, tetapi ada beberapa kebiasaan yang bisa diperhatikan supaya hubungan gak terus berputar di situasi yang sama. Berikut cara memutus rantai anxious avoidant trap dalam hubungan.
