Mengapa Pasangan Suami Istri Sering Bertengkar soal Uang?

Uang menjadi salah satu hal yang cukup sering memicu pertengkaran dalam rumah tangga. Bahkan, pasangan yang sudah lama menikah dan memiliki kondisi finansial cukup stabil pun tetap bisa berdebat soal uang. Suami mungkin merasa ada pengeluaran yang sebaiknya ditunda, sementara istri menganggapnya sebagai kebutuhan yang memang harus dipenuhi. Kalau perbedaan seperti ini terus berulang tanpa dibicarakan, masalah kecil pun bisa menjadi konflik yang lebih besar.
Sebenarnya, pertengkaran soal uang tidak selalu terjadi karena jumlah penghasilan yang kurang. Cara seseorang memandang uang, kebiasaan sejak sebelum menikah, hingga pembagian tanggung jawab dalam keluarga juga bisa memengaruhi munculnya konflik. Ketika pasangan memiliki prioritas finansial yang berbeda, keputusan sederhana, seperti membeli barang, menabung, atau membayar kebutuhan tertentu, bisa menjadi sumber ketegangan. Lantas, mengapa uang begitu mudah menjadi persoalan dalam hubungan suami istri?
1. Setiap orang punya kebiasaan mengelola uang yang berbeda

ilustrasi perempuan sedang berbelanja (freepik.com/tonodiaz) Sebelum menikah, suami dan istri sudah memiliki kebiasaan finansial masing-masing. Ada yang sejak kecil terbiasa hidup hemat dan mencatat pengeluaran, ada pula yang tidak terlalu memikirkan uang selama kebutuhan utama masih terpenuhi. Perbedaan ini sebenarnya wajar. Namun, setelah menikah, keduanya perlu membuat kesepakatan karena keuangan tidak lagi hanya menyangkut kepentingan pribadi.
Sebagai contoh, istri merasa membeli barang tertentu masih masuk akal karena memang dibutuhkan. Sementara, suami melihatnya sebagai pengeluaran yang sebenarnya bisa ditunda. Kalau tidak ada aturan bersama tentang batas pengeluaran, hal sederhana seperti ini bisa berkembang menjadi pertengkaran.
2. Uang sering dikaitkan dengan rasa aman

ilustrasi pasangan suami istri sedang membahas soal uang (freepik.com/jcomp) Bagi sebagian orang, memiliki tabungan berarti merasa lebih aman menghadapi masa depan. Karena itu, ketika pasangan mengeluarkan uang dalam jumlah besar, mereka bisa merasa cemas meski sebenarnya kebutuhan tersebut masih mampu dibayar. Sebaliknya, ada orang yang justru merasa uang memang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup. Makan di luar, pergi berlibur, membeli barang yang diinginkan atau memberikan sesuatu untuk keluarga dianggap sebagai bagian dari menikmati hasil kerja.
Dua cara pandang tersebut bisa saja muncul dalam satu rumah tangga. Namun, perbedaan bisa menjadi masalah ketika masing-masing merasa caranya sendiri paling benar. Akibatnya, persoalan keuangan yang sebenarnya sederhana pun lebih mudah berkembang menjadi konflik.
3. Tanggung jawab tidak selalu dibagi dengan cara yang dianggap adil

ilustrasi perempuan merasa lelah (pexels.com/Ketut Subiyanto) Pertengkaran soal uang juga bisa muncul ketika suami dan istri punya pandangan berbeda tentang siapa yang paling banyak berkontribusi dalam keluarga. Suami yang menjadi pencari nafkah utama mungkin merasa sudah berkontribusi besar karena memenuhi berbagai kebutuhan rumah. Sementara itu, istri yang mengurus rumah dan anak bisa merasa pekerjaannya juga membutuhkan waktu dan tenaga meski tidak menghasilkan pendapatan secara langsung.
Masalahnya, kontribusi dalam rumah tangga memang tidak selalu bisa dihitung dari jumlah uang yang masuk. Mengurus anak, menyiapkan kebutuhan rumah, mengatur pengeluaran, atau membantu pasangan bekerja juga membutuhkan tenaga. Ketika salah satu pihak merasa kontribusinya tidak dihargai, pembicaraan soal uang bisa dengan mudah berubah menjadi pertengkaran yang sebenarnya membahas persoalan lain.
Karena itu, pembagian keuangan sebaiknya tidak hanya melihat siapa yang menghasilkan uang lebih banyak. Pasangan juga perlu membicarakan pembagian tanggung jawab dalam rumah tangga secara terbuka. Dengan begitu, tidak ada pihak yang merasa bekerja sendirian atau kontribusinya kurang dihargai.
4. Pasangan tidak saling terbuka soal pengeluaran

ilustrasi suami dan istri pusing soal uang (vecteezy.com/nuttawan jayawan) Masalah menjadi lebih rumit ketika salah satu pasangan mulai menyembunyikan kondisi keuangan. Sebagai contoh, ada yang memiliki utang dan tidak memberi tahu pasangan, menggunakan tabungan bersama tanpa berdiskusi, atau sengaja menyembunyikan pembelian tertentu karena takut dimarahi. Kebiasaan seperti ini dapat merusak kepercayaan dalam hubungan. Pasalnya, pasangan bukan hanya marah karena uang yang digunakan, melainkan juga karena merasa tidak dilibatkan dalam keputusan yang seharusnya menyangkut keluarga.
Karena itu, transparansi dalam keuangan rumah tangga cukup penting. Pasangan sebaiknya mengetahui hal-hal besar, seperti jumlah utang, cicilan, tabungan, investasi, dan kewajiban rutin keluarga. Bila perlu, komunikasikan juga pengeluaran kecil, seperti belanja camilan dan langganan aplikasi, karena pengeluaran kecil ini kadang bisa jadi banyak jika dijumlahkan.
5. Uang bisa menjadi simbol penghargaan dan kontrol

ilustrasi suami dan istri sedang bertengkar (pexels.com/Alex Green) Ada pasangan yang menganggap uang sebagai bentuk penghargaan. Ketika salah satu pihak menghasilkan lebih banyak uang, ia mungkin merasa memiliki kontribusi yang lebih besar dalam rumah tangga. Sebaliknya, uang juga bisa digunakan sebagai alat untuk mengontrol pasangan. Sebagai contoh, seseorang merasa berhak menentukan seluruh pengeluaran karena dirinya yang menghasilkan uang paling banyak.
Kalau sudah seperti ini, persoalannya bukan lagi sekadar soal mengatur anggaran rumah tangga. Ada masalah dalam hubungan yang juga perlu dibicarakan bersama. Setiap pasangan perlu tetap merasa memiliki suara dan dilibatkan dalam mengambil keputusan tentang keuangan keluarga.
Pada akhirnya, uang memang penting dalam rumah tangga. Namun, uang seharusnya tidak menjadi ukuran siapa yang paling berkuasa atau siapa yang paling banyak berkontribusi. Ketika pasangan bisa melihat keuangan sebagai tanggung jawab bersama, perbedaan cara mengelola uang tidak harus selalu berakhir menjadi pertengkaran.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















