Comscore Tracker

5 Alasan Niatmu Keliru kalau Mengubah Diri Hanya demi Jodoh Idaman 

#IDNTimesLife Cintai dulu dirimu sendiri 

Kamu mungkin pernah mendengar kalau untuk mendapat jodoh yang baik, kamupun harus jadi orang baik. Persepsi inilah yang mengawali niat seseorang dalam mengubah diri. Fokusnya adalah demi jodoh idaman yang dinanti. Terdengar romantis memang, tapi nyatanya pandangan itu masih keliru.

Memang gak salah mengharapkan jodoh yang baik, tapi kamu harus meluruskan niatmu di awal proses sebelum berubah. Ini penting, karena meniatkan diri berubah demi orang lain itu bisa fatal akibatnya. Lantas, seperti apa niat yang benar? Berikut poin-poin yang bisa kamu simak supaya lebih memahami.

1. Meninggalkan kebiasaan buruk itu bukan untuk dicintai orang lain, tapi wujud cintamu pada perintah Tuhan dan diri sendiri

5 Alasan Niatmu Keliru kalau Mengubah Diri Hanya demi Jodoh Idaman unsplash.com/kilarov zaneit

Memperbaiki diri itu bukan untuk diterima jodoh idaman, tapi untuk diterima diri sendiri. Kamu harus menyadari kalau ketulusan dalam mengubah diri itu sangat penting. Bukan demi siapa-siapa, karena sedari awal Tuhan telah menyeru manusia untuk berbuat baik. Membiarkan dirimu terperosok dalam keburukan sama artinya dengan tidak mencintai diri sendiri.

2. Kalau niat berubahmu demi jodoh nanti, kamu bakal menyalahkan diri saat yang dinanti tak kunjung datang 

5 Alasan Niatmu Keliru kalau Mengubah Diri Hanya demi Jodoh Idaman unsplash.com/jurica koletic

Ketika merasa usahamu gagal, hal yang ditakutkan adalah munculnya perasaan menyerah untuk terus memperbaiki diri. Timbullah pertanyaan, “Mana? Jodoh gak datang-datang meski aku udah berubah?” Lebih bahaya lagi kalau kamu sampai menyesali perubahanmu dan kembali pada kebiasaan lama. Hal itu gak bakal terjadi kalau kamu memang meniatkan sedari awal untuk berubah karena dirimu sendiri.

3. Jangan terpaku menjadi objek untuk memenuhi standar jodoh idaman, sebab kamu punya standar bahagiamu sendiri 

5 Alasan Niatmu Keliru kalau Mengubah Diri Hanya demi Jodoh Idaman unsplash.com/becca tapert

Gak cuma bicara soal memperbaiki diri, tapi juga tentang caramu memantaskan diri dengan mengikuti selera sang jodoh idaman. Kamu berusaha memenuhi setiap standar yang dia inginkan. Tanpa sadar, akhirnya kamu bukan lagi dirimu sendiri. Jangan sampai kamu mati-matian memenuhi harapannya, sampai lupa apa sebenarnya harapan dan standar bahagiamu.

Baca Juga: 5 Shio Ini Diprediksi Bertemu Jodoh di Tahun 2021, Cie Selamat Ya! 

4. Kamulah yang bakal merasakan buah manis dari prosesmu meningkatkan kualitas, gak peduli siapa jodohmu nanti 

5 Alasan Niatmu Keliru kalau Mengubah Diri Hanya demi Jodoh Idaman unsplash.com/Avel Chuklanov

Ketika kamu berhasil menjadi pribadi yang lebih baik dengan meninggalkan citra buruk, kamulah yang akan merasa lebih percaya diri dan nyaman menjalani hidup. Rasa itu hanya muncul kalau niat berubahmu adalah bentuk mencintai diri sendiri. Kalau prosesmu sudah berhasil sampai ke tahap ini, dengan sendirinya kamu akan jadi sosok yang juga mudah dicintai oleh siapa pun jodohmu nanti.

5. Memperbaiki diri demi dirimu sendiri punya efek bertahan yang lebih lama dibanding melakukannya demi orang lain 

5 Alasan Niatmu Keliru kalau Mengubah Diri Hanya demi Jodoh Idaman unsplash.com/muhammad haikal djukri

Lagipula, teramat melelahkan kalau kamu berusaha baik demi meraih simpati orang lain. Ketika apa yang kamu inginkan dari orang lain itu gak terealisasi, kamu bakal mudah putus asa dan berubah haluan kembali. Perubahan diri yang lebih abadi hanya datang ketika kamu tulus melakukannya bukan demi sosok siapa pun.  

Sudah saatnya kamu meluruskan persepsi mengubah diri demi jodohmu nanti. Intinya, cintai dulu dirimu sebelum memberi cinta ke orang lain. Beri dirimu kesempatan seluas-luasnya untuk meningkatkan kualitas diri. Bukan demi jodohmu, bukan demi siapapun, tapi demi kebaikan masa depanmu sendiri.

Baca Juga: [QUIZ] Siapa Jodoh Idealmu, Ten atau Taeyong NCT?

Nita Nurfitria Photo Verified Writer Nita Nurfitria

Hai !

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Abigail Putra

Berita Terkini Lainnya