Pelajaran Cinta dan Parenting dari Drakor Can This Love Be Translated?

- Cinta tak cukup saat hati belum sembuh dari luka masa lalu
- Hubungan memerlukan pemahaman dan komunikasi yang baik
- Orang terdekat bisa menjadi sumber luka batin seorang anak
Drama karya Hong Sisters, Can This Love Be Translated? masih jadi perbincangan hangat sampai sekarang. Bukan cuma chemistry antar Kim Seon Ho dan Go Youn Jung sebagai pemeran utama yang memukau, tetapi juga kisah cinta yang tidak biasa. Drama yang tayang sebanyak 12 episode di Netflix ini, mengisahkan perjalanan dua orang yang cukup rumit untuk saling memahami bahasa mereka masing-masing.
Joo Ho Jin (Kim Seon Ho), seorang penerjemah multibahasa yang sangat profesional, menjaga jarak, dan terlihat kaku. Bertolak belakang dengan Cha Mu Hee (Goo Youn Jung), seorang aktris yang terlihat baik-baik saja padahal ada bagian yang hancur di dalam dirinya karena trauma masa kecil. Dinamika hubungan keduanya sangat tarik ulur karena kegagalan memahami bahasa satu sama lain.
Joo Ho Jin yang awalnya terbiasa menerjemahkan bahasa tanpa emosi, mulai menyadari bahwa Mu Hee punya bahasa yang cukup sulit dimengerti. Perjalanan cinta mereka jadi bukti bahwa hubungan sebenarnya gak bisa hanya berlandaskan rasa cinta, tetapi juga harus dibarengi effort untuk satu sama lain. IDN Times merangkum beberapa pelajaran cinta dan parenting dari Can This Love Be Translated?.
1. Cinta tampak rumit ketika hati belum selesai dengan lukanya sendiri

Dari hubungan Joo Ho Jin dan Cha Mu Hee, ada pelajaran penting bahwa cinta gak akan cukup kalau memahami diri sendiri saja susah. Trauma masa kecil yang dialami oleh Cha Mu Hee, membuatnya selalu berhati-hati. Ia ingin dicintai, tetapi juga takut didekati. Bahkan, salah satu dialog yang diucapkan oleh Do Ra Mi (alter ego Cha Mu Hee), menunjukkan bahwa ia rasanya ingin mati kalau mendapatkan kebaikan dari orang lain.
Cha Mu Hee tumbuh menjadi sosok yang takut ditinggalkan dan merasa gak layak dicintai. Ketika bertemu dengan Joo Ho Jin, Cha Mu Hee selalu mendekat, tapi juga menjauh begitu Joo Ho Jin menunjukkan ketertarikan padanya. Inilah yang membuat hubungan mereka tampak sangat rumit.
Keduanya saling punya ketertarikan satu sama lain, tapi sulit untuk mengungkapkannya karena selalu berakhir salah paham. Gak selamanya pasangan bisa menangkap luka. Namun, pasangan bisa jadi 'terapis' yang membantu dirimu sembuh dari luka itu.
2. Hubungan bukan soal mencintai saja, tapi juga bagaimana caranya saling memahami

Tiap orang punya bahasa cinta masing-masing. Kim Young Hwan (Kim Won Hae) sempat berkata kepada Joo Ho Jin bahwa bahasa di dunia bukan ribuan, melainkan sebanyak manusia yang hidup. Pasalnya, tiap manusia punya cara yang berbeda dalam berkomunikasi.
Gak heran kalau Joo Ho Jin dan Cha Mu Hee sering salah paham. Mereka kesulitan menginterpretasikan bahasa masing-masing. Inilah mengapa hubungan akan terasa lebih mudah dijalani ketika mau belajar memahami kondisi pasangan.
Seperti Joo Ho Jin yang akhirnya mengerti alasan di balik semua sikap aneh Cha Mu Hee. Ia perlahan mulai mengerti bagaimana cara Mu Hee memandang suatu hal. Maka dari itu, belajarlah juga memahami orang lain dari perspektif mereka.
3. Hubungan yang sehat seharusnya saling effort untuk memberi dan menerima

Komunikasi merupakan hal terpenting dalam setiap hubungan. Dalam kasus percintaan Joo Ho Jin dan Cha Mu Hee, komunikasi buruk yang membuat hubungan mereka di ambang ketidakjelasan. Pasalnya, mereka memiliki gaya komunikasi yang berbeda.
Joo Ho Jin merupakan tipe orang yang harus menata dulu setiap perkataannya. Sementara, Cha Mu Hee cenderung blak-blakan, ia suka asal bicara. Ketika ada masalah, Cha Mu Hee mudah merasa cemas oleh hal-hal yang sebenarnya belum terjadi. Sedangkan Joo Ho Jin kerap melontarkan kata-kata yang dia kira biasa saja, padahal menyakiti hati orang lain. Hal-hal kecil seperti inilah yang jadi batu kerikil dalam hubungan mereka.
Drama ini mengajarkan kita untuk mau saling berusaha untuk satu sama lain. Hubungan yang sehat bukan sekadar menerima cinta atau memberi cinta. Dari kisah mereka, kita belajar bahwa Joo Ho Jin dan Cha Mu Hee mau saling belajar berkomunikasi dan melawan ketakutan mereka masing-masing.
4. Orang terdekat bisa menjadi sumber luka batin seorang anak

Yang mencuri perhatian di drama ini adalah kehadiran Do Ra Mi. Do Ra Mi merupakan alter ego dari Cha Mu Hee. Ia terbentuk dari trauma masa kecil yang hadir untuk mengungkapkan apa isi hati terpendam Cha Mu Hee.
Apa yang dialami oleh Cha Mu Hee merupakan hasil dari ingatan kelam tentang ibunya yang jadi pusat masalah di masa kecilnya. Tanpa sadar, sebenarnya apa yang orang terdekat atau orangtua lakukan kepada anak, bisa menimbulkan luka batin yang terbawa sampai dewasa.
5. Lingkungan yang membentuk bagaimana anak melihat dirinya sendiri

Cha Mu Hee tumbuh dalam keluarga yang menolak kehadirannya. Akhirnya, pengalaman buruk di masa kecil itu memunculkan keyakinan dalam diri Cha Mu Hee bahwa ia bukanlah anak yang layak dicintai.
Cha Mu Hee tumbuh dengan pemikiran bahwa ia gak akan pernah bahagia. Ia menginginkan relasi intim dengan Joo Ho Jin, tetapi ia juga takut berharap. Ini yang terjadi pada anak-anak yang tumbuh dengan trauma berat. Manifestasi perilakunya akan terlihat ketika tumbuh dewasa.
Maka dari itu, anak dengan trauma sebenarnya butuh waktu untuk pulih. Mereka butuh mengenali diri sendiri, berdamai dengan masa lalu, sampai akhirnya bisa yakin bahwa mereka layak dicintai.
Ada banyak pelajaran cinta dan parenting yang bisa kita teladani lewat drakor Can This Love Be Translated? Bukan tentang trauma masa lalu saja tetapi bagaimana kita bisa membangun cinta yang dewasa. Cinta yang bisa memberikan rasa aman.


















