Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pelajaran Cinta Mahathir Mohamad dan Istri, Cinta Sejati Selama 70 Tahun
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dan sang istri Dr Hasmah Ali. (AFP/Mohd Rasfan)
  • Siti Hasmah Mohamad Ali meninggal dunia pada usia 100 tahun di Kuala Lumpur, meninggalkan duka bagi Mahathir Mohamad.

  • Selama 70 tahun pernikahan, Siti Hasmah dan Mahathir saling mendukung dalam keluarga, kesehatan, politik, dan kehidupan sosial.

  • Siti Hasmah dikenal sebagai dokter yang aktif memperjuangkan kesehatan masyarakat serta mendampingi Mahathir selama menjalankan jabatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1956

Siti Hasmah bertemu dengan Mahathir di King Edward VII College of Medicine, Singapura. Keduanya kemudian menikah.

Senin (28/09/2026)

Siti Hasmah dikabarkan meninggal dunia pada usia 100 tahun di Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Siti Hasmah Mohamad Ali meninggal dunia pada usia 100 tahun dan dimakamkan secara kenegaraan.
  • Who?
    Siti Hasmah Mohamad Ali, istri mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.
  • Where?
    Siti Hasmah mengembuskan napas terakhir di Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur. Ia dimakamkan di Malam Pahlawan Negara.
  • When?
    Siti Hasmah dikabarkan meninggal pada Senin (28/09/2026).
  • Why?
    Siti Hasmah meninggal setelah mencapai usia 100 tahun; penyebab kematiannya masih menunggu informasi lebih lanjut.
  • How?
    Siti Hasmah meninggal di Institut Jantung Negara dan dimakamkan secara kenegaraan, didampingi suami serta keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Siti Hasmah, istri Mahathir, meninggal saat berusia 100 tahun di Kuala Lumpur. Mahathir sangat sedih karena mereka sudah bersama selama 70 tahun. Mereka bertemu saat belajar kedokteran, lalu menikah dan punya tujuh anak. Siti Hasmah juga membantu masyarakat sebagai dokter. Sekarang, ia sudah dimakamkan secara kenegaraan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kisah Siti Hasmah dan Mahathir menunjukkan dukungan yang mereka bangun selama 70 tahun pernikahan. Siti Hasmah tidak hanya mendampingi suaminya, tetapi juga mengabdikan diri sebagai dokter dan memperjuangkan kesehatan masyarakat. Sementara itu, Mahathir memberikan dukungan sejak masa pendidikan kedokteran, sehingga keduanya saling menguatkan dalam keluarga dan pengabdian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tun Dr. Siti Hasmah Mohamad Ali, istri mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad, dikabarkan meninggal dunia pada Senin (28/09/2026). Siti Hasmah meninggal di usia 100 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir di Institut Jantung Negara (IJN), Kuala Lumpur.

Kepergian Siti Hasmah meninggalkan duka mendalam bagi Mahathir yang telah berusia 101 tahun. Pasalnya, pasngan ini telah menjalin ikatan cinta selama 70 tahun dan dipisahkan oleh maut. Tujuh dekade bersama, tentunya bukan waktu yang sebentar bagi Mahathir untuk melepas kepergian sang istri. Di pemakaman, duka yang mendalam dan air mata tampak berlinang di matanya.

1. Setia mendampingi dan ikut berjuang

Istri eks PM Malaysia Mahathir Mohamad, Hasmah Ali. (AFP/Mohd Rasfan)

Siti Hasmah adalah seorang dokter lulusan King Edward VII College of Medicine, Singapura. Di sanalah, ia bertemu dengan Mahathir dan menikah pada 1956. Tak hanya berprofesi sebagai dokter, Siti Hasmah juga aktif memperjuangkan kesehatan masyarakat dan berbagai isu sosial. Ia terus menyuarakan hal tersebut dan memanfaatkan posisinya sebagai istri perdana menteri untuk mengupayakan kesehatan ibu, keluarga, pemberantasan narkoba, dan lainnya.

Sebagai seorang perempuan yang tangguh, Siti Hasmah tak hanya setia mendampingi suaminya menjalankan jabatan selama 24 tahun. Ia juga memberikan pengabdian yang besar kepada bangsa dengan membantu masyarakat melalui perannya sebagai dokter.

2. Mahathir adalah pahlawan bagi Siti Hasmah

Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis mewawancarai mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (IDN Times/Herka Yanis)

Siti Hasmah mengungkapkan kekagumannya kepada sang suami, dengan menyebut Mahathir sebagai "pahlawan". Dalam memoar berjudul "My Name is Hasmah" yang diterbitkan pada 2016, ia mengapresiasi berbagai dukungan yang diberikan oleh Mahathir, bahkan sejak menjalani pendidikan kedokteran.

Dari pernikahan dengan Mahathir yang telah berlangsung selama 70 tahun, mereka dikaruniai tujuh anak. Beberapa di antaranya adalah seorang aktivis yang memperjuangkan berbagai isu di masyarakat. Support system yang dibangun oleh pasangan ini, menjadi penguat bagi satu sama lain untuk menjalani bahtera pernikahan selama 7 dekade tersebut. Tak hanya dalam bidang politik, dan sosial, keduanya juga saling mendukung terkait kesehatan serta pola makan sehingga dapat diberi kekuatan fisik.

3. Mengagumi satu sama lain

Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad di pemakaman istrinya, Hasmah Ali. (AFP/Mohd Rasfan)

Rasa kagum tak hanya ditunjukkan oleh Siti Hasmah. Mahathir juga mengungkapkan rasa takjub pada istrinya. Ia menyebut, Siti Hasmah adalah sosok yang lemah lembut dalam bicara, namun teguh dalam kebenaran. Siti Hasmah juga memiliki empati dan kekuatan yang besar ketika melihat kondisi orang-orang di sekitarnya. Ia menempatkan diri tak hanya sebagai seorang istri perdana menteri, namun juga ibu yang mengasihi.

Sikap Siti Hasmah inilah yang membuat Mahathir merasakan betapa istimewanya kehadiran sang istri dalam hidupnya. Karena itu, Mahathir begitu terpukul ketika Siti Hasmah berpulang. Rasa kehilangan yang mendalam membuat sosok yang dikenal sebagai salah satu tokoh berpengaruh di dunia tersebut, tak kuasa menahan air mata.

Siti Hasmah dimakamkan secara kenegaraan di Makam Pahlawan (Makam Negara) Presint 20, Putrajaya, Malaysia didamping suami serta keluarga yang ditinggalkan. Selamat jalan Tun Dr. Siti Hasmah binti Haji Mohamad Ali.

Curated For You

Editorial Team

Related Article