Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Puisi Rangga dan Cinta AADC yang Romantis, Bikin Baper!

5 Puisi Rangga dan Cinta AADC yang Romantis, Bikin Baper!
film Rangga & Cinta (dok. Miles Films/Rangga & Cinta)
  • Puisi Rangga dan Cinta dari film legendaris Ada Apa Dengan Cinta? karya Rako Prijanto dan M. Aan Mansyur.

  • Puisi tersebut menyentuh pengalaman universal tentang cinta, rindu, dan kehilangan.

  • Puisi-puisi ini bukan hanya tentang kisah mereka berdua, tapi juga tentang pengalaman pribadi penonton.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ada Apa Dengan Cinta? merupakan salah satu film legendaris di era 2000-an yang membuat nama Dian Sastro dan Nicholas Saputra melekat dengan karakter Rangga dan Cinta hingga saat ini. Bukan hanya mengisahkan cerita cinta anak remaja, namun juga kisah persahabatan, rasa sakit, hingga kehilangan yang menguras emosi penonton.

Kini, dua nama itu kembali hidup dalam film Rangga & Cinta garapan Riri Riza. Tentu saja, gak lengkap rasanya jika mengenang kisah mereka tanpa kembali membaca puisi Rangga dan Cinta di film AADC. Puisi-puisi yang dulu membuat Cinta luluh, kini akan dibawakan oleh karakter Rangga yang diperankan El Putra Sarira.

Jadi, puisi Rangga dan Cinta apa saja yang muncul dalam AADC atau Ada Apa Dengan Cinta? Langsung cek list puisinya berikut ini, yuk!

  1. 1. Tentang Seseorang karya Rako Prijanto

    Cuplikan film AADC (dok.Miles Films/Ada Apa Dengan Cinta)
    Cuplikan film AADC (dok.Miles Films/Ada Apa Dengan Cinta)

    Kulari ke hutan kemudian menyanyiku…
    Kulari ke pantai kemudian teriakku
    Sepi… sepi dan sendiri aku benci
    Ingin bingar aku mau di pasar
    Bosan aku dengan penat
    Enyah saja engkau pekat
    Seperti berjelaga jika kusendiri
    Pecahkan saja gelasnya biar ramai
    Biar mengaduh sampai gaduh
    Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih
    Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera?
    Atau aku harus lari ke hutan, belok ke pantai?

  2. 2. Ada Apa Dengan Cinta? karya Rako Prijanto

    AADC
    cuplikan AADC (dok. Netflix/ Ada Apa Dengan Cinta?)

    Perempuan datang atas nama cinta
    Bunda pergi karena cinta
    Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
    Seperti bulan lelap tidur di hatimu
    yang berdinding kelam dan kedinginan
    Ada apa dengannya
    Meninggalkan hati untuk dicaci
    Lalu sekali ini aku melihat karya surga
    dari mata seorang hawa
    Ada apa dengan cinta
    Tapi aku pasti akan kembali
    dalam satu purnama
    Untuk mempertanyakan kembali cintanya.
    Bukan untuknya, bukan untuk siapa
    tapi untukku
    Karena aku ingin kamu, itu saja.

  3. 3. Tidak Ada New York Hari Ini karya M. Aan Mansyur

    Cuplikan film AADC
    Cuplikan film AADC (dok.Miles Films/Ada Apa Dengan Cinta)

    Tidak ada New York hari ini
    Tidak ada New York kemarin
    Aku sendiri dan tidak berada di sini
    semua orang adalah orang lain
    Bahasa ibu adalah kamar tidurku
    Kupeluk tubuh sendiri
    Dan cinta, kau tak ingin aku
    Mematikan mata lampu
    Jendela terbuka
    Dan masa lampau memasukiku sebagai angin
    Meriang, meriang, aku meriang
    Kau yang panas di kening, kau yang dingin dikenang

  4. 4. Batas karya M. Aan Mansyur

    Geng Cinta AADC (dok. Miles Production/ Ada Apa dengan Cinta)
    Geng Cinta AADC (dok. Miles Production/ Ada Apa dengan Cinta)

    Semua perihal diciptakan sebagai batas
    Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain
    Hari ini membelah membatasi besok dan kemarin
    Besok batas hari ini dan lusa
    Jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota
    Bilik penjara, dan kantor walikota,
    Juga rumahku, dan seluruh tempat di mana pernah ada kita
    Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta
    Resah di dadaku dan rahasia yang menanti di jantung puisi dipisahkan kata
    Begitu pula rindu
    Antar pulau dan seorang petualang yang gila
    Seperti penjahat dan kebaikan dihalang ruang dan undang-undang
    Seorang ayah membelah anak dan ibunya dan sebaliknya
    Persis segelas kopi tanpa gula pejamkan mimpi dari tidur
    Apa kabar hari ini?
    Lihat tanda tanya itu
    Jurang antara kebodohan dan keinginanku
    Memilikimu sekali lagi

  5. 5. Ketika Ada yang Bertanya tentang Cinta karya M. Aan Mansyur

    cuplikan film AADC (dok. Miles Films/AADC)
    cuplikan film AADC (dok. Miles Films/AADC)

    Ketika aku bertanya kepadamu tentang cinta
    kau melihat langit membentang lapang
    Menyerahkan diri untuk dinikmati, tapi menolak untuk dimiliki
    Ketika kau bertanya kepadaku tentang cinta,
    Aku melihat nasib manusia
    Terkutuk hidup di bumi
    Bersama jangkauan lengan mereka yang pendek
    Dan kemauan mereka yang panjang
    Ketika aku bertanya kepadamu tentang cinta
    Kau bayangkan aku seekor burung kecil yang murung
    Bersusah payah terbang mencari tempat sembunyi
    Dari mata peluru para pemburu
    Ketika kau bertanya kepadaku tentang cinta
    Aku bayangkan kau satu-satunya pohon yang tersisa
    Kau kesepian dan mematahkan cabang-cabang sendiri
    Ketika ada yang bertanya tentang cinta,
    Apakah sungguh yang dibutuhkan adalah kemewahan kata-kata
    Atau cukup ketidaksempurnaan kita?

    Deretan puisi Rangga dan Cinta di film AADC ini bukan hanya tentang kisah mereka berdua, namun juga tentang kamu yang pernah mencintai, kehilangan, lalu belajar menerima dalam kesendirian. Dari kelima puisi di atas, mana nih yang paling relate banget dengan kisahmu?

  6. FAQ seputar puisi Rangga dan Cinta

    1. Siapa penulis puisi Rangga dan Cinta dalam film AADC?

    Puisi dalam film Ada Apa Dengan Cinta? pertama ditulis oleh Rako Prijanto, sedangkan dalam AADC 2 ditulis oleh M. Aan Mansyur.

    2. Apa yang membuat puisi Rangga dan Cinta masih relevan sampai sekarang?

    Karena kata-kata dalam puisi tersebut menyentuh pengalaman universal, yaitu tentang cinta, rindu, dan kehilangan.

    3. Apa hubungan antara puisi M. Aan Mansyur dan film AADC 2?

    Puisi karya M. Aan Mansyur digunakan dalam film Ada Apa Dengan Cinta? 2 sebagai bentuk komunikasi emosional antara Rangga dan Cinta.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More