Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Memilih Batu Alam Eksterior Agar Tidak Mudah Berlumut

ilustrasi cara memilih batu alam eksterior agar tidak mudah ditumbuhi lumut
ilustrasi cara memilih batu alam eksterior agar tidak mudah ditumbuhi lumut (pexels.com/AXP Photography)
Intinya sih...
  • Kenali tingkat porositas pada jenis batu alamBatu dengan pori-pori besar lebih mudah lembap dan rentan ditumbuhi lumut. Pilih batu dengan kepadatan tinggi dan pori-pori kecil untuk area eksterior.
  • Perhatikan tekstur dan teknik pemasanganBatu dengan permukaan rata meminimalkan risiko tumbuhnya lumut. Pastikan pemasangan rapi dengan nat yang tertutup rapat.
  • Dampak lumut dan jamur terhadap kesehatan penghuniLumut dapat memicu reaksi alergi, asma, hingga iritasi saluran pernapasan. Pilih material eksterior yang tepat untuk menciptakan lingkungan hunian yang lebih higienis.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu baru saja menyelesaikan renovasi teras rumah impian dengan dinding batu alam yang tampak mewah dan estetik. Namun, hanya dalam hitungan bulan, karena hujan yang enggan berhenti, warna aslinya tertutup oleh noda hijau yang licin dan merusak pemandangan secara drastis. Itulah sebabnya sangat penting bagi kamu untuk memahami cara memilih batu alam eksterior agar tidak mudah ditumbuhi lumut sejak tahap perencanaan pembangunan agar keindahan rumah tetap terjaga.

Masalah lumut bukan sekadar urusan estetika yang terganggu, melainkan juga tentang ketahanan struktur bangunan dalam jangka panjang, lho. Kamu tentu tidak ingin menghabiskan waktu akhir pekan yang berharga hanya untuk menyikat dinding luar yang terus-menerus kembali menghijau setiap kali musim hujan tiba, kan? Yuk, intip cara memilih batu alam eksterior yang tepat!


1. Kenali tingkat porositas pada jenis batu alam

ilustrasi cara memilih batu alam eksterior agar tidak mudah ditumbuhi lumut
ilustrasi cara memilih batu alam eksterior agar tidak mudah ditumbuhi lumut (freepix.com/Freepix)

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah memperhatikan tingkat porositas atau kemampuan batu dalam menyerap air. Batu alam dengan pori-pori yang besar, seperti batu paras atau batu palimanan, cenderung lebih mudah lembap karena menyimpan air di dalamnya. Kondisi lembap inilah yang menjadi lingkungan favorit bagi spora lumut untuk hinggap dan berkembang biak dengan sangat cepat di permukaan dinding luar rumahmu.

Sebaiknya kamu memilih jenis batu alam yang mempunyai kepadatan tinggi dan pori-pori kecil untuk area eksterior yang sering terkena air hujan. Jenis batu seperti andesit atau batu candi yang telah diproses dengan benar biasanya lebih tahan terhadap serangan lumut karena permukaannya yang lebih padat. Dengan meminimalkan penyerapan air, kamu secara otomatis telah memutus rantai kehidupan lumut sehingga dinding eksterior akan terlihat bersih dan elegan dalam waktu yang lebih lama, lho.


2. Perhatikan tekstur dan teknik pemasangan

ilustrasi cara memilih batu alam eksterior agar tidak mudah ditumbuhi lumut
ilustrasi cara memilih batu alam eksterior agar tidak mudah ditumbuhi lumut (pexels.com/Hilal Diken)

Selain jenis batunya, tekstur permukaan batu juga memainkan peran penting dalam menentukan apakah lumut akan mudah tumbuh atau tidak. Batu dengan permukaan yang terlalu kasar atau memiliki banyak cekungan alami cenderung menjebak debu dan air hujan di celah-celahnya. Debu yang menumpuk tersebut akan berubah menjadi media tanam yang sempurna bagi lumut, terutama jika area eksterior rumahmu jarang terkena sinar matahari langsung secara optimal.

Kamu bisa mempertimbangkan pemakaian batu alam dengan hasil akhir honed atau polished yang memiliki permukaan lebih rata untuk meminimalkan risiko tersebut. Selain itu, teknik pemasangan yang rapi dengan nat yang tertutup rapat juga sangat memengaruhi ketahanan batu terhadap gangguan tanaman liar, lho. Pastikan tukang yang mengerjakan pemasangan memberikan kemiringan yang tepat pada area lantai agar air tidak menggenang dan memicu kelembapan berlebih pada pori-pori batu alam tersebut, ya.


3. Dampak lumut dan jamur terhadap kesehatan penghuni

ilustrasi cara memilih batu alam eksterior agar tidak mudah ditumbuhi lumut
ilustrasi cara memilih batu alam eksterior agar tidak mudah ditumbuhi lumut (pexels.com/Francesco Paggiaro)

Memilih batu yang anti lumut bukan hanya soal mempercantik tampilan rumah, tetapi juga tentang menjaga kesehatan kamu dan keluarga tercinta. Lumut dan jamur yang tumbuh di area eksterior kerap melepaskan spora ke udara yang dapat terhurup oleh penghuni rumah tanpa disadari setiap harinya. Menurut informasi dari World Health Organization (WHO) dan berbagai jurnal kesehatan lingkungan, paparan spora jamur secara terus-menerus dapat memicu reaksi alergi, asma, hingga iritasi saluran pernapasan yang cukup serius bagi orang yang sensitif, lho.

Oleh karena itu, pemilihan material eksterior yang tepat merupakan langkah preventif untuk menciptakan lingkungan hunian yang lebih higienis dan aman bagi semua anggota keluarga. Dinding yang bersih dari lumut akan mengurangi risiko pertumbuhan mikroorganisme berbahaya yang bisa masuk ke dalam rumah melalui sirkulasi udara atau jendela. Dengan menjaga dinding tetap kering dan bersih, kamu secara tak langsung telah berinvestasi pada kualitas kesehatan jangka panjang bagi setiap orang yang tinggal di dalam rumah.


4. Gunakan lapisan pelindung atau coating berkualitas

ilustrasi cara memilih batu alam eksterior agar tidak mudah ditumbuhi lumut
ilustrasi cara memilih batu alam eksterior agar tidak mudah ditumbuhi lumut (pexels.com/PHILIPPE SERRAND)

Setelah berhasil memilih jenis batu yang tepat, jangan lupa untuk memberikan perlindungan tambahan berupa lapisan coating khusus batu alam, ya. Coating berfungsi sebagai perisai transparan yang menutup pori-pori batu sehingga air tak dapat meresap ke dalam struktur terdalam batu alam tersebut. Ada berbagai pilihan hasil akhir, mulai dari natural, matte, hingga glossy yang bisa kamu sesuaikan dengan konsep desain arsitektur rumah yang ingin kamu tonjolkan.

Pemberian lapisan pelindung ini sebaiknya dilakukan secara berkala, minimal setiap satu atau dua tahun sekali, tergantung pada cuaca dan kondisi lingkungan sekitar. Kamu harus memastikan permukaan batu benar-benar bersih dan kering sebelum mengoleskan cairan coating agar hasilnya maksimal dan tahan lama. Dengan perawatan yang konsisten, kamu tak perlu lagi khawatir memikirkan kerumitan cara memilih batu alam eksterior agar tidak mudah ditumbuhi lumut karena dinding rumahmu sudah terlindungi dengan sangat baik, deh.


5. Pertimbangkan letak dan paparan sinar matahari

ilustrasi cara memilih batu alam eksterior agar tidak mudah ditumbuhi lumut
ilustrasi cara memilih batu alam eksterior agar tidak mudah ditumbuhi lumut (pexels.com/AXP Photography)

Hal terakhir yang perlu kamu perhatikan adalah posisi dinding atau lantai batu alam tersebut terhadap arah datangnya sinar matahari. Lumut menjadi organisme yang sangat menyukai tempat-tempat lembap dan teduh yang tak terjangkau oleh panas matahari secara langsung. Jika kamu berencana memasang batu alam di area yang tertutup bayangan pohon atau di sisi bangunan yang selalu gelap, risiko pertumbuhan lumut akan meningkat berkali-kali lipat dibandingkan area terbuka.

Untuk menyiasati hal ini, kamu disarankan memberikan ruang yang cukup bagi aliran udara di sekitar dinding batu alam milikmu. Cobalah untuk tidak meletakkan tanaman rimbun terlalu mepet dengan dinding agar permukaan batu bisa bernapas dan cepat kering setelah terkena air hujan, ya. Sinar matahari yang cukup dikombinasikan dengan sirkulasi udara yang baik adalah cara alami yang paling efektif untuk mencegah spora lumut berkembang biak di eksterior rumahmu.

Memilih material untuk rumah memang membutuhkan ketelitian, terlebih untuk bagian luar yang sering terpapar cuaca ekstrem setiap hari. Dengan menerapkan panduan di atas, kamu kini sudah tahu rahasia menjaga keindahan rumah tanpa harus repot berperang melawan noda hijau yang membandel. Semoga tips mengenai cara memilih batu alam eksterior agar tidak mudah ditumbuhi lumut ini membantu kamu menciptakan hunian yang tidak hanya estetik, tetapi juga sehat dan tahan lama, ya.



https://prestigesurfaces.com.au/which-natural-stone-is-best-for-outdoor-use/

https://www.londonstone.co.uk/blog/stone-patio-turned-green/

https://www.stoneartbyskl.com/blog/how-to-choose-natural-stone-for-exterior-facades


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

[QUIZ] Hidupmu Romantis, Realistis, atau Penuh Luka?

08 Feb 2026, 21:20 WIBLife