ilustrasi merasa bersalah (pexels.com/Alex Green)
Ada malam ketika kamu sebenarnya ingin tidur lebih awal. Pekerjaanmu belum selesai, tubuhmu sudah lelah, dan kamu hanya ingin menikmati sedikit waktu tanpa memikirkan apa pun. Namun tepat ketika hendak meletakkan ponsel, pesan dari pasangan masuk. Dia sedang menghadapi masalah dan membutuhkan seseorang untuk mendengarkan.
Kamu kembali membalas. Kamu menunda pekerjaanmu, mengesampingkan rasa kantuk, lalu mencoba membantunya merasa lebih baik. Kamu mungkin tidak mengatakannya secara langsung, tetapi ada bagian dari dirimu yang mulai berharap dia bisa menyadari bahwa kamu juga sedang berjuang menghadapi harimu sendiri.
Anehnya, ketika rasa lelah itu berubah menjadi keinginan untuk menjaga jarak sejenak, kamu justru merasa bersalah. Kamu takut dianggap tidak peduli. Kamu khawatir pasanganmu merasa tidak lagi dicintai. Akhirnya, kamu kembali melakukan hal yang sama, meskipun sebenarnya sudah kehabisan tenaga.
Menurut Varinderr Manchanda, seorang life and relationship coach, “Ketika perempuan terus-menerus menjalani peran ini, mereka perlahan bisa kehilangan jati dirinya. Mereka menggambarkannya sebagai perasaan ‘lelah, tetapi dihantui rasa bersalah’. Lelah karena harus menanggung beban emosional pasangan, sekaligus merasa bersalah karena menganggap keinginan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri sebagai bentuk keegoisan,” dikutip dari Cosmopolitan India.
Esok hari ketika kamu bertemu dengannya, kamu mencoba untuk membicarakan hal-hal yang selama ini hanya disimpan sendiri. Kamu menyampaikan apa yang sebenarnya sedang kamu alami dan dukungan apa yang sedang kamu butuhkan. Mungkin dengan pengakuanmu ini, ia akan lebih mengerti bahwa ada beberapa saat, ia harus bertanggung jawab atas dirinya.
Malam berikutnya, ponselmu kembali bergetar, membawa cerita baru tentang hari pasanganmu yang melelahkan. Kamu masih ingin mendengarkan, tetapi kali ini kamu juga ingin menceritakan harimu sendiri. Kamu ingin tahu bagaimana rasanya didengarkan tanpa harus lebih dulu memastikan orang lain baik-baik saja. Tidak hanya memberi, kamu juga ingin diberi perhatian tanpa harus meminta berkali-kali.