Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Sebab Merasa Cemas saat Teman Ajak Bukber

5 Sebab Merasa Cemas  saat Teman Ajak Bukber
ilustrasi merasa cemas (unsplash.com/Vasilis Caravitis)
Intinya Sih
  • Bukber bukan kewajiban, jadi jika tidak nyaman, sampaikan alasannya dengan jelas.
  • Momen reuni di bukber sering jadi ajang "flexing" kesuksesan, membuat beberapa orang merasa cemas dan kurang percaya diri.
  • Tidak semua orang nyaman dengan gaya basa-basi dan kehadiran orang toksik di bukber, sehingga menolak ajakan bukber adalah hal yang wajar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tradisi khas masyarakat Indonesia yang hanya muncul saat bulan puasa, yakni buka puasa bersama atau bukber. Tidak jarang banyak orang yang malah malas untuk mengikuti ajakan bukber, lho. Pada dasarnya, kamu tidak ada kewajiban untuk menerima semua ajakan buka bersama di luar.

Jika memang kamu benar-benar tidak berkenan hadir di acara bukber, katakan dengan jelas alasannya. Ada banyak alasan, mengapa banyak orang malas ikut bukber salah muncul perasaan cemas. Berikut ini lima alasan penyebab muncul rasa cemas dibalik ajakan datang ke acara buka puasa bersama.

1.Menurunkan kepercayaan diri

ilustrasi tidak percaya diri bertemu orang banyak (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi tidak percaya diri bertemu orang banyak (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tidak hanya sekedar untuk buka puasa bersama saja. Bukber kerap menjadi ajang untuk reuni, dengan teman sekolah, komunitas hobi serta reuni dengan rekan kerja di kantor sebelumnya. Namun terkadang, momen reuni ini jadi ajang untuk flexing satu sama lain.

Mereka saling adu kekayaan, kesuksesan bahkan pengalaman liburan. Akibatnya, beberapa orang merasa kurang nyaman, menurunkan kepercayaan diri saat saling bercerita kesuksesan. Jadi muncul perasaan cemas, minder dan cepat ingin pulang karena tidak cocok dengan suasananya.

2.Tidak nyaman untuk berbasa-basi

ilustrasi tidak nyaman basa-basi dengan orang banyak (pexels.com/Anna Shvets:)
ilustrasi tidak nyaman basa-basi dengan orang banyak (pexels.com/Anna Shvets:)

Tidak semua orang nyaman untuk datang ke acara buka puasa bersama, lho. Alasannya, karena mereka tidak menyukai gaya bicara yang basa-basi. Beberapa orang yang hadir di acara bukber, mungkin tidak lagi mengenali satu sama lain.

Untuk kembali mengakrabkan diri, alhasil mereka melemparkan pertanyaan basa-basi. Sehingga menimbulkan kecemasan, takut tersinggung atau merasa kurang percaya diri. Terlebih lagi mereka merasa tidak ada hal yang bisa dibanggakan seperti yang lainnya.

3.Banyak orang toksik yang hadir

ilustrasi trauma bertemu teman lama (pexels.com/Yan Krukau:)
ilustrasi trauma bertemu teman lama (pexels.com/Yan Krukau:)

Saat menerima ajakan buka puasa bersama, kamu tentu mengetahui siapa saja orang-orang yang kemungkinan juga hadir di acara bukber. Jika banyak orang toksik yang akan hadir, sebaiknya segeralah menolak. Jika dipaksakan hadir, akan timbul rasa cemas pada diri kamu selama acara berlangsung.

Ditambah lagi, mereka memberikan pengalaman masa lalu yang kurang mengenakkan. Perasaan cemas muncul saat mereka mengetahui kamu juga hadir di acara tersebut. Tidak jarang, mereka mengungkit-ungkit pengalaman masa lalu tersebut di depan banyak orang.

4.Kurang nyaman makan di tempat ramai

ilustrasi tidak nyaman makan di tempat ramai (freepik.com/freepik)
ilustrasi tidak nyaman makan di tempat ramai (freepik.com/freepik)

Alasan lain mengapa sebagian orag menolak datang ke acara bukber, yaitu kurang nyaman makan di tempat ramai. Mereka lebih nyaman saat makan sendiri atau bersama orang-orang terdekatnya saja. Terlebih lagi, mereka termasuk yang pilih-pilih makanan dengan alasan kesehatan.

Jika menolak makanan, mereka cemas karena banyak mata yang menyorot. Padahal, ia menolak makanan tersebut dengan alasan yang logis. Di sisi lain, ia juga tidak ingin menjelaskan kondisi lebih detail kepada orang yang jarang mereka temui.

5.Ribet buka bersama di luar

ilustrasi ribet persiapan buka puasa bersama (pexels.com/Liza Summer)
ilustrasi ribet persiapan buka puasa bersama (pexels.com/Liza Summer)

Alasan lain, sebagian orang menolak buka bersama di luar, yakni ribet. Kondisi yang mungkin di alami sebelum datang ke acara buka bersama adalah menghadapi kemacetan. Mereka merasa ribet harus buru-buru menyelesaikan pekerjaan untuk segera mengejar datang tepat waktu ke acara bukber.

Di sisi lain, muncul perasaan cemas akibat kondisi keuangan yang harus diperhitungkan. Untuk mereka yang sedang menghemat, pengeluaran uang harus di kontrol sedemikian rupa. Ditambah lagi, saat bukber muncul ide dari teman lain untuk membawa bingkisan, outfit dengan tema tertentu atau tambahan biaya lain.

Agar kamu tidak terbebani, segeralah menolak ajakan buka puasa bersama tersebut. Daripada kamu menghabiskan banyak waktu dengan mereka yang malah membuat kamu cemas dan menurunkan kepercayaan diri. Ungkapkan penolakan tersebut tanpa harus berbohong, disertai permintaan maaf.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us