Mengiyakan permintaan orang biasanya lebih mudah daripada menolaknya. Ketika teman meminta bantuan, rekan kerja menitipkan tugas, atau keluarga mengharapkan sesuatu darimu, seringnya kamu akan bilang iya. Padahal, di dalam hati kamu mungkin merasa lelah, tak punya waktu, atau sebenarnya tak sanggup memenuhi permintaan tersebut.
Meski begitu, rasa tak enak hati sering membuatmu tetap menerima semuanya. Jika kondisi ini terus berulang, selain kehabisan waktu dan energi, kamu juga berisiko mengabaikan kebutuhan diri sendiri. Lalu, bagaimana cara mengatakan tidak tanpa dihantui rasa bersalah? Berikut lima hal yang perlu kamu pahami.
