Ilustrasi pasangan (unsplash.com/Photo by Wesley Tingey)
Menghadapi situationship memerlukan kejujuran terhadap diri sendiri mengenai apa yang sebenarnya diinginkan. Jika tujuan utamanya adalah hubungan serius, penting untuk mengomunikasikan harapan tersebut daripada terus bertahan dalam ketidakpastian.
Dalam pembahasannya, Healthline menekankan bahwa bersikap jujur mengenai perasaan sendiri penting demi kesehatan mental. Bahkan jika pembicaraan tersebut berisiko mengubah dinamika hubungan, kejelasan dapat membantu kedua pihak mengambil keputusan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
"Kamu harus memprioritaskan hubungan dengan orang-orang yang membuat kamu merasa nyaman. Hubungan yang sehat tidak harus monogami atau bahkan berkomitmen dalam arti tradisional, tetapi harus dibangun di atas komunikasi terbuka, kepercayaan, rasa hormat, dan keintiman," demikian dikutip dari Healthline.
Selain itu, mungkin kamu perlu mengevaluasi apakah hubungan tersebut memberikan rasa aman, saling menghormati, dan dukungan emosional. Jika situationship justru terus memunculkan kebingungan dan kecemasan tanpa adanya kemajuan, mengakhiri hubungan bisa menjadi pilihan yang lebih sehat dibanding mempertahankan harapan yang tidak pasti.
Situationship menjadi salah satu gambaran perubahan cara orang menjalin relasi di era modern. Fleksibilitas dan minimnya komitmen memang menarik bagi sebagian orang, tetapi hubungan tanpa definisi juga dapat memunculkan kebingungan apabila ekspektasi kedua belah pihak tidak sejalan.