"Padahal, kehidupan pernikahan jauh lebih panjang daripada pesta yang hanya berlangsung sehari," tulisnya dalam artikel Wedding Planning Hides a Secret yang diterbitkan Psychology Today.
5 Tanda Dia Mau Istri tapi Gak Siap Jadi Suami, Stop the Wedding!

Kesiapan menjadi suami terlihat dari kemauan membahas kehidupan setelah pesta, termasuk tempat tinggal, pembagian tanggung jawab, rencana masa depan, serta perbedaan yang perlu dikompromikan.
Tanda lain muncul ketika ia membebankan urusan domestik sepenuhnya pada istri atau tidak mampu mengelola emosi saat konflik melalui komunikasi yang aman dan saling mendengarkan.
Ketergantungan berlebihan pada orangtua dalam mengambil keputusan dapat terbawa ke pernikahan, sehingga pasangan perlu menilai kemandirian dan kemampuan membangun keputusan bersama.
Menikah bukan cuma soal punya istri, menggelar resepsi impian, atau akhirnya bisa hidup bersama pasangan. Ada tanggung jawab, kompromi, dan berbagai persoalan yang perlu dihadapi bersama setelah pernikahan. Sayangnya, beberapa orang yang ingin segera menikah, padahal belum siap menjalani peran sebagai suami.
Kalau kamu dan pasanganmu sudah mulai membicarakan pernikahan, yuk coba cari tahu apakah dia benar-benar siap jadi suami atau cuma hanya ingin punya istri? Berikut 5 tanda yang harus kamu perhatikan!
1. Lebih sibuk memikirkan pesta daripada kehidupan setelah menikah

Cuplikan drama Genie Make a Wish (Netflix.com/Genie Make a Wish) Dia sangat antusias membahas konsep resepsi, memilih tempat pernikahan, hingga menentukan pakaian yang akan dikenakan pada hari istimewa kalian. Namun, ketika kamu mengajak membicarakan kehidupan setelah menikah, seperti tempat tinggal, pembagian tanggung jawab, dan rencana masa depan, dia justru terlihat kurang tertarik.
Psikolog Bonnie Comfort, Ph.D., menjelaskan bahwa kesibukan mengurus pernikahan dapat menjadi pengalih perhatian dari kecemasan dan pertanyaan besar tentang komitmen seumur hidup. Kalau dia hanya bersemangat mempersiapkan acara, tetapi enggan membicarakan realitas kehidupan rumah tangga, kamu perlu mengajaknya berdiskusi lebih serius.
2. Menganggap perbedaan kalian akan hilang dengan sendirinya

Cuplikan drama Pump up the Healthy Love (kbs.com/Pump up the Healthy Love) Kamu dan pasangan mungkin memiliki perbedaan dan ini sebenarnya sangat wajar. Namun, masalah bisa muncul jika dia menganggap semua perbedaan itu akan hilang begitu kalian menikah.
Psikolog Bonnie dalam artikel yang sama juga menjelaskan bahwa dalam perjalanan pernikahan, pasangan dapat memasuki fase ketika mereka mulai menyadari sisi satu sama lain yang gak sesuai dengan harapan. Karena itu, jangan hanya mengandalkan harapan bahwa cinta akan membuat semua masalah selesai.
Bicarakan perbedaan kalian sejak sebelum menikah dan cari tahu apakah ada jalan tengah yang bisa diterima bersama. Jika ada perbedaan mendasar yang tidak bisa dikompromikan, penting untuk mempertimbangkan dampaknya terhadap kehidupan rumah tangga nantinya.
3. Menganggap semua urusan rumah tangga adalah tugas istri

Cuplikan drama Can This Love be Translated? (Netflix.com/Can This Love be Translated?) Coba perhatikan bagaimana dia memandang pekerjaan rumah tangga. Apakah dia menganggap memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan mengurus anak sepenuhnya menjadi tugas istri, sementara dirinya hanya bertanggung jawab mencari nafkah? Apakah dia bersedia membicarakan pembagian tugas yang adil sesuai kondisi kalian?
Setiap pasangan memang boleh memiliki kesepakatan berbeda tentang pembagian peran. Namun, masalah muncul ketika dia memaksakan semua tanggung jawab domestik kepadamu tanpa mempertimbangkan kesibukan, kesehatan, atau kebutuhanmu.
"Kontribusi suami dalam pekerjaan rumah tangga dapat membantu mengurangi rasa kesal dan ketidakpuasan yang muncul ketika salah satu pasangan merasa menanggung beban lebih besar," tulis psikolog Romeo Vitelli, Ph.D., dalam artikelnya Is Doing Housework a Turn-On yang diterbitkan Psychology Today
4. Gak bisa mengelola emosi saat menghadapi konflik

Cuplikan drama Crushology 101 (mbc.com/Crushology 101) Dalam hubungan, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Namun, kamu perlu memperhatikan bagaimana dia memperlakukanmu ketika konflik terjadi. Apakah dia mau mendengarkan penjelasanmu atau justru langsung membentak, menghina, dan menyalahkanmu?
"Reaksi tersebut bisa memperburuk pertengkaran dan membuat kedua pihak semakin sulit memahami satu sama lain.," tulis terapis pasangan Stephanie Manes, LCSW, dalam artikel Making Sure Emotional Flooding Doesn’t Capsize Your Relationship yang diterbitkan oleh Gottman Institute.
Manes menyarankan agar pasangan mengambil jeda ketika emosi mulai memuncak, menenangkan diri, lalu kembali membicarakan masalah setelah lebih tenang. Jika dia terus meluapkan kemarahan dengan menyakitimu dan menolak memperbaiki cara berkomunikasinya, jangan menganggap perilaku itu akan otomatis berubah setelah menikah.
5. Selalu mengandalkan orangtua untuk mengambil keputusan

Cuplikan drama Would You Marry Me? (SBS.com/Would You Marry Me) Meminta saran orangtua bukan sesuatu yang salah. Pengalaman mereka bisa menjadi pertimbangan berharga ketika kamu dan pasangan menghadapi persoalan. Namun, ada perbedaan antara menghargai pendapat orangtua dan menyerahkan hampir semua keputusan kepada mereka.
The Bowen Center for the Study of the Family dalam artikel bertajuk Multigenerational Transmission Process menjelaskan bahwa tingkat kemandirian seseorang biasanya meniru pola orangtua mereka. Jika sejak sebelum menikah dia masih kesulitan mengambil keputusan sendiri, pola ketergantungan tersebut bisa terbawa ke kehidupan pernikahan. Akibatnya, dia mungkin memilih pasangan yang membiarkannya terus bergantung pada orang lain atau justru sering mengalami konflik dalam rumah tangga.
Jadi, pasanganmu udah benar-benar siap jadi suami atau belum?








![[QUIZ] Pilih Momen Upin Ipin, Seberapa Butuh Validasi Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20260721/pexels-enginakyurt-10817191_4ea6d366-c968-4514-93ae-5ae1eb70b718.jpg)

![[QUIZ] Pilih Awan, Apakah Kamu Pick Me di Mata Orang Lain?](https://image.idntimes.com/post/20250919/pexels-matthewtc-26618143_60ca102c-0bc9-46dc-a707-9f644299bd8e.jpg)


![[QUIZ] Dari Pilihan Warna, Ini Alasan Kamu Betah Sendirian](https://image.idntimes.com/post/20260526/1000030442_2d6ba678-6e49-46f8-a1be-31c367742686.jpg)

![[QUIZ] Pilih Kebun, Ini Perasaan Kamu yang Paling Sering Muncul Tanpa Sebab](https://image.idntimes.com/post/20261007/209340_1e7fb20f-76d5-433c-a317-229c2f26edea.jpg)



![[QUIZ] Pilihan Bunga Ini Ungkap Zona Nyaman yang Susah Kamu Tinggalin](https://image.idntimes.com/post/20260704/1000590851_b1339aee-f45d-4912-8e29-a9e556793402.jpg)

