3 Tips Lebih Sabar dalam Hadapi Pasangan, Cegah Pecah Konflik

- Pahami bahwa pasangan hanyalah manusia biasa yang bisa keliru
- Perhatikan pola perilakunya
- Selalu ingat kebaikan pasangan saat mulai muncul rasa kesal dalam menghadapinya
Idealnya, pasangan diharapkan menjadi sosok yang paling bisa memahami dirimu, ya. Bagaimana tidak, dialah sosok yang kamu cintai dan mencintaimu. Jadi, sudah sewajarnya bila dia seharusnya dapat diandalkan dalam segala situasi, terutama saat kamu merasa dunia sedang tidak berpihak padamu.
Sayangnya, ekspektasi seperti itu terkadang tidak terpenuhi. Pasangan ternyata tidak bisa seratus persen menyenangkan hati karena terkadang justru dialah yang membuatmu merasa sedih. Kendati begitu, jangan buru-buru menarik kesimpulan buruk mengenai diri pasangan. Sebaliknya, saat merasa ada yang kurang pas dalam hubungan, cobalah untuk lebih sabar dengan pasangan agar tidak mudah pecah konflik. Bagaimana caranya? Simak tips berikut ini, yuk!
1. Pahami bahwa pasangan hanyalah manusia biasa yang bisa keliru

Tidak seperti kecewa pada orang lain, kecewa pada pasangan dapat menimbulkan rasa sakit yang berkali-kali lipat lebih parah. Hal semacam ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, pasangan adalah sosok yang menempati posisi penting dalam hidupmu, sehingga saat dia melakukan kesalahan, meski sepele, mampu membuat perasaanmu menjadi begitu tidak nyaman.
Namun, sebelum rasa kecewamu itu menjadi semakin berlarut-larut, coba deh ingat lagi bahwa pasanganmu hanyalah manusia biasa, sama sepertimu. Dia juga dapat melakukan kesalahan, baik yang disengaja atau tidak, sama sepertimu. Kalau kamu terus mengingat hal ini saat merasa ingin marah padanya, tentu emosi jadi mereda dan malah digantikan dengan kasih sayang, kan?
2. Perhatikan pola perilakunya

Harus diakui bahwa saat pasangan melakukan tindakan yang menurutmu kurang tepat, itu dapat melukai perasaanmu. Suasana hati kacau sepanjang hari dan rasanya lelah sekali. Kendati begitu, alangkah bijaksana bila kamu tidak larut dalam kemarahan. Lantas, bagaimana caranya?
Ketika sedang ingin marah pada pasangan, coba lihat pola perilakunya. Perhatikan apakah dia memang telah melakukan hal menyebalkan sepanjang waktu tanpa ada usaha untuk memperbaiki diri atau sebenarnya bertindak kurang menyenangkan hanya pada saat sedang menghadapi suatu permasalahan. Kalau dia kurang memberikan perhatian karena memang sedang lelah dengan urusan yang membebani pikiran, yakin kamu akan tetap tega untuk tidak sabar menghadapinya?
3. Selalu ingat kebaikan pasangan saat mulai muncul rasa kesal dalam menghadapinya

Tidak dapat dimungkiri bahwa pasanganlah yang terkadang menjadi pemicu amarahmu. Perkara dia lupa janjian, tidak membereskan barang, dan lain sebagainya, memang dapat membuat perasaanmu jadi tidak keruan. Kalau tidak bisa mengendalikan diri, kamu pasti akan langsung memulai pertengkaran dengannya.
Namun, alangkah bijaksana bila kamu mau lebih sabar dalam menghadapinya, meski situasinya tidak mudah. Salah satu caranya adalah dengan kembali mengingat segala kebaikan yang telah dia lakukan kepadamu. Ingat momen-momen indah itu agar kamu sadar bahwa ternyata sisi positif pasangan jauh lebih banyak dari sisi negatifnya. Dengan begini, kamu bisa mengatur emosi, sehingga hubungan kalian lekas membaik seperti sedia kala.
Pasangan bisa menjadi sumber kebahagiaan, tetapi terkadang juga menjadi sumber kesedihan. Oleh sebab itu, diperlukan kesabaran dalam menghadapi sosok tersebut agar emosi tetap stabil. Hasilnya, konflik dalam hubungan bisa dicegah atau dikelola secara bijaksana, sehingga suasana menjadi lebih nyaman.


















