Pernah merasa wajah sendiri terlihat berbeda saat bercermin setelah terbiasa melihat foto dengan filter di media sosial? Hidung yang tampak lebih mancung, kulit mulus tanpa pori-pori, hingga bentuk wajah yang terlihat lebih tirus perlahan bisa menjadi gambaran ideal tentang kecantikan. Padahal, wajah yang muncul di layar belum tentu sama dengan penampilan aslinya.
Media sosial memang memberi ruang untuk berekspresi, tetapi tren kecantikan yang terus berulang juga bisa memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri. Ketika wajah dengan fitur serupa terus mendapat pujian dan perhatian, standar cantik seolah semakin mengerucut pada satu gambaran tertentu. Lantas, bagaimana filter dan konten media sosial membentuk cara kita memaknai kecantikan?
