Women With Impact Forum, Balancing Motherhood and A Career. Rabu (16/2/2022). IDN Times/Adyaning Raras
Dalam sesi pertama yang dimoderatori oleh Senior Investment Associated East Ventures, Stacy Oentoro, terungkap bahwa ada banyak sekali stigma atau stereotype yang lekat pada perempuan. Berdasarkan report yang diunggah oleh All Raise pada tahun 2018, data menunjukkan hanya ada 12 persen perempuan dalam sektor VC (Ventures Capital) yang berperan sebagai pengambil keputusan.
Hal tersebut disetujui oleh Avina Sugiarto, Venture Partner of East Ventures, yang melihat fenomena glass ceiling sebagai penyebab putusnya rantai pemberdayaan perempuan. Menurutnya kondisi ini sangat disayangkan karena perempuan punya banyak sekali perspektif dalam pengambilan keputusan. Namun, kini semakin banyak gerakan muncul untuk meminimalisir gender gap dan meningkatkan gender diversity, seperti perusahaan dengan karyawan yang 50 persen di antaranya didominasi oleh perempuan.
Lain halnya dengan sektor teknologi, di mana teknologi menjadi pusat dari seluruh perkembangan dunia saat ini. Sharlini Eriza Putri, CEO dan Co Founder Nusantics, melihat banyaknya isu lingkungan yang kita hadapi, contohnya pandemik. Ibu satu anak ini menyadari bahwa sebenarnya perempuan itu memiliki keuntungan karena berempati tinggi dan dapat berkomunikasi dalam spektrum yang luas.
Mirisnya, masih ada stereotype yang mengatakan bahwa perempuan itu gak bisa punya pekerjaan bagus dalam dunia teknologi. Padahal Sharlini sendiri memulai perjalanannya membangun Nusantics sejak ia masih menyusui buah hati. Nusantics pun terinspirasi dari kasus asli yang dialami oleh bayi, misalnya eczema atau permasalahan lain yang terhubung dengan microbial related diseases.
"Permasalahan seperti ini membukakan peluang yang besar dan bisa dilihat dengan jelas menggunakan perspektif wanita daripada laki-laki. Pasti ada stereotype untuk wanita seperti kita, tapi nantinya di masa depan ‘the game’ will be different. Kita benar-benar menghadapi permasalahan serius tentang lingkungan dan kesehatan. Kita cuma bisa menyelesaikan semua permasalahan ini dengan mempelajari dinamika hidup. Kita sebagai wanita punya pemahaman yang luas soal itu," jelasnya.