Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Hal yang Sebaiknya Tidak Kamu Lakukan Saat Berada di Salon Rambut

ilustrasi di salon
ilustrasi di salon (pexels.com/Sergey Makashin)
Intinya sih...
  • Terlalu banyak menggerakkan kepala
  • Keluar dalam keadaan rambut belum kering sepenuhnya
  • Menginginkan hasil yang instan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di balik tatanan rambut yang indah, terdapat sentuhan tangan penata rambut yang berbakat. Ya, rambut bukan hanya berfungsi sebagai pelindung dan penghias kulit kepala, tetapi juga berperan penting dalam kehidupan setiap orang.

Rambut bisa mencerminkan kondisi emosional dan fisik seseorang. Lewat tatanan rambut yang pas, kamu bisa mengubah penampilan secara keseluruhan. Salon rambut ibarat ruang yang memudahkanmu mendapatkan gaya rambut impian.

Namun, tanpa disadari ada sejumlah kebiasaan pelanggan yang bisa membuat penata rambut merasa kurang nyaman. Apa sajakah itu? Yuk, simak bersama hal-hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan saat berada di salon rambut.  

1. Terlalu banyak menggerakkan kepala

ilustrasi memotong rambut
ilustrasi memotong rambut (pexels.com/Maria Geller)

Mungkin hampir semua penata rambut pernah merasakan pengalaman yang kurang menyenangkan ini. Di mana klien mereka sering kali menggerakkan kepala saat proses memotong, mewarnai, atau bahkan mencuci rambut. Tentu tindakan tersebut tidak hanya membuat jengkel para penata rambut, tetapi juga berisiko menyebabkan hasil tatanan rambut menjadi kurang sempurna.

“Tidak menjaga posisi kepala pada satu tempat atau menggerakkannya ke sana kemari saat proses memotong dan mewarnai rambut merupakan hal menjengkelkan yang dilakukan oleh beberapa pelanggan,” ungkap Sarah Yorke, penata rambut dan pendiri Stylebook Directory, dilansir The Sun.

Selain itu, ahli pewarnaan rambut, Tiffanie Richards, juga menegaskan bahwa penata rambut akan lebih suka jika pelanggan mereka tidak menggerakkan kepala tanpa instruksi. Sebab, memiringkan kepala atau menoleh ke kanan dan ke kiri mengikuti gerak penata rambut, justru akan membuat proses penataan menjadi lebih rumit.

“Sering kali orang akan mengikuti kami dan posisi tubuh kami berpikir itu membantu,” ujar Richards, dikutip dari Real Simple.

“Padahal, kami lebih suka menggerakkan tubuh kami sendiri untuk mencapai kepala klien pada sudut yang kami inginkan,” imbuhnya.

2. Keluar dalam keadaan rambut belum kering sepenuhnya

ilustrasi melakukan perawatan di salon rambut
ilustrasi melakukan perawatan di salon rambut (pexels.com/RDNE Stock project)

Banyak pelanggan berasumsi bahwa mereka bisa mengurangi beban pekerjaan penata rambut dengan cara pergi lebih cepat. Padahal, keluar dari salon ketika rambut belum sepenuhnya kering atau selesai bisa menimbulkan kesalahpahaman bagi calon konsumen lain mengenai layanan di salon tersebut.

“Tentu, potong rambut rutin lebih mudah dibanding pewarnaan akar dan highlight seluruh kepala. Akan tetapi, terburu-buru keluar dari salon dengan rambut basah setelah pewarnaan merupakan tindakan yang buruk,” jelas Richards.

Richards merekomendasikan agar pelanggan menunggu setidaknya beberapa menit sampai bagian depan rambut sudah mengering. Hal ini bertujuan supaya pelanggan dan penata rambut bisa sama-sama melihat apakah masih ada yang kurang dari segi hasil atau tidak. Jika memang ada sedikit kekurangan, pelanggan pun dapat langsung meminta perbaikan di waktu yang sama tanpa perlu mengatur ulang jadwal.

3. Menginginkan hasil yang instan

ilustrasi proses mengecat rambut
ilustrasi proses mengecat rambut (pexels.com/Ionela Mat)

Setiap orang pasti punya kesibukan. Namun ketika kamu sudah berada di salon rambut, alangkah baiknya jika kamu hanya fokus pada kegiatanmu di salon serta mempercayakan hasil akhir kepada kinerja penata rambutmu sepenuhnya.

Sarah mengungkapkan, salah satu hal paling menyebalkan adalah ketika klien ingin mendapatkan gaya rambut impian mereka dengan cepat. Padahal, menurutnya untuk memperoleh gaya rambut yang sempurna dibutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup.

“Dibutuhkan waktu dan ketelitian untuk memotong rambut, bahkan potongan paling sederhana sekalipun,” ucap Sarah.

4. Tidak mau menerima saran, tapi sering mengeluh

ilustrasi melakukan perawatan rambut di salon
ilustrasi melakukan perawatan rambut di salon (pexels.com/Artem Podrez)

Banyak pelanggan yang ingin memiliki rambut indah, tapi enggan menerima saran dari penata rambut. Sering kali pelanggan datang dengan menunjukkan gaya rambut yang mereka inginkan, tapi gaya rambut tersebut tidak serta-merta akan langsung diaplikasikan oleh penata rambut.

Dalam praktiknya, penata rambut akan menelaah terlebih dahulu model rambut tersebut, kemudian memutuskan apakah cocok diterapkan kepada klien mereka atau tidak. Namun masalahnya, beberapa klien enggan menerima saran dari penata rambut. Sebaliknya, mereka sering mengeluh dan bersikeras dengan kemauan mereka.

“Beberapa pelanggan tidak mengindahkan saran profesional dari penata rambut. Hal inilah yang membuat penata rambut merasa jengkel. Kami lebih memahami pengetahuan tentang rambut. Jadi, kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada klien kami,” terang Sarah.

Sebagai seorang pelanggan, tentu kamu menginginkan pengalaman perawatan rambut yang menyenangkan, bukan? Hal ini bisa kamu wujudkan jika kamu dan penata rambut mempunyai sikap saling menghargai. Karena penata rambut adalah orang profesional, tentu mereka akan berusaha membuat pelanggan merasa nyaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Ide Part-time Online Fleksibel untuk Mahasiswa Tanpa Ganggu Kuliah

09 Feb 2026, 19:32 WIBLife