3 Alasan Harus Belajar Berani Pergi ke Mana-mana Sendirian

Manusia memang merupakan makhluk sosial yang memerlukan interaksi dengan orang lain demi mencapai berbagai tujuan. Oleh sebab itu, bukan hal yang mengherankan bila interaksi sosial menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi setiap hari. Jangankan melakukan sebuah pekerjaan besar, sekadar nongkrong di kafe atau pergi nonton di bioskop saja kamu sering mengajak teman, bahkan sampai beramai-ramai karena sadar bila sendirian tidak akan seseru itu, kan?
Kendati begitu, tentu bukan berarti seseorang harus selalu bergantung pada orang lain dalam segala aspek. Terlepas dari banyaknya keluarga, sahabat, teman, atau mungkin kenalan yang dimiliki, kamu tetap harus belajar untuk berani pergi ke mana-mana sendirian. Jika kamu penasaran alasan di balik harus belajar berani pergi ke mana-mana sendirian, baca dulu artikel ini sampai tuntas, ya!
1. Jumlah teman akan semakin berkurang saat usia dewasa

Punya banyak teman kerap kali menciptakan sensasi aman dan nyaman dalam diri. Pasalnya, situasi ini biasanya diasosiasikan dengan banyaknya bantuan dalam berbagai hal, sehingga mengurangi rasa khawatir dalam menjalani hidup. Sayangnya, kondisi tersebut terkadang hanya menjadi ilusi belaka karena pada kenyataannya jumlah teman yang kamu miliki akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Mereka yang dulu hampir setiap hari menghabiskan waktu denganmu, bahkan berjanji agar kalian bisa terus bersama, ternyata kini sibuk juga dengan kehidupannya masing-masing, bukan begitu?
Oleh sebab itu, suka atau tidak, kamu memang harus belajar memberanikan diri untuk pergi ke mana-mana sendirian. Kemandirian seperti ini akan menyelamatkanmu dalam berbagai situasi. Jika sedang ada teman yang bisa diajak jalan bersama, tentu akan terasa menyenangkan. Namun, bila semuanya sedang sibuk dengan dunianya, kamu tetap dapat melanjutkan hidup tanpa rasa takut.
2. Setiap orang memiliki kepentingan masing-masing, sehingga tidak bisa terus saling menunggu

Pergi bersama teman memang mengasyikkan. Selain punya rekan untuk mengobrol tentang banyak hal, kamu bisa mencoba beragam aktivitas seru bersama mereka. Namun, hal seperti ini tentu tidak akan berlangsung selamanya, sehingga kamu perlu mulai terbiasa untuk melakukan beragam kegiatan seorang diri, termasuk untuk urusan bepergian.
Pasalnya, saat tumbuh dewasa, setiap orang akan mulai fokus pada kepentingannya masing-masing. Jadwal harianmu dan teman-teman dekatmu pasti tidak akan selalu selaras. Jika kamu terlalu bergantung kepada mereka hanya karena tidak percaya diri bila pergi sendirian, pasti nanti akan rugi karena urusamu tidak bisa lekas terselesaikan.
3. Tidak semua orang punya waktu untuk memperhatikan orang lain

Salah satu alasan seseorang tidak berani pergi ke mana-mana sendiri adalah karena merasa dirinya seolah menjadi pusat perhatian. Setiap kali sendirian, dia seperti diamati oleh orang-orang di sekitarnya dan menjadi risi. Akibatnya, orang seperti ini akan berusaha untuk selalu mencari teman bila hendak menuju ke suatu tempat. Kalau sedang tidak ada yang free, dia bahkan rela membatalkan rencananya. Repot banget, deh!
Kalau kamu juga mengalami situasi seperti ini, coba dengarkan baik-baik, ya. Di era super sibuk seperti sekarang, hampir setiap orang hanya peduli pada urusannya masing-masing. Mereka tidak punya waktu untuk hal yang kurang urgent, apa lagi memperhatikan orang lain. Orang-orang mungkin hanya akan melihatmu sekilas saat kamu masuk ke dalam sebuah kafe, toko, atau tempat lain, lalu kembali fokus pada kegiatannya. Jadi, tidak ada alasan untuk takut bila memang harus pergi sendiri. Oke?
Harus belajar berani pergi ke mana-mana sendirian adalah hal yang perlu dilatih di era sekarang. Kendati awalnya memang terasa aneh, atau malah menakutkan, tetapi kamu akan mampu menyesuaikan diri seiring dengan berjalannya waktu. Kalau sudah percaya diri untuk berpergian tanpa teman, tidak ada hal yang tidak bisa kamu hadapi, deh!



















