Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Kesalahan Makeup Pemula karena Salah Shade dan Kombinasi

6 Kesalahan Makeup Pemula karena Salah Shade dan Kombinasi
ilustrasi seseorang memakai makeup (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya Sih
  • Banyak pemula melakukan kesalahan memilih shade makeup tanpa memahami warna kulit dan undertone, sehingga hasilnya tampak tidak natural atau terlalu kontras di wajah.
  • Teknik blending yang kurang tepat sering membuat foundation, eyeshadow, dan blush terlihat tidak menyatu, padahal langkah ini penting agar makeup tampak halus dan profesional.
  • Artikel menekankan pentingnya latihan serta pemahaman pribadi terhadap warna kulit dan teknik aplikasi agar makeup terlihat natural, seimbang, dan meningkatkan rasa percaya diri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makeup sering dianggap sebagai cara sederhana untuk meningkatkan penampilan, tetapi bagi pemula, prosesnya gak selalu semudah yang terlihat di media sosial. Banyak orang langsung membeli produk karena tertarik warna atau tren tanpa benar-benar memahami apakah shade tersebut cocok dengan warna kulitnya. Akibatnya, hasil makeup justru terlihat kurang menyatu, terlalu kontras, atau bahkan membuat wajah tampak kusam. Kesalahan seperti ini sebenarnya sangat umum terjadi, terutama jika kamu masih dalam tahap eksplorasi dunia makeup. Tanpa disadari, pemilihan shade dan teknik blend yang kurang tepat bisa membuat tampilan makeup terlihat kurang natural.

Padahal, kunci dari makeup yang terlihat bagus bukan hanya produk mahal atau teknik yang rumit. Hal yang paling dasar justru ada pada pemilihan warna yang tepat dan cara membaurkan produk ke kulit. Banyak pemula fokus pada warna yang sedang populer tanpa mempertimbangkan undertone kulit mereka sendiri. Selain itu, teknik blending sering dianggap sepele, padahal ini adalah langkah yang membuat makeup terlihat halus dan menyatu. Kalau kamu pernah merasa makeup terlihat 'berat' atau garisnya terlalu jelas, bisa jadi ada kesalahan di dua hal ini. Supaya kamu bisa menghindarinya, berikut enam kesalahan makeup pemula yang sering terjadi karena salah memilih shade dan metode blending.

1. Memilih foundation hanya berdasarkan warna di kemasan

ilustrasi foundation
ilustrasi foundation (pexels.com/Pixabay)

Salah satu kesalahan paling umum yang sering dilakukan pemula adalah memilih foundation hanya berdasarkan warna yang terlihat di kemasan atau di botolnya. Banyak orang mengira warna yang terlihat di luar akan sama ketika diaplikasikan di kulit. Padahal, warna foundation bisa berubah sedikit setelah menyatu dengan minyak alami kulit atau terkena oksidasi. Akibatnya, warna foundation bisa terlihat lebih gelap atau justru terlalu terang dibandingkan warna kulit asli. Jika kamu hanya mengandalkan tampilan kemasan, kemungkinan besar hasilnya gak akan sesuai harapan.

Selain itu, banyak pemula mencoba foundation di punggung tangan, bukan di wajah atau leher. Padahal warna kulit tangan sering berbeda dengan warna wajah. Hal ini membuat shade yang dipilih terlihat cocok di tangan tetapi tampak aneh ketika diaplikasikan di wajah. Cara yang lebih aman adalah mencoba foundation di area rahang atau leher agar warnanya bisa menyatu dengan kulit wajah dan tubuh. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan shade yang terlihat lebih natural dan gak membuat wajah seperti memakai topeng.

2. Mengabaikan undertone kulit saat memilih shade

ilustrasi memakai makeup
ilustrasi memakai makeup (pexels.com/Karola G)

Selain warna dasar kulit, undertone juga memainkan peran besar dalam menentukan shade makeup yang cocok. Banyak pemula hanya fokus pada tingkat terang atau gelapnya foundation tanpa memperhatikan apakah undertone mereka warm, cool, atau neutral. Akibatnya, warna foundation bisa terlihat terlalu kuning, terlalu merah, atau bahkan abu-abu di wajah. Kesalahan ini sering membuat makeup terlihat gak segar meskipun shade-nya terlihat mirip dengan warna kulit. Kalau kamu pernah merasa foundation membuat wajah terlihat kusam, kemungkinan besar undertone-nya gak cocok.

Memahami undertone sebenarnya gak terlalu sulit jika kamu tahu tanda-tandanya. Misalnya, orang dengan undertone warm biasanya cocok dengan foundation bernuansa kuning atau golden. Sementara itu, undertone cool lebih cocok dengan foundation bernuansa pink atau rosy. Jika kamu memiliki undertone neutral, biasanya lebih fleksibel dalam memilih shade. Dengan memahami hal ini, kamu bisa lebih mudah menemukan produk yang benar-benar menyatu dengan warna kulitmu.

3. Menggunakan concealer yang terlalu terang

ilustrasi seseorang memakai concealer (freepik.com/pikisuperstar)
ilustrasi seseorang memakai concealer (freepik.com/pikisuperstar)

Banyak pemula percaya bahwa concealer harus jauh lebih terang dari warna foundation agar area bawah mata terlihat lebih cerah. Meskipun teknik highlighting memang ada dalam makeup, menggunakan concealer yang terlalu terang justru bisa membuat hasilnya terlihat gak natural. Area bawah mata bisa tampak seperti memiliki bercak putih yang kontras dengan wajah. Hal ini sering terjadi karena pemula mengikuti tren tanpa memahami cara menyesuaikannya dengan wajah sendiri. Akibatnya, makeup terlihat lebih berat daripada yang diharapkan.

Selain itu, concealer yang terlalu terang juga bisa membuat garis halus di bawah mata terlihat lebih jelas. Warna yang kontras cenderung menarik perhatian ke area tersebut. Idealnya, concealer untuk menutupi dark circle hanya satu tingkat lebih terang dari foundation. Jika ingin efek brightening, kamu masih bisa menambahkan sedikit produk di titik tertentu. Dengan cara ini, hasilnya tetap cerah tetapi gak terlihat berlebihan.

4. Gak membaurkan foundation hingga ke leher

ilustrasi foundation (freepik.com/freepik)
ilustrasi foundation (freepik.com/freepik)

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah hanya mengaplikasikan foundation di wajah tanpa membaurkannya ke area leher. Banyak pemula fokus meratakan produk di pipi, dahi, dan hidung, tetapi lupa bahwa warna wajah harus menyatu dengan bagian tubuh lainnya. Jika foundation berhenti tepat di garis rahang, perbedaan warna antara wajah dan leher bisa terlihat sangat jelas. Hal ini sering membuat makeup tampak seperti 'terpisah' dari kulit asli. Meskipun shade-nya sudah tepat, hasil akhirnya tetap terlihat kurang natural.

Blending hingga ke leher sebenarnya gak membutuhkan produk tambahan yang banyak. Kamu hanya perlu menggunakan sisa foundation di brush atau sponge untuk meratakannya sedikit ke arah bawah. Dengan begitu, transisi warna antara wajah dan leher terlihat lebih halus. Teknik sederhana ini sering diabaikan, padahal efeknya sangat besar dalam membuat makeup terlihat lebih profesional. Ketika semuanya menyatu, orang lain bahkan gak menyadari bahwa kamu sedang memakai foundation.

5. Blend eyeshadow terlalu sedikit atau terlalu banyak

ilustrasi eyeshadow (pexels.com/zhugewala)
ilustrasi eyeshadow (pexels.com/zhugewala)

Eyeshadow adalah salah satu area makeup yang sangat bergantung pada teknik blending. Banyak pemula hanya mengaplikasikan warna di kelopak mata tanpa benar-benar membaurkannya. Akibatnya, garis antarwarna terlihat terlalu tajam dan gak menyatu. Makeup mata jadi tampak kaku dan kurang lembut. Kesalahan ini sering terjadi karena pemula takut warna eyeshadow akan hilang jika terlalu banyak dibaurkan. Padahal blending yang tepat justru membuat gradasi warna terlihat lebih indah.

Sebaliknya, ada juga pemula yang terlalu banyak melakukan blending hingga semua warna eyeshadow terlihat sama. Alih-alih menciptakan dimensi, warna yang terlalu tercampur justru membuat tampilan mata terlihat flat. Kunci dari blending adalah menemukan keseimbangan antara gradasi yang halus dan warna yang tetap terlihat jelas. Kamu bisa menggunakan brush yang bersih untuk membaurkan bagian tepi eyeshadow tanpa mencampur semua warnanya. Dengan latihan, teknik ini akan membuat makeup mata terlihat jauh lebih rapi.

6. Mengaplikasikan blush tanpa teknik blend yang tepat

ilustrasi blush on (pexels.com/MART PRODUCTION)
ilustrasi blush on (pexels.com/MART PRODUCTION)

Blush adalah produk yang bisa langsung memberi efek segar pada wajah. Namun jika shade yang dipilih terlalu terang atau gak dibaurkan dengan baik, hasilnya bisa terlihat seperti bercak warna di pipi. Banyak pemula mengambil terlalu banyak produk sekaligus, lalu langsung mengaplikasikannya ke pipi. Akibatnya, warna blush terlihat terlalu kuat dan sulit diratakan. Hal ini membuat wajah tampak gak seimbang dengan bagian makeup lainnya.

Teknik yang lebih aman adalah mengambil sedikit produk terlebih dahulu lalu menambahkannya secara bertahap. Dengan cara ini, kamu bisa mengontrol intensitas warna sesuai keinginan. Setelah itu, pastikan kamu membaurkan blush ke arah pelipis agar warnanya terlihat lebih menyatu dengan kulit. Blend yang baik akan membuat pipi terlihat merona alami, bukan seperti noda warna. Ketika teknik ini sudah dikuasai, blush bisa menjadi salah satu elemen yang paling mempercantik keseluruhan makeup.

Makeup sebenarnya adalah proses belajar yang penuh eksperimen. Gak ada orang yang langsung mahir sejak pertama kali mencoba berbagai produk dan teknik. Kesalahan dalam memilih shade atau melakukan blending adalah bagian yang hampir pasti dialami oleh semua pemula. Bahkan banyak beauty enthusiast yang sekarang terlihat sangat profesional juga pernah mengalami hal yang sama. Jadi kalau kamu pernah merasa makeup terlihat kurang rapi atau warnanya gak menyatu, itu adalah hal yang sangat wajar.

Yang terpenting adalah terus mencoba dan memahami apa yang paling cocok dengan wajahmu sendiri. Setiap orang memiliki warna kulit, undertone, dan bentuk wajah yang berbeda, sehingga gak semua tren bisa diterapkan dengan cara yang sama. Dengan lebih memperhatikan pemilihan shade dan teknik blending, kamu bisa membuat makeup terlihat jauh lebih natural dan rapi. Lama-kelamaan, kamu juga akan menemukan gaya makeup yang paling nyaman untuk dipakai sehari-hari. Ketika sudah terbiasa, proses makeup bahkan bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan dan membuat kamu semakin percaya diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us