"Asam hialuronat adalah bahan utama dalam rutinitas ini karena menarik dan menahan molekul air. Rutinitas skin flooding juga dapat mencakup serum niacinamide untuk manfaat tambahan yang menenangkan dan anti-inflamasi. Dengan melapisi produk secara hati-hati, dimulai dengan produk yang lebih tipis dan berbahan dasar air terlebih dahulu, diikuti dengan produk yang lebih kental dengan kandungan minyak lebih tinggi, akan memungkinkan produk Anda memberikan hidrasi secara efektif," tambahnya.
Mengenal Perawatan Skin Flooding, Apakah Aman untuk Kulit?

Skin flooding menjadi salah satu teknik perawatan kulit wajah yang saat ini cukup banyak diperbincangkan. Seperti namanya, metode ini secara sederhana bisa diartikan sebagai "membanjiri kulit" yang merujuk pada perawatan untuk melembapkan kulit yang kering.
Sekilas, mungkin teknik ini hanya punya manfaat sebagai pelembap saja. Namun, ternyata metode ini lebih dari sekadar melembapkan kulit wajah saja. Biar gak penasaran, yuk simak penjelasannya di bawah!
1. Apa itu skin flooding?

Meskipun punya arti "membanjiri", bukan berarti kamu harus membasahi wajah dengan air. Skin flooding melibatkan pelapisan produk pelembap dalam urutan tertentu untuk memberikan hidrasi yang lebih dalam dan tahan lama.
Dikutip Byrdie, Toral Vaidya, dokter residen dermatologi, menyebut, bila metode ini melibatkan empat langkah sederhana, yaitu membersihkan kulit dengan lembut, menyemprotkan face mist, mengoleskan satu atau dua serum, dan melembapkan kulit.
2. Manfaat dari skin flooding

Sebenarnya, manfaat utama dari teknik ini adalah untuk menghidrasi kulit. Namun, berbeda dengan sekadar menggunakan pelembap dalam perawatan harian, dengan teknik skin flooding memungkinkan perawatan kulitmu bisa menembus lebih ke dalam kulit dan membuat perawatanmu lebih efektif.
Renee Rouleau, skincare expert, dikutip InStyle, mengatakan, cara ini bisa juga mengunci kelembapan di semua lapisan kulit untuk menahan air dan menjaganya tetap terhidrasi.
“Dehidrasi pada kulit menjadi penyebab banyak masalah antara lain iritasi, kemerahan, peradangan, dan jerawat. Jadi, memastikan kamu menghidrasi pelindung kulit dengan cukup akan menghasilkan kulit yang lebih lembut dan kenyal,” tambah Dendy Engelman, seorang dokter kulit, dilansir InStyle.
3. Skin flooding bisa dilakukan oleh semua tipe kulit?

Teknik ini mungkin akan sangat bermanfaat untuk kamu yang punya tipe kulit kering atau dehidrasi. Rouleau mengungkapkan, skin flooding juga bisa dipilih untuk kamu yang punya kulit ekstra kering dan sensitif. Namun, bagi pemilik kulit yang rentan berjerawat, ia menyarankan agar lebih berhati-hati sebab menggunakan terlalu banyak produk berisiko menyumbat pori-pori.
Dr. Engelman juga menjelaskan, “Sebenarnya semua jenis kulit dapat menggunakan metode pelembap ekstrem ini, tetapi metode ini paling bermanfaat bagi mereka yang memiliki kulit kering. Perbedaan utama antara jenis kulit yang menggunakan metode ini adalah frekuensi kamu melakukannya. Jika kamu memiliki kulit yang sangat kering, tambahkan ke dalam rutinitas harianmu. Jika kamu memiliki kulit berminyak atau kombinasi, saya sarankan melakukannya sekali atau dua kali seminggu”.
4. Cara melakukan teknik skin flooding

Untuk melakukan skin flooding, pertama kamu bisa mulai dengan mencuci wajah dengan sabun seperti biasanya. Vaidya menyarankan, sebaiknya pilih sabun pencuci yang lembut yang gak menghilangkan minyak alami di kulit untuk lebih mempersiapkan kulit menerima perawatan lanjutan.
Setelah itu, biarkan wajahmu hingga sedikit lembap dan jangan mengeringkannya menggunakan handuk atau tisu. Sebab, moisturizer mampu menyerap air lebih efektif.
Selanjutnya, oleskan atau teteskan serum asam hyaluronat pada kulit yang lembap, lalu ratakan dengan tanganmu. Sebenarnya produk ini saja sudah cukup, tetapi jika kamu ingin mendapat manfaat tambahan bisa juga melanjutkannya dengan mengaplikasikan serum dengan niacinamide, yang punya manfaat menenangkan dan anti-inflamasi.
Terakhir, tutup dengan menggunakan losion barrier-protecting atau krim untuk menyegel produk kamu. Jika perawatan ini dilakukan di pagi hari, maka lanjutkan dengan mengoleskan sunscreen atau tabir surya sebagai langkah akhir perawatan wajahmu.
5. Dampak yang ditimbulkan dari perawatan skin flooding

Sebenarnya, skin flooding gak akan menimbulkan dampak buruk seperti reaksi iritasi pada kulit karena gak melibatkan bahan-bahan aktif dalam perawatannya. Sehingga, cukup aman untuk sebagian besar jenis kulit.
Namun, untuk pemilik kulit sensitif, Vaidya menghimbau agar lebih berhati-hati karena ini bisa meningkatkan penetrasi produk perawatan kulit. Selain itu, untuk pemilik kulit berminyak dan rentan berjerawat, perawatan ini juga kurang direkomendasikan. Sebab, terlalu banyak menggunakan produk bisa berisiko menyebabkan jerawat.
Terakhir, jika kamu punya kondisi kulit atau masalah medis tertentu, sebaiknya konsultasikan juga dengan dokter kulit pribadimu. Dengan begitu, kamu jadi tahu apakah rutinitas ini tepat untukmu atau sebaliknya.
Itulah penjelasan mengenai skin flooding yang perlu kamu ketahui. Untuk bisa mendapatkan manfaatnya secara maksimal, pastikan kamu mengikuti langkah-langkahnya dengan tepat dan konsisten. Semoga bermanfaat!





















