Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Merayakan Cerita dan Perjalanan Fashion Indonesia Bersama Senayan City

6 min read
Merayakan Cerita dan Perjalanan Fashion Indonesia Bersama Senayan City
Perayaan 20th Anniversary Senayan City, di Senayan City, Jumat (18/9/2026). (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)
  • Senayan City merayakan 20 tahun perjalanan melalui program yang menghubungkan fashion, budaya, kreativitas, serta kontribusi tenants, desainer, mitra, media, dan kolaborator.
  • Coffee table book Essence & Presence merangkum tonggak dan cerita dua dekade Senayan City; 20 eksemplar diberikan kepada VIP tenants serta partners, lalu didistribusikan terbatas.
  • Fashion Nation 20th Edition berlangsung 18–26 September 2026, menghadirkan GAYA, pop-up amal Draft, serta presentasi desainer seperti Mel Ahyar Archipelago dan TOTON.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Dua dekade bukan sekadar angka. Selama 20 tahun, ada begitu banyak pertemuan, cerita, kolaborasi, hingga perubahan yang ikut membentuk perjalanan sebuah ruang. Hal tersebut menjadi semangat yang dibawa Senayan City dalam merayakan Anniversary ke-20 tahun melalui rangkaian program yang mempertemukan fashion, budaya, kreativitas, dan berbagai cerita dari orang-orang yang menjadi bagian di dalamnya.

Memasuki usia dua dekade, Senayan City tidak hanya melihat kembali perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga menghadirkan berbagai program untuk merayakan perkembangan ekosistem kreatif Indonesia. Mulai dari peluncuran coffee table book Essence & Presence, instalasi, hingga Fashion Nation 20th Edition: The Icon Edit, seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari perayaan 20 tahun yang terasa lebih dekat dengan publik.

  1. 1. 20 tahun Senayan City, merayakan perjalanan yang dibangun bersama

    Perayaan 20th Anniversary Senayan City, di Senayan City, Jumat (18/9/2026)
    Perayaan 20th Anniversary Senayan City, di Senayan City, Jumat (18/9/2026). (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Bagi Senayan City, perjalanan selama 20 tahun tidak dapat dilepaskan dari orang-orang yang selama ini hadir dan berkontribusi. Tenants, desainer, creative partners, media, hingga para kolaborator menjadi bagian dari cerita yang membentuk Senayan City hingga saat ini. Karena itu, Anniversary ke-20 tidak hanya dirayakan sebagai sebuah pencapaian, tetapi juga menjadi momentum untuk mengapresiasi perjalanan tersebut.

    Halina, Leasing & Marketing Communication Director Senayan City, mengatakan bahwa perayaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai pihak yang telah berjalan bersama. Menurutnya, 20 tahun merupakan sebuah milestone yang dibangun bersama oleh begitu banyak orang, cerita, hubungan, dan kolaborasi.

    “Peluncuran buku Essence & Presence menjadi bentuk apresiasi perjalanan dan cerita semua orang,” ujarnya, dalam peluncuran coffee table book Essence & Presence sebagai rangkaian perayaan 20th Anniversary Senayan City, di Senayan City, Jumat (18/9/2026).

  2. 2. Essence & Presence, mengabadikan cerita di balik 20 tahun perjalanan

    Perayaan 20th Anniversary Senayan City, di Senayan City, Jumat (18/9/2026)
    Perayaan 20th Anniversary Senayan City, di Senayan City, Jumat (18/9/2026). (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Salah satu bagian utama dari perayaan anniversary Senayan City adalah peluncuran Essence & Presence, sebuah coffee table book yang merangkum perjalanan Senayan City selama dua dekade. Buku ini menghadirkan berbagai cerita, tonggak pencapaian, serta kontribusi dari mereka yang telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

    Menariknya, Essence & Presence tidak ditempatkan hanya sebagai dokumentasi perjalanan. Buku ini menjadi bentuk penghormatan terhadap hubungan dan kolaborasi yang ikut membentuk Senayan City. Sebanyak 20 eksemplar juga dipersembahkan kepada sejumlah VIP tenants dan partners sebagai apresiasi atas kontribusi mereka. Selanjutnya, buku tersebut didistribusikan secara terbatas dan ditempatkan di sejumlah executive serta luxury lounges terpilih.

    Dengan begitu, setiap halaman dalam Essence & Presence bukan hanya berbicara tentang perjalanan sebuah destinasi, tetapi juga tentang orang-orang yang mengisinya. Ada cerita dari berbagai pihak yang membuat perjalanan 20 tahun tersebut terasa lebih personal dan bermakna.

  3. 3. Instalasi GAYA, ketika fashion menjadi ruang untuk mengekspresikan identitas

    Perayaan 20th Anniversary Senayan City, di Senayan City, Jumat (18/9/2026)
    Perayaan 20th Anniversary Senayan City, di Senayan City, Jumat (18/9/2026). (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Semangat merayakan fashion juga hadir melalui kolaborasi Senayan City dengan Indonesian Fashion Designers Council (IFDC) dalam GAYA. Exhibition ini mengeksplorasi fashion, identitas, dan ekspresi kreatif Indonesia, sekaligus menjadi salah satu bagian dari rangkaian Fashion Nation 20th Edition: The Icon Edit.

    Kehadiran GAYA memperlihatkan bahwa fashion tidak berhenti pada pakaian yang dikenakan. Di dalamnya terdapat identitas, perspektif, proses kreatif, dan cara setiap desainer menerjemahkan gagasan menjadi sesuatu yang dapat dinikmati publik.

    Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya Senayan City untuk terus menghadirkan fashion sebagai ruang bertemu. Halina mengatakan, sejak awal Senayan City terus mendukung industri fashion tanah air dan menjadi ruang bagi para desainer untuk lebih dekat dengan customer.

    “Peran Fashion Nation ini bisa menjadikan label fashion lokal lebih terkenal,” terangnya.

    Tak hanya GAYA, kolaborasi bersama IFDC juga menghadirkan Draft, sebuah pop-up store di Lower Ground Senayan City yang menawarkan kemeja putih hasil kolaborasi para desainer IFDC dengan Cotton USA. Menariknya, seluruh hasil penjualan kemeja tersebut akan didonasikan untuk mendukung komunitas yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

  4. 4. Fashion Nation 20th Edition, memasuki dua dekade dengan The Icon Edit

    Perayaan 20th Anniversary Senayan City, di Senayan City, Jumat (18/9/2026)
    Perayaan 20th Anniversary Senayan City, di Senayan City, Jumat (18/9/2026). (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Memasuki edisi ke-20, Fashion Nation kembali menjadi ruang pertemuan bagi desainer, fashion institutions, media, creative communities, dan fashion enthusiasts. Tahun ini, Fashion Nation 20th Edition: The Icon Edit berlangsung pada 18–26 September 2026 dengan menghadirkan berbagai fashion presentations dan collaborations.

    Program tersebut mempertemukan established designers, emerging talents, fashion institutions, hingga creative voices dari berbagai generasi. Spektrum tersebut membuat Fashion Nation tidak hanya menjadi panggung untuk memperlihatkan koleksi, tetapi juga ruang untuk melihat bagaimana fashion Indonesia terus bergerak dan menemukan bentuk-bentuk baru.

    Pembukaannya berlangsung melalui The Era Runways pada 18 September dengan Mel Ahyar Archipelago dan TOTON sebagai opening designers. Keduanya menyajikan pendekatan yang berbeda, tetapi sama-sama membawa kekayaan budaya Indonesia ke dalam bahasa fashion kontemporer.

  5. 5. Mel Ahyar dan TOTON membawa cerita Indonesia ke atas panggung

    Perayaan 20th Anniversary Senayan City, di Senayan City, Jumat (18/9/2026)
    Perayaan 20th Anniversary Senayan City, di Senayan City, Jumat (18/9/2026). (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Mel Ahyar Archipelago menghadirkan koleksi Tanö Niha yang terinspirasi dari adat dan tradisi Pulau Nias, Sumatra Utara. Arsitektur, ornamen, hingga busana upacara diterjemahkan ke dalam siluet kontemporer dengan palet warna kayu dan tekstur tenun yang tetap menghormati akar budayanya. Bagi Mel Ahyar, keterlibatan dalam Fashion Nation memiliki kesan tersendiri dalam perjalanan kariernya.

    “Peran Fashion Nation di karier saya cukup membuat kesan mendalam. Sesuai dengan tema hari ini, icon fashion di Senayan City. Satu kebanggaan bisa tampil bersama teman saya, TOTON. Tema koleksi saya tentang Nias,” tuturnya.

    Sementara itu, TOTON membawa TEMPAAN KALA, kelanjutan dari koleksi KALA yang dibuat melalui kolaborasi bersama JEUMPA. Koleksi tersebut menghadirkan sentuhan floral dan sebagian besar dikerjakan dengan tangan menggunakan teknik artisan yang berakar pada tradisi kriya. Proses pengerjaannya yang lambat dan penuh kesadaran turut menjadi respons terhadap laju fast fashion.

  6. 6. Satu look, satu karakter desainer

    Perayaan 20th Anniversary Senayan City, di Senayan City, Jumat (18/9/2026)
    Perayaan 20th Anniversary Senayan City, di Senayan City, Jumat (18/9/2026). (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Semangat kolaborasi juga terlihat dalam salah satu rangkaian Fashion Nation yang melibatkan para desainer dengan karakter dan pendekatan masing-masing. Rama Dauhan, Fashion Designer, menjelaskan bahwa setiap desainer mendapatkan ruang untuk membuat satu look yang kemudian dipresentasikan pada 24 September mendatang.

    “Setiap desainer bikin satu look yang dipresentasikan tanggal 24. Membuat secara bebas dengan desain dan ciri khas masing-masing,” kata Rama.

    Konsep tersebut memberikan ruang bagi desainer untuk tetap membawa identitas masing-masing ketika berada dalam satu rangkaian perayaan. Perbedaan karakter justru menjadi bagian dari kekayaan visual yang membuat ekosistem fashion Indonesia terasa semakin beragam.

    Itulah yang coba dirayakan Senayan City melalui usia 20 tahun dan Fashion Nation edisi ke-20. Bukan hanya tentang siapa yang berada di atas panggung, tetapi juga bagaimana desainer, label, komunitas, media, institusi fashion, dan publik saling terhubung untuk menciptakan ekosistem yang terus bergerak. Halina pun menyebut kolaborasi tersebut sebagai bagian dari semangat untuk memperlihatkan luasnya ekosistem fashion Indonesia.

    Dua puluh tahun perjalanan akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan anniversary. Melalui Essence & Presence, GAYA, dan Fashion Nation 20th Edition: The Icon Edit, Senayan City mengajak publik melihat kembali berbagai cerita yang telah terbentuk sekaligus menyambut babak berikutnya. Sebab, seperti perjalanan fashion itu sendiri seperti sebuah cerita yang tidak pernah benar-benar selesai, selalu ada ruang untuk berkolaborasi, bereksperimen, dan menciptakan cerita baru.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More