Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Profil Sari Chairunnisa, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp

Profil Sari Chairunnisa, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp
Sari Chairunnisa (dok. ParagonCorp)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Sari Chairunnisa, dokter spesialis kulit lulusan Universitas Indonesia, kini menjabat sebagai Deputy CEO dan Chief R&D Officer ParagonCorp dengan latar medis dan bisnis yang kuat.
  • Kariernya di ParagonCorp dimulai sebagai Dermatologist hingga memimpin direktorat R&D, membawa perusahaan meraih sebelas penghargaan internasional di ajang C&T Allé Awards 2025.
  • Di bawah kepemimpinannya, ParagonCorp tampil di IFSCC Congress London dan Barcelona serta mendefinisikan ulang konsep halal beauty sebagai Standar Ekselensi global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Di balik kesuksesan ParagonCorp sebagai salah satu perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia, ada sosok dr. Sari Chairunnisa, Sp.KK, FINSDV yang memegang peran penting sebagai Deputy CEO sekaligus Chief R&D Officer. Perpaduan latar belakang medis dan dunia bisnis yang ia bawa, menjadikannya figur yang unik di industri kecantikan tanah air.

Diketahui, Sari merupakan putri dari Nurhayati Subakat, sang perintis perusahaan ParagonCorp. Dengan latar pendidikan kedokteran dan dermatologi, Sari memiliki misi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Yuk, kenalan lebih jauh dengan sosok inspiratif satu ini!

Table of Content

1. Latar belakang pendidikan

1. Latar belakang pendidikan

Retno Marsudi (kiri) dan Deputy CEO ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa (kanan). (Dok ParagonCorp)
Retno Marsudi (kiri) dan Deputy CEO ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa (kanan) (Dok ParagonCorp)

Sari Chairunnisa menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Indonesia. Ia meraih gelar Doctor of Medicine pada 2008 (MD) sebelum melanjutkan ke program residensi spesialis kulit dan kelamin di kampus yang sama hingga 2014 (Sp.KK).

Tak berhenti di situ, ia kemudian memperluas wawasannya ke dunia bisnis dengan mengikuti Babson Family Entrepreneurship Program di Babson College pada tahun 2023 hingga 2024. Langkah ini mempertegas posisinya sebagai sosok yang gak hanya kuat di bidang medis, namun juga punya pemahaman mendalam soal kepemimpinan dan kewirausahaan di level internasional.

2. Perjalanan karier

Sari Chairunnisa (dok. ParagonCorp)
Sari Chairunnisa (dok. ParagonCorp)

Sari memulai perjalanannya di ParagonCorp sebagai Dermatologist pada September 2014, tepat setelah menyelesaikan residensinya. Di sini, ia bekerja langsung bersama tim R&D untuk melakukan uji efikasi produk dan evaluasi kulit. Sebelum fokus penuh di Paragon, ia juga sempat menjalani praktik medis di Klinik Bamed.

Kariernya terus menanjak hingga ia dipercaya menjabat sebagai Vice President of Research & Development sejak Mei 2016, memimpin seluruh direktorat R&D ParagonCorp selama lebih dari 10 tahun hingga saat ini. Diketahui, Sari juga kini menjadi Deputy CEO dari ParagonCorp. Di bawah kepemimpinannya, tim Paragon berhasil meraih sebelas penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi C&T Allé Awards 2025 di New Jersey.

3. Di bawah kepemimpinannya, ParagonCorp semakin berkembang

Owner & VP Research and Development Paragon dr. Sari Chairunnisa menerima WIPO National Award for Enterprise dari Menteri Hukum dan HAM Bapak Yasonna Laoly (Dok. Paragon)
Owner & VP Research and Development Paragon dr. Sari Chairunnisa menerima WIPO National Award for Enterprise dari Menteri Hukum dan HAM Bapak Yasonna Laoly (Dok. Paragon)

Jejak kepemimpinan Sari di ParagonCorp mulai terasa di kancah internasional pada tahun 2022. Paragon menjadi perusahaan kosmetik Indonesia pertama yang berpartisipasi dalam IFSCC Congress di London dengan mempresentasikan sepuluh hasil riset unggulan. Capaian itu berlanjut di tahun berikutnya, ketika Paragon kembali hadir sebagai satu-satunya wakil Indonesia di IFSCC Congress 2023 di Barcelona.

Sari juga mengarahkan ParagonCorp untuk bertransformasi menuju model bisnis yang lebih bermakna. Dalam perjalanannya ini, Sari juga mendefinisikan ulang halal beauty secara global. Menurutnya, halal bukan sekadar label kepatuhan agama, namun juga menjadi Standar Ekselensi (Standard of Excellence).

dr. Sari menjadi salah satu pembicara di Indonesia Summit 2026 yang digelar pada Kamis (18/6/2026) di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Indonesia Summit (IS) 2026 merupakan sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema “The Next Us: Indonesia’s Leap in the Algorithmic Age,” konferensi ini bukan hanya membahas wacana teknologi abstrak, melainkan juga mengkaji dampak nyata kecerdasan buatan (AI) terhadap kerangka kelembagaan nasional. Dengan mempertemukan para arsitek kebijakan, penggerak ekonomi, dan konsumen inovasi, IS 2026 bertujuan untuk memahami bagaimana Indonesia dapat melompati tahapan-tahapan pembangunan dengan mengintegrasikan AI secara strategis ke dalam sektor publik dan swasta.

Kalau kamu tertarik untuk mendengar secara langsung insight dari para narasumber inspiratif di Indonesia Summit 2026, jangan lupa daftarkan diri kamu di bit.ly/IS_26. Siapa pun kamu, yuk, ikutan konferensinya!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
Jumawan Syahrudin
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari

Related Articles

See More