Comscore Tracker

JFH Webinar 'The Influence of Fashion Show', Bahas Adaptasi Brand Mode

Membahas proses adaptasi industri fashion di masa pandemi

Masa pandemi COVID-19 memengaruhi banyak aspek bisnis di dunia. Beragam perubahan juga turut dirasakan oleh para pelaku industri mode di Indonesia.

Dalam acara JFH webinar online 'The Influence of Fashion Show' yang diselenggarakan pada Jumat (24/9/2021), pukul 15.00, hal ini coba dibahas. Mulai dari proses adaptasi yang berlangsung selama dua tahun masa pandemi, hingga perubahan konsep fashion show yang kini digelar secara virtual.

Ingin tahu seperti apa rangkuman diskusi acara ini? Untuk kamu para pencinta fashion, bisa simak artikel berikut ini!

1. JFH webinar online digelar untuk mengakomodasi platform diskusi untuk para pencinta dan pelaku industri fashion tanah air

JFH Webinar 'The Influence of Fashion Show', Bahas Adaptasi Brand ModeLiputan ”The Influence of Fashion Show”, Jumat (24/9/2021). IDN Times/Tyas Hanina

Patricia Gouw sebagai model papan atas menjadi host dari acara webinar ini. Ia mengatakan, "JFH webinar hadir secara bekala dengan topik diskusi yang berbeda-beda. Dirancang untuk pencinta fashion dan pelaku bisnis di dalam fashion industry".

Pada awal acara, Sheila Rachmat selaku Head of Marketing Communication Asia Pasific Rayon menyampaikan kata sambutannya. "Meski sudah menggelar virtual fashion show, tetap ada kekurangan yang dirasakan karena gak ada interaksi langsung dengan penonton. Kita akan gali pendapat para expert mengenai peran fashion show untuk brand mereka," tuturnya.

2. Acara webinar dimeriahkan oleh dua brand mode ternama. Ini pengenalan brand TANGAN dan PEGGY HARTANTO

JFH Webinar 'The Influence of Fashion Show', Bahas Adaptasi Brand ModeLiputan ”The Influence of Fashion Show”, Jumat (24/9/2021). IDN Times/Tyas Hanina

TANGAN mengusung konsep sustainable fashion. Kedua co-founder brand mode ini pun datang dan memeriahkan acara sebagai narasumber. Salah satunya adalah Zico Halim, ia menuturkan, "Koleksi kami menceritakan pola pikir bahwa baju daur ulang tetap punya nilai yang tinggi".

Zico menjelaskan bahwa di masa pandemi, orang-orang bisa memulai cara belajar yang baru. TANGAN menawarkan pilihan untuk beralih dari cara belanja lama di mana pelanggan membeli baju baru, tapi mereka juga bisa melakukan upcycle dari busana yang mereka miliki sebelumnya.

Hal yang sama juga dituturkan Margaretha Novianty yang juga berperan sebagai co-founder dari TANGAN. Ia mengatakan, "Dengan desain yang sudah kita miliki, tapi cara purchasing yang beda, para pelanggan bisa mendapat items yang unik".

Ia juga menyampaikan concern mereka terhadap isu limbah fashion. "Harapannya mudah-mudahan audiens bisa lebih mengerti dan mengenal tentang sustainable fashion," tambahnya.

Selain itu, ada juga Lydia Hartanto selaku co-founder dari PEGGY HARTANTO. Brand yang digawangi oleh tiga orang kakak-beradik ini fokus pada desain busana yang minimalis, feminin, tapi tetap bold.

"Brand ini dibuat oleh 3 orang bersaudara. Ada Peggy yang berperan sebagai creative designer dan fashion designer. Aku mengurus bisnis dan strategi. Lalu, ada Patty yang mengurus PR dan branding," pungkas Lydia seraya tersenyum.

Koleksi dari brand lokal ini pernah dikenakan oleh sederet selebriti internasional ternama. Mulai dari Gigi Hadid, Zendaya, sampai Beyonce. "Ini adalah akumulasi dari hal-hal kecil yang kita lakukan dan perjuangkan sebelumnya sebagai sebuah tim," ujarnya lagi. 

3. Proses adaptasi mereka di tengah masa pandemi COVID-19

JFH Webinar 'The Influence of Fashion Show', Bahas Adaptasi Brand ModeLiputan ”The Influence of Fashion Show”, Jumat (24/9/2021). IDN Times/Tyas Hanina

"Bagi TANGAN, pandemi ngefek banget terutama untuk penyelenggaraan fashion show. Esensinya acara dibuat agar kita bisa benar-benar merasakan konsep dari koleksi. Tapi, interaksi kita terbatas," tutur Margaretha. Ia merasa ada banyak perubahan yang terjadi saat proses adaptasi mereka menuju peragaan busana online.

Lidya juga menyampaikan pengalaman yang serupa. Ia mengatakan, "Sejak 2020 kita udah gak memungkinkan lagi melakukan social gathering, jadi kita harus mengubah format. Kita tetap berusaha engage dengan retailer dan klien melalui introduction via digital".

Baca Juga: 5 Jenis Pakaian yang Jadi Tren Fashion Selama Pandemik, Wajib Tahu!

4. Apa saja perbedaan yang dirasakan saat menggelar peragaan busana secara digital?

JFH Webinar 'The Influence of Fashion Show', Bahas Adaptasi Brand ModeLiputan ”The Influence of Fashion Show”, Jumat (24/9/2021). IDN Times/Tyas Hanina

Salah satu identitas utama dari TANGAN adalah peragaan busananya yang unik. Zico mengatakan bahwa konsep ideal yang mereka buat harus melibatkan kelima panca indra manusia. Hal itu dirancang mereka untuk bisa membuat pengalaman baru yang gak terlupakan bagi para hadirin yang menghadiri fashion show.

"Kalau kita bicara fashion week, tentunya acara itu masih sangat penting. Semua memang berubah dan butuh adaptasi. Tapi, penyelenggaraan acara ini masih sangat dibutuhkan untuk pasar lokal," ujar Margaretha. Ia pun menyebutkan keuntungan-keuntungan yang bisa didapat brand setelah fashion week, dari mulai memperkenalkan koleksi sampai membuat koneksi.

PEGGY HARTANTO sendiri telah menggelar acara peragaan busana di luar negeri. Menurut Lydia, ada beberapa perubahan format yang terjadi. "Dulu fashion show pelaksanaannya lebih klasik dan bersifat besar. Sekarang kita harus lebih kreatif dan membuatnya lebih fun," ujarnya.

Pelaksanaan virtual fashion show menurutnya juga membawa pengalaman baru untuk para tamu. "Kita bisa menjangkau lebih banyak orang dan acara juga berjalan lebih convenient. Tamu gak usah dress up, dandan, dan gak usah pergi jauh. You don't need to fly, just enjoy the show from the comfort of your home," pungkasnya.

5. Meski ada banyak perubahan yang terjadi, ini benefit yang dirasakan brand saat gelar virtual fashion show

JFH Webinar 'The Influence of Fashion Show', Bahas Adaptasi Brand ModeLiputan ”The Influence of Fashion Show”, Jumat (24/9/2021). IDN Times/Tyas Hanina

Seperti yang sudah disinggung pada poin sebelumnya, aksesibilitas menjadi salah satu dampak positif yang dirasakan dari penyelenggaraan virtual fashion show. Menurut Margaretha ini menjadi era baru bagi industri mode. "Kita udah masuk ke era baru. Dengan semua keadaan ini, dalam dua tahun kita sudah punya banyak learning process. Kita harus bisa mengembalikan excitement dari fashion show itu sendiri," ujarnya dengan optimis.

Untuk beradaptasi dengan era baru, Zico dan tim berusaha untuk fokus pada detail visual yang ditampilkan. Ia mengatakan, "Kita main ke visual sih. Banyakin detail dalam bentuk video atau foto. Yang pasti mereka harus bisa lihat dan tahu kalau ada tekstur yang beda di bagian baju tertentu".

Menurut Lydia, peran fashion show tetap punya dampak besar bagi pelaku industri. "I think its open new door for us. Jadi perannya emang signifikan banget! A very crucial part of marketing strategy," tambah Lydia.

Itu dia rangkuman acara JFH webinar online tentang peran fashion show bagi industri mode. Diskusi yang menaruh dan menambah wawasan kita sebagai pencinta fashion, ya!

Baca Juga: Mengenal Konsep Sustainable dalam Perkembangan Fashion Muslim

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya