Comscore Tracker

Perjalanan Karier & Profil Melvi Tampubolon, COO Tobatenun

Memulai karier di perbankan, ia terjun ke bidang tekstil

Sudah 17 tahun berlalu sejak Melvi Tampubolon memulai perjalanannya di dunia profesional. Setelah malang melintang di berbagai industri, dirinya memutuskan untuk terjun ke industri tekstil. Titik balik itu terjadi usai perkenalannya dengan Kerri Pandjaitan selaku founder Tobatenun.

Sejak dua tahun lalu, dirinya pun resmi menjabat sebagai Partner & COO Tobatenun. Dalam obrolan seru bersama IDN Times di Jabu Bonang, Pematang Siantar, Sumatra Utara pada Kamis (14/7/2022), Melvi membagikan kisah inspiratif dari perjalanan kariernya. Simak ceritanya di sini.

1. Perjalanan karier Melvi dimulai dari perbankan dan manajemen aset. Ia pun malang melintang di berbagai industri

Perjalanan Karier & Profil Melvi Tampubolon, COO TobatenunPerjalanan Karier & Profil Melvi Tampubolon, COO Tobatenun (dok. Tobatenun)

Melvi memulai kariernya di industri perbankan, tepatnya ia mendapatkan mentorship dari Citibank selama 8 tahun. Posisi frontline hingga backend sudah pernah digelutinya di sana.

Selain perbankan dan asset management, ia telah terjun ke berbagai industri. Mulai dari real estate sampai creative agency.

"Mulai karier memang langsung di bank dan aset keuangan, tapi dengan begitu saya banyak belajar tentang leadership dan management skill. Yang ternyata keduanya dibutuhkan ketika kita memulai membangun suatu usaha," tuturnya sambil tersenyum.

Sebagai seorang perempuan yang berkarier, Melvi menekankan pentingnya untuk memiliki prinsip dan bersikap teguh. Menurutnya, ketika bersikap percaya diri akan selalu ada jalan keluar dari setiap kendala yang dialami.

"Para perempuan sering mendapat larangan, seperti jangan punya pendidikan terlalu tinggi atau fokus di karier, karena nanti susah mendapat jodoh. Tantangan dalam berkarier bisa berbeda, cuma sebagai perempuan kita harus punya prinsip," pungkasnya.

2. Sejak kecil, Melvi sudah diperkenalkan dengan kearifan budaya Batak. Hingga kini, ia pun tertarik untuk mendalami tenun Batak

Perjalanan Karier & Profil Melvi Tampubolon, COO TobatenunPerjalanan Karier & Profil Melvi Tampubolon, COO Tobatenun (dok. Tobatenun)

Rangkaian pengalaman dan ilmu yang didapatkan selama perjalanan kariernya membuat Melvi ingin berkontribusi lebih kepada masyarakat. Salah satu sumber inspirasinya datang dari orang terdekatnya, yaitu sang ayah.

Sejak usia dini, ia sudah mulai tertarik dan mengoleksi kain batak. Sebagai orang asli Siantar, ayahnya juga mengajarkannya pentingnya mengenali budaya asal daerah mereka sendiri.

"Buku-buku tentang kebudayaan Batak sudah ditaruh di samping meja belajar. Meski ayah saya sudah berpulang tahun lalu, peninggalan beliau tersebut masih ada sampai sekarang. Saya masing senyum-senyum sendiri mengingatnya," tutur Melvi.

Perkenalannya dengan Kerri Pandjaitan selaku founder Tobatenun turut mengambil andil dalam keputusannya untuk terjun ke industri tekstil. Dalam obrolannya, mereka menyadari ada kesamaan dalam kecintaan mereka terhadap kain Nusantara yang ditularkan oleh orangtua.

Ia menambahkan, "Pas ketemu Kerri, kami sama-sama belajar. Oh, ternyata ini ada maknanya dan ternyata proses bikinnya begini. Kami makin mendalami lagi soal tenun. Selera fashion kami juga mirip-mirip mula dari bahan sustainable dan warna earth tone."

3. Cerita tentang perjalanan awal Tobatenun. Proses riset memakan waktu setahun

Perjalanan Karier & Profil Melvi Tampubolon, COO TobatenunPerjalanan Karier & Profil Melvi Tampubolon, COO Tobatenun (dok. Tobatenun)

Proses legalitas Tobatenun sudah dimulai dari 2018. Setahun berselang, di sebuah pameran, Melvi dan Kerri terlibat dalam sebuah campaign. Di akhir tahun 2019, mereka pun memulai proses riset Tobatenun selama setahun. Persiapan dimulai dari pembukaan komunitas dan perkenalan bertahap dengan warga sekitar.

"Selama masa pandemik, kami kebetulan lebih banyak riset dan pengembangan komunitas tenun. Meliputi riset motif dan material. Kemudian, masuk 2021, baru mulai produksi tenun. Tahun ini kami akan fokus di pemasaran," ujarnya.

Bagi perempuan berkacamata ini, sebelum fokus menjalani operasional, sangat penting untuk menggapai kepercayaan masyarakat. Sebab itulah, rumah komunitas Jabu Bonang dan Jabu Borna dibangun. Tobatenun pun mendirikan tim dan konsisten mencari motif-motif tenun Batak yang dianggap bisa bersaing di pasaran.

Baca Juga: Perjalanan Inspiratif Westiani Agustin, Founder Biyung Indonesia

4. Mencoba memakai perspektif lingkungan dalam mengembangkan usaha tekstil lokal

Perjalanan Karier & Profil Melvi Tampubolon, COO TobatenunPotret Rumah Komunitas Tobatenun Jabu Bonang dan Jabu Borna di Pematang Siantar. (Kamis, 14/7/2022). IDN Times/Tyas Hanina

"Saya meninggalkan korporasi karena ingin berbuat lebih lagi sih. Tapi, saya tetap membawa ilmu dari sana," kata Melvi.

Perempuan yang hobi menulis ini mengatakan bahwa ada beberapa skill di dunia profesional yang tetap relevan sampai sekarang. Mulai dari ilmu manajemen, keuangan, sampai operasional perusahaan.

Ia menuturkan, "Masih jarang UMKM yang punya manajemen untuk beroperasional, padahal itu yang membantu untuk bisa ke tingkat yang lebih tinggi serta memiliki market yang lebih luas".

Melvi pun bercerita tentang permasalahan yang baru ia temukan saat masuk ke industri tekstil. Salah satunya berkaitan dengan masalah lingkungan, khususnya pengolahan limbah.

"Di Danau Toba ini ada isu limbah. Bukan hanya industri perikanan, tapi juga industri kain tenunnya sendiri, tepatnya dari pewarnaan. Ya udah, kami cari solusinya dan memutuskan bahwa material pewarnanya harus diganti," tambahnya.

Setiap kali pulang ke kampung halamannya di Sumatra Utara, Melvi mengaku mendapat dorongan baru. Terutama setelah dia mendengar cerita-cerita yang dibagikan oleh para mitra. Hal itu mendorongnya untuk terus membantu masyarakat di sana, dari mulai memberikan ruang untuk berkreasi hingga menambah sumber penghasilan.

5. Dari kacamata Melvi, ini tantangan yang dialami oleh para perempuan di Indonesia

Perjalanan Karier & Profil Melvi Tampubolon, COO TobatenunTobatenun Road to W20 Fashion Show (dok. Tobatenun)

Dari sekian banyak pengalamannya bertemu dengan banyak perempuan hebat, Melvi bertemu sosok-sosok yang dianggapnya inspiratif saat membangun Tobatenun. Salah satunya adalah salah seorang mitra yang memiliki spirit tinggi dan berdedikasi.

"Selain itu, di sini ada Inang Erlina. Beliau itu luar biasa, lho! Beliau adalah istri pendeta dan aktivitas yang masih sering terjun ke lapangan. Semangatnya juga tinggi untuk bidang pendidikan," pungkasnya.

Melvi sendiri mendefinisikan perempuan hebat sebagai mereka yang punya dua sisi. Mereka menjadi makhluk yang kuat, yang dapat berkarya, menjaga keluarga, serta membantu ekonomi. Namun, mereka juga punya sisi lembut yang senang merawat dan memerhatikan orang-orang di sekitarnya.

"Tantangan perempuan itu adalah banyaknya stigma yang menempel kepadanya. Mulai dari dianggap lemah dan harus stay di rumah. Gerakannya terbatas lah. Tantangan itu mungkin gak hanya di desa, tapi juga di perkotaan," tambahnya.

Untuk dapat keluar dari permasalahan itu, Melvi merasa bahwa stigma itu hanya bisa dipatahkan oleh si perempuan itu sendiri. Hal itu bisa dilakukan dari pembawaan diri dan sikap yang positif.

Lebih lanjutnya, ia mengatakan, "Perempuan itu sebenarnya sangat bisa berperan untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik. Mulai dari pelaku usaha lokal, mengubah kebijakan, sampai membuat praktek-praktek usaha yagn lebih sustainable."

6. Pesan Melvi untuk generasi muda: ingin mengembangkan semangat cinta wastra nusantara

Perjalanan Karier & Profil Melvi Tampubolon, COO TobatenunPerjalanan Karier & Profil Melvi Tampubolon, COO Tobatenun (dok. Tobatenun)

Tim Tobatenun didominasi oleh anak muda dari kalangan millennials dan GenZ. Melvi merasa ada alasan khusus di balik itu. Salah satunya adalah dia mengharapkan adanya ide serta terobosan baru, dan juga semangat juang yang tinggi yang dimiliki.

"Kami tanya dulu tertarik gak sama kain wastra? Karena ini kan harus dari hati. Dan, tertarik gak sama pekerjaan komunitas? Kalau tertarik, yaudah kami bergabung," ujarnya.

Dirinya memiliki harapan mulia untuk perkembangan kain Nusantara di kemudian hari. Ia berharap agar rasa cinta terhadap wastra bisa muncul di lintas generasi. Menurutnya, jika terwujud itu adalah salah atu pencapaian terbesar ketika wastra jadi tuan rumah di negaranya sendiri.

"Kami punya campaign untuk bangga berbudaya. Itu adalah ajakan dari Tobatenun untuk sama-sama belajar dan mengenal lebih dekat lagi budaya kita, mencintai budaya kita, dan membantu agar lebih dikenal," pesan Melvi untuk pembaca Millennials dan GenZ di IDN Times sekaligus menutup wawancara.

Itu dia rangkuman hasil wawancara khusus IDN Times dengan Melvi Tampubolon selaku COO Tobatenun. Banyak pesan moral yang bisa kita petik, kan?

Baca Juga: Kisah Inspiratif Suci Arumsari, Co-founder dan Direktur Alodokter

Topic:

  • Pinka Wima

Berita Terkini Lainnya