Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
16 Sisi Ambisius Cowok saat Mengejar Karier Berdasarkan Tipe MBTI
ilustrasi pekerja (pexels.com/Yan Krukau)
  • Artikel membagi ambisi karier cowok berdasarkan 16 tipe MBTI ke empat pola: suka memimpin, memiliki rencana jelas, mengejar kebebasan, dan mengutamakan kenyamanan kerja.
  • ENTJ, ESTJ, ESTP, dan ESFJ digambarkan terdorong oleh peluang naik tanggung jawab, target, tantangan, risiko, serta pengakuan atas kerja keras.
  • Tipe lain menempatkan ambisi pada strategi jangka panjang, penguasaan keahlian, kebebasan berkreasi, bidang yang disukai, atau relasi dan suasana kerja yang minim konflik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Soal karier, gak semua orang punya tujuan yang sama. Ada yang sudah membayangkan dirinya bakal duduk di kursi pimpinan, ada yang memilih jadi expert di bidangnya, bahkan punya penghasilan stabil jadi pilihan sebagian orang asalkan masih punya waktu buat menikmati hidup.

Tipe MBTI seseorang ternyata bisa memengaruhi cara pandang mereka terhadap kesuksesan. Lantas, seperti apa sisi ambisius 16 tipe MBTI cowok saat mengejar karier? Yuk, simak list-nya di bawah ini!

1. Tipe yang suka memimpin

ilustrasi seorang pimpinan (pexels.com/Alena Darmel)

Tipe ini selalu antusias ketika melihat kesempatan untuk naik pangkat. Mereka senang memegang tanggung jawab yang lebih besar dan merasa tertantang untuk membuktikan kemampuan. Semakin besar tantangannya, semakin besar pula dorongan mereka untuk terus maju dalam karier.

  1. ENTJ: punya target posisi yang jelas dan tahu langkah apa yang perlu diambil untuk mencapainya. Ia gak ragu mengambil pekerjaan yang lebih sulit demi mendekati posisi yang diinginkan.

  2. ESTJ: fokus mengejar target dan hasil yang ingin dicapai. Kerja keras dan hasil yang konsisten jadi cara baginya untuk mendapat tanggung jawab yang lebih besar.

  3. ESTP: menyukai pekerjaan yang cepat dan penuh tantangan. Ia berani mengambil risiko dan gak ragu bersaing kalau ada kesempatan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

  4. ESFJ: semakin bersemangat ketika kerja kerasnya mendapat pengakuan. Kepercayaan dari atasan bikin dirinya merasa semakin terdorong untuk menunjukkan kemampuan.

2. Tipe yang punya rencana karier jelas

ilustrasi sedang berpikir (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Mereka bukan tipe yang gampang tergiur tawaran pindah kerja hanya karena kelihatannya lebih menarik. Sebelum mengambil langkah, mereka akan melihat apakah pekerjaan yang dijalani masih bisa membawa mereka mendekati tujuan yang sudah dibuat.

  1. INTJ: biasanya sudah tahu posisi seperti apa yang ingin dicapai beberapa tahun ke depan. Setiap pekerjaan yang diambil akan dipertimbangkan berdasarkan seberapa dekat langkah tersebut dengan tujuan kariernya.

  2. ISTJ: lebih menyukai proses naik secara bertahap daripada mencari jalan pintas. Ia membangun karier lewat kerja keras dan ketekunan dalam menyelesaikan tugas.

  3. INFJ: menjaga prinsipnya agar gak melenceng dari tujuan jangka panjang. Ia rela menolak tawaran posisi tinggi kalau pekerjaan tersebut justru menjauhkannya dari tujuan tersebut.

  4. ISTP: lebih fokus menguasai keahlian yang bisa menunjang langkah karier berikutnya. Ia gak terlalu mengejar jabatan kalau merasa kemampuannya sendiri masih perlu banyak diasah.

3. Tipe yang mengejar kebebasan dalam karier

ilustrasi bekerja di luar kantor (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Gaji besar bukan satu-satunya hal yang mereka cari dari pekerjaan. Mereka ingin punya ruang untuk mengembangkan ide, mencoba cara baru, dan menekuni bidang yang memang disukai tanpa terlalu banyak batasan.

  1. ENTP: selalu tertarik mencari cara baru untuk mengerjakan sesuatu. Ia senang mengeluarkan ide, mencari solusi berbeda, dan cepat kehilangan minat kalau pekerjaannya terlalu monoton.

  2. INTP: ambisinya lebih terlihat dari keinginan untuk menjadi expert di bidang yang ditekuni. Ia bisa serius mempelajari sesuatu sampai detail dan merasa puas ketika berhasil memahami hal yang sulit.

  3. ENFP: cepat bosan kalau merasa kariernya jalan di tempat. Ia senang mengambil peluang baru yang bisa memperluas pengalaman serta kemampuannya.

  4. INFP: ingin membangun karier di bidang yang memang disukai. Ia tetap ingin berkembang, tetapi gak mau mengejar kesuksesan kalau pekerjaan tersebut justru bikin hidupnya gak nyaman.

4. Tipe yang mengutamakan lingkungan kerja nyaman

ilustrasi berinteraksi dengan rekan kerja (pexels.com/fauxels)

Mereka gak hanya melihat pekerjaannya, tapi juga lingkungan tempat bekerja. Hubungan yang buruk, konflik yang terus terjadi, atau suasana kantor yang toxic bisa bikin pencapaian sebesar apa pun jadi gak menarik. Kalau harus memilih, mereka lebih mementingkan lingkungan kerja yang nyaman daripada pencapaian yang lebih tinggi.

  1. ENFJ: mengutamakan kebersamaan dan hubungan yang baik dengan orang-orang di tempat kerja. Konflik yang terus terjadi bisa bikin dirinya gak lagi menikmati pekerjaan yang dijalani.

  2. ESFP: lebih suka tempat kerja yang ramai dan memberi banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain. Suasana yang terlalu kaku atau minim interaksi bisa bikin dirinya cepat bosan.

  3. ISFP: lebih memilih pekerjaan yang gak membuat hidupnya dipenuhi tekanan. Kalau suasana kerja sudah terlalu melelahkan atau penuh masalah, ia bisa memilih mencari tempat lain yang lebih tenang.

  4. ISFJ: mengutamakan hubungan yang baik dengan orang-orang di tempat kerja. Ia gak terlalu tertarik mengejar posisi tinggi kalau harus bekerja di lingkungan yang penuh konflik.

Ambisi dalam karier gak selalu berarti mengejar posisi paling tinggi. Yang penting, kamu tahu apa yang bikin kamu terus ingin berkembang dan apa yang ingin dicapai. Jadi, seperti apa bentuk ambisimu dalam mengejar karier?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article