Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 MBTI yang Paling Perfeksionis, Bakal Ulang Pekerjaan Kalau Ada Salah

5 MBTI yang Paling Perfeksionis, Bakal Ulang Pekerjaan Kalau Ada Salah
ilustrasi bekerja (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Artikel menyoroti lima tipe MBTI yang dinilai perfeksionis: ISTJ, INTJ, ESTJ, INFJ, dan INTP, karena teliti serta berstandar tinggi dalam bekerja.
  • ISTJ, INTJ, dan ESTJ cenderung mengikuti standar, strategi, atau aturan; mereka cepat memperbaiki kesalahan dan rela mengulang bagian kerja demi hasil maksimal.
  • INFJ menekankan kualitas serta makna, sementara INTP fokus pada logika dan solusi; perfeksionisme dapat meningkatkan kualitas tetapi juga memperpanjang proses kerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jika ada satu bagian kecil yang terasa kurang tepat, beberapa orang mungkin memilih membiarkannya begitu saja. Namun, bagi pribadi yang perfeksionis, kesalahan kecil bisa terus mengganggu pikiran sampai pekerjaan tersebut terasa benar-benar selesai. Mereka rela mengulang dari awal atau memperbaiki bagian tertentu berkali-kali karena ingin hasil akhirnya sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan.

Dalam MBTI, ada beberapa tipe yang dikenal cukup teliti dan punya ekspektasi tinggi terhadap hasil pekerjaannya. Mereka biasanya memperhatikan detail, memeriksa ulang sebelum menyelesaikan tugas, dan merasa kurang puas jika masih menemukan bagian yang menurut mereka bisa diperbaiki. Penasaran siapa saja mereka? Ini lima MBTI yang melakukan pekerjaan dengan memakan waktu lebih lama demi hasil rapi dan sesuai.

  1. 1. ISTJ

    ilustrasi fokus bekerja
    ilustrasi fokus bekerja (pexels.com/GlassesShop GS)

    ISTJ termasuk tipe yang serius ketika mengerjakan sesuatu, terutama jika tugas tersebut berkaitan dengan tanggung jawab yang harus mereka selesaikan. Mereka terbiasa mengikuti prosedur dan memperhatikan detail agar hasil akhirnya sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. Ketika menemukan kesalahan, mereka langsung memperbaikinya daripada membiarkannya begitu saja.

    Mereka juga punya rasa tanggung jawab yang kuat terhadap hasil pekerjaannya sendiri. Jika ada bagian yang keliru, ISTJ bisa kembali memeriksa dari awal untuk memastikan tidak ada kesalahan lain yang ikut terlewat. Bagi mereka, menghabiskan waktu lebih lama untuk memperbaiki pekerjaan terasa lebih baik daripada menyerahkan sesuatu yang masih dianggap belum maksimal.

  2. 2. INTJ

    ilustrasi mengerjakan proyek
    ilustrasi mengerjakan proyek (pexels.com/Ivan S)

    INTJ biasanya memiliki gambaran yang cukup jelas mengenai hasil yang ingin mereka capai sejak awal. Mereka menyusun strategi, memperhitungkan berbagai kemungkinan, dan berusaha membuat setiap bagian berjalan sesuai dengan rencana. Ketika hasil akhirnya tidak sesuai dengan ekspektasi, mereka bisa merasa terganggu dan memilih mencari cara untuk memperbaikinya.

    Selain itu, INTJ tidak mudah puas dengan pekerjaan yang menurut mereka masih memiliki celah untuk dikembangkan. Mereka bisa kembali mengutak-atik sebuah proyek meskipun sebenarnya sudah cukup baik di mata orang lain. Dorongan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih efektif dan berkualitas membuat mereka rela mengulang bagian tertentu sampai merasa hasilnya sudah benar-benar sesuai.

  3. 3. ESTJ

    ilustrasi menyelesaikan tugas
    ilustrasi menyelesaikan tugas (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    ESTJ dikenal memiliki standar kerja yang tegas dan cukup tinggi, terutama ketika menyangkut tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Mereka ingin segala sesuatu berjalan dengan rapi dan sesuai aturan yang sudah ditetapkan. Karena itu, kesalahan kecil yang berpotensi memengaruhi hasil akhir biasanya langsung mendapat perhatian mereka.

    Ketika menemukan kekeliruan, ESTJ mengambil tindakan dengan cepat untuk memperbaikinya. Mereka tidak terlalu suka menyerahkan pekerjaan yang masih memiliki masalah karena hal tersebut bisa mengganggu target yang ingin dicapai. Jika harus mengulang bagian tertentu demi mendapatkan hasil yang lebih baik, mereka biasanya tidak akan terlalu keberatan melakukannya.

  4. 4. INFJ

    ilustrasi melakukan pekerjaan
    ilustrasi melakukan pekerjaan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

    INFJ mungkin tidak selalu menunjukkan sifat perfeksionis secara terang-terangan, tetapi mereka bisa memiliki standar pribadi yang cukup tinggi. Mereka sering memikirkan apakah pekerjaan yang dilakukan sudah memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan atau justru masih ada sesuatu yang kurang. Jika merasa ada bagian yang belum tepat, mereka bisa terus memikirkannya meskipun orang lain sudah menganggap pekerjaan tersebut selesai.

    Mereka juga memperhatikan detail yang berkaitan dengan kualitas dan makna dari sesuatu yang dikerjakan. Ketika menemukan kesalahan, INFJ bisa kembali mengerjakan bagian tersebut agar hasil akhirnya terasa lebih sesuai dengan harapan. Proses ini kadang membuat mereka menghabiskan waktu lebih lama karena ingin memastikan tidak ada bagian yang terasa setengah-setengah.

  5. 5. INTP

    ilustrasi bekerja di kantor
    ilustrasi bekerja di kantor (pexels.com/Sora Shimazaki)

    INTP memiliki cara perfeksionis yang cukup unik karena lebih banyak berkaitan dengan pemikiran dan pemecahan masalah. Mereka bisa menghabiskan waktu panjang untuk mencari jawaban yang paling tepat dan merasa belum puas jika masih menemukan kemungkinan lain yang belum diperiksa. Kesalahan kecil dalam logika atau konsep dapat membuat mereka kembali ke awal untuk mencari letak kekeliruannya.

    INTP merasa bahwa sebuah pekerjaan masih bisa disempurnakan selama ada hal yang belum mereka pahami dengan baik. Mereka bisa membongkar kembali hasil yang sudah dibuat hanya karena menemukan pendekatan yang menurut mereka lebih masuk akal. Akibatnya, proses pengerjaan kadang menjadi lebih panjang, dan mereka akan merasa puas ketika akhirnya menemukan solusi yang benar-benar sesuai dengan standar mereka.

    Perfeksionisme memang bisa membantu seseorang menghasilkan pekerjaan yang teliti dan berkualitas. Namun, jika terlalu berlebihan, kebiasaan mengulang pekerjaan karena kesalahan kecil juga bisa membuat proses menjadi lebih lama dan melelahkan. Pada akhirnya, belajar menerima bahwa tidak semua hal harus sempurna dapat membantu pekerjaan tetap berjalan tanpa mengurangi rasa bangga terhadap hasil yang sudah dicapai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More