Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Pemanah Terbaik di Zaman Rasulullah SAW yang Patut Diteladani

4 min read
3 Pemanah Terbaik di Zaman Rasulullah SAW yang Patut Diteladani
ilustrasi sahabat nabi AI (dok. IDN Times/ Alvin Setiawan)

  • Sa’ad bin Abi Waqqash dikenal sebagai pemanah pertama di jalan Allah, melindungi Rasulullah dalam Perang Uhud, lalu memimpin kemenangan Qadisiyyah pada masa Khalifah Umar.
  • Shuhaib Ar-Rumi, sahabat awal yang pernah diperbudak Romawi, memakai kepiawaian memanah saat dikepung Quraisy ketika hijrah dan merelakan seluruh hartanya demi menuju Madinah.
  • Rafi bin Khadij ikut Perang Uhud pada usia 15 tahun setelah sebelumnya ditolak di Badar; ia dikenal jitu memanah, setia menjaga tenda Rasulullah, dan bertahan dengan luka panah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memanah bukan cuma sekadar hobi pada zaman Rasulullah SAW. Lebih dari itu, para pemanah terbaik memiliki peran yang sangat penting dalam membela agama Allah SWT di medan peperangan.

Menelusuri jejak mereka tentu membuka mata kita pada keberanian, ketangguhan, sekaligus kisah hidup yang inspiratif untuk diteladani umat Islam. Daripada makin penasaran, yuk langsung simak tiga pemanah terbaik dalam sejarah Islam berikut ini!

  1. 1. Sa'ad bin Abi Waqqash

    pemanah terbaik di zaman rasulullah
    pemanah terbaik di zaman Rasulullah Saw AI (dok. IDN Times/ Alvin Setiawan)

    Ketika membicarakan pemanah terbaik di zaman Rasulullah SAW, nama Sa'ad bin Abi Waqqash tentu berada di urutan teratas. Sa’ad adalah salah satu sahabat Nabi SAW yang lahir di Makkah sekitar tahun 595 M dari kabilah Bani Zuhrah dan termasuk orang ketujuh yang pertama kali memeluk Islam.

    Dikenal dengan keahlian luar biasanya dalam memanah, ia merupakan orang pertama yang melepaskan anak panah di jalan Allah SWT untuk membela Rasulullah SAW. Beliau dikenal sangat tangguh di medan pertempuran; dengan bidikan yang luar biasa, beliau bahkan mampu melumpuhkan banyak lawan secara bergantian menggunakan anak panah yang sama dengan cara mencabutnya kembali dari tubuh musuh. Dalam Perang Uhud, beliau menunjukkan keberanian luar biasa dalam melindungi Rasulullah SAW, hingga Rasulullah SAW bersabda, “Panahlah, wahai Sa’ad! Tebusanmu adalah Ayah dan Ibuku,” (HR. At-Tirmidzi, No. 3755) sebuah kehormatan khusus yang tidak pernah diucapkan kepada sahabat lain.

    Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, ia diangkat sebagai panglima perang yang memimpin pasukan Muslim meraih kemenangan besar dalam Pertempuran Qadisiyyah melawan Persia serta mendirikan kota Kufah. Termasuk dalam sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, Sa’ad wafat di Madinah sekitar tahun 674 M dalam usia kurang lebih 79 tahun.

  2. 2. Shuhaib Ar-Rumi

    pemanah terbaik di zaman rasulullah
    pemanah terbaik di zaman Rasulullah Saw AI (dok. IDN Times/ Alvin Setiawan)

    Suhaib Ar-Rumi adalah salah satu sahabat mulia Nabi SAW yang pada masa kecilnya berasal dari Irak sebelum akhirnya jatuh ke dalam perbudakan Romawi, lalu hijrah ke Makkah dan termasuk dalam golongan awal yang memeluk Islam.

    Dikenal dengan keahlian luar biasanya dalam memanah, ia merupakan pemanah terbaik yang sangat tangguh di medan pertempuran. Ketangguhan ini terlihat jelas ketika ia hendak hijrah ke Madinah dan dikepung oleh para pengejar kafir Quraisy di atas bukit dengan memegang busur dan panah, beliau dengan tegas menggertak musuh bahwa ia adalah salah satu pemanah terbaik yang siap membunuh mereka satu per satu sebelum bertarung dengan pedang, hingga akhirnya ia memilih merelakan seluruh harta kekayaannya demi bisa bebas berhijrah.

    Kedudukan dan kehormatannya sangat tinggi di sisi Rasulullah SAW, di mana beliau pernah disebut sebagai cikal bakal perwakilan dari Romawi. Bahkan, ketika Khalifah Umar bin Al-Khattab terluka parah, beliau dipercaya untuk memimpin doa serta memimpin umat sementara waktu hingga terpilihnya khalifah baru.

  3. 3. Rafi Bin Khadij

    pemanah terbaik di zaman rasulullah
    pemanah terbaik di zaman Rasulullah Saw AI (dok. IDN Times/ Alvin Setiawan)

    Terakhir, ada Rafi bin Khadij yang juga merupakan sahabat Rasulullah SAW. Sejak usia remaja, Rafi sudah menunjukkan kecintaan yang luar biasa terhadap perjuangan Islam, di mana ia ikut serta dalam Perang Uhud di usianya yang baru menginjak 15 tahun setelah sebelumnya sempat ditolak pada Perang Badar karena usianya yang masih terlalu muda.

    Ia dikenal sebagai pejuang yang tangguh di medan laga berkat kepiawaiannya dalam memanah. Kegigihannya teruji saat ia meminta izin kepada Rasulullah SAW didampingi sang ayah. Rafi sambil berdiri berjinjit menunjukkan bidikan jitu yang membuat para sahabat berdecak kagum. Ditambah lagi, loyalitasnya begitu mengesankan ketika ia dengan penuh siasat menawarkan diri berulang kali untuk berjaga di tenda Rasulullah SAW sepanjang malam.

    Kedudukan dan kehormatannya sangat tinggi di sisi Rasulullah SAW, di mana ia tetap teguh memilih tawaran Rasulullah SAW untuk membiarkan mata panah tertancap di tubuhnya demi menggapai keutamaan syahid meskipun harus menahan sakit berkepanjangan. Ia terus berjuang di jalan Allah SWT baik di masa Rasulullah SAW hidup hingga wafat pada masa kekhalifahan Muawiyah.

    Itulah para pemanah terbaik di zaman Rasulullah SAW. Kehebatan mereka merupakan bukti nyata dari kecintaan yang mendalam dan pengorbanan tanpa batas demi kejayaan Islam. Semoga informasinya bermanfaat!

Share Article
Editorial Team