ilustrasi orang berdebat (pexels.com/Yan Krukau)
Banyak orang sering lupa esensi dari berpuasa. Selain menahan lapar, kita juga harus menahan hawa nafsu dan amarah. Faktanya, kalimat tersebut masih sulit dijalankan bagi sebagian orang. Banyak hal yang bisa memicu amarah. Mulai dari perihal pekerjaan, keuangan, tanggung jawab, dan hubungan. Hal itu bisa semakin buruk dalam kondisi perut yang lapar.
Padahal, salah satu tujuan utama puasa adalah disiplin emosional. Hindari menjadikan kondisi lapar saat puasa sebagai alasan kamu bersikap kasar. Ramadan adalah waktu untuk melatih kesabaran. Saat ada hal yang bisa memancing amarah, bernapaslah sejenak dan berpikir dengan tenang. Jangan biarkan emosi menguasai dirimu. Gak mau kan, ibadah puasa kamu batal karena gak bisa menahan emosi?
Ramadan seharusnya digunakan untuk refleksi diri dan mencoba menjadi versi terbaik dari diri kita. Dengan meninggalkan lima kebiasaan di atas, kamu bisa lebih fokus ibadah dan meraih keberkahan di bulan suci.