Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Larangan saat Khutbah Jumat yang Jarang Muslim Ketahui
Ilustrasi khutbah Jumat (pexels.com/Alena Darmel )
  • Jemaah Jumat dianjurkan menyimak khutbah dengan tenang; berbicara, termasuk menegur orang lain agar diam, disebut dapat menghilangkan pahala Jumat.

  • Memainkan ponsel dan aktivitas lain yang mengganggu kekhusyukan, seperti makan, minum, bercanda, atau menjawab salam, dilarang saat khatib berkhutbah.

  • Jemaah dilarang melangkahi pundak orang setelah khutbah dimulai, duduk memeluk lutut, serta tidur; saat mengantuk dianjurkan berpindah tempat duduk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Shalat Jumat merupakan kewajiban bagi setiap muslim laki-laki yang sudah baligh. Ketika mendengarkan khutbah Jumat, jamaah dianjurkan untuk menyimak dengan tenang dan khusyuk agar mendapatkan kesempurnaan pahala ibadah. Namun, masih ada beberapa larangan yang kerap dilanggar oleh sebagian jemaah tanpa disadari.

Berikut adalah 5 hal yang tidak boleh dilakukan saat khutbah Jumat yang muslim wajib tahu. Yuk, simak sampai habis!

1. Berbicara Saat Khatib Sedang Khutbah

ilustrasi ceramah (unsplash.com/Raka Dwi Wicaksana)

Mendengarkan khutbah Jumat bukanlah sekadar formalitas, melainkan kewajiban yang harus disimak dengan saksama dan penuh perhatian. Mengobrol dengan orang lain—bahkan sekadar menegur teman agar diam, ternyata bisa merusak ibadah dan menghapus pahala sholat Jumat. Hal ini dilandaskan pada sabda Rasulullah SAW yang berbunyi

"Barang siapa yang berbicara pada hari Jumat, padahal imam sedang berkhutbah, maka perumpamaannya sama dengan keledai yang memikul kitab-kitab yang tebal. Dan orang yang berkata kepadanya, 'Diamlah!' Maka tiada (pahala) Jumat baginya." (HR. Ahmad, Bukhari, & Muslim dari Ibnu Abbas)

Ingat, perkataan yang sia-sia tidak sepantasnya keluar dari lisan seorang muslim, terlebih di tengah pelaksanaan ibadah yang mulia ini. Nilai khutbah Jumat sendiri disetarakan dengan dua rakaat sholat. Jadi, ketika seseorang lalai dan enggan mendengarkannya, ia ibarat melalaikan dua rakaat shalatnya sendiri.

2. Bermain HP

Ilustrasi bermain hp (Pexels.com/William Fortunato)

Seiring perkembangan teknologi, memainkan handphone menjadi salah satu gangguan modern yang sering ditemui di dalam masjid saat khutbah berlangsung. Para ulama menegaskan bahwa segala hal yang dilarang ketika shalat juga haram dilakukan saat mendengarkan khutbah demi menjaga kekhusyukan. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi SAW yang berbunyi:

"Jika engkau berkata kepada temanmu pada hari Jumat, 'diam dan perhatikanlah', sedangkan imam sedang berkhutbah, maka engkau telah berbuat sia-sia." (HR. Al-Bukhari)

Para ulama mazhab serta para sahabat seperti Utsman bin Affan, Abdullah bin Umar, dan Ibnu Mas’ud sepakat bahwa wajib hukumnya mendengarkan khutbah Jumat. Imam Abu Hanifah bahkan menegaskan bahwa semua hal yang diharamkan ketika di dalam sholat seperti makan, minum, berbicara, bertasbih, menjawab salam, hingga bercanda juga haram dilakukan saat mendengarkan khutbah, terlebih lagi memainkan gawai atau ponsel.

3. Melangkahi Pundak Orang Lain

ilustrasi sholat jumat (freepik.com/rawpixel)

Larangan ini ditujukan bagi jemaah yang datang terlambat ke masjid dan mendapati shaf di depan masih menyisakan celah, lalu memaksa melangkahi pundak orang lain untuk mengisinya. Hal ini didukung dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

"Barangsiapa di hari Jumat melangkahi pundak orang lain, maka akan dibuatkan baginya jembatan ke Jahannam." (HR. Ibnu Majah dari Sahl bin Muadz bin Anas)

Tindakan melangkahi pundak atau melewati barisan orang lain ini hanya dilarang ketika khatib sudah naik ke atas mimbar untuk berkhutbah. Sebaliknya, jika dilakukan sebelum khatib naik mimbar saat jamaah baru datang dan masih ada celah longgar, maka hal tersebut dibolehkan.

4. Duduk Sambil Memeluk Lutut

Sholat Jumat di Masjid Balai Kota Otorita IKN (IDN Times/Ervan)

Posisi duduk ihtiba atau memeluk lutut saat imam sedang berkhutbah dilarang karena dapat memicu rasa mengantuk yang berat dan membuat jemaah kehilangan fokus. Hal ini diperkuat dengan hadits Nabi SAW yang berbunyi:

"Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang duduk memeluk lutut pada hari ketika imam sedang berkhutbah." (HR. Abu Daud & Tirmidzi dari Muadz bin Jabal)

Jika jamaah tertidur terlalu pulas akibat posisi ini, dikhawatirkan juga wudhunya jadi batal dan terhalangi sepenuhnya dari mendengarkan isi khutbah.

5. Tidur saat Khutbah Jumat

Ilustrasi khutbah Jumat. (Pexels.com/Alena Darmel)

Tertidur pulas saat khutbah berlangsung sangat tidak disukai dalam ajaran Islam karena menghilangkan esensi dari mendengarkan ceramah khatib. Larangan tidur ketika khutbah Jumat juga didasarkan hadits Nabi SAW yang berbunyi:

"Apabila kalian ngantuk pada hari Jumat, maka berpindahlah dari tempat duduknya." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani)

para sahabat Nabi sangat membenci orang yang tidur saat imam berkhutbah hingga mencela mereka dengan keras. Bahkan, orang yang tertidur saat khutbah diumpamakan seperti pasukan perang yang gagal (pulang tanpa membawa ghanimah atau kemenangan).

Untuk mengantisipasi dan mengatasi rasa kantuk datang selama khutbah, kamu bisa coba beberapa tips berikut:

  • Segera berpindah tempat duduk: Sesuai anjuran hadits, bergerak dan berpindah posisi dapat menghilangkan rasa kantuk dengan mudah karena adanya pergerakan fisik.

  • Mandi sebelum berangkat: Disunnahkan mandi terlebih dahulu untuk menyegarkan badan dan menghilangkan kepenatan.

  • Berusaha fokus penuh: Menghadapkan wajah dan pandangan lurus ke arah khatib, serta menghindari gerakan-gerakan sia-sia seperti memainkan ujung baju, mengelupas kuku, atau memainkan kunci yang dapat melalaikan diri dari isi khutbah.

Itulah kelima larangan saat khutbah Jumat yang sebaiknya kita patuhi bersama. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membantu kamu menyempurnakan ibadah Jumat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article