TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

6 Stereotip Maskulinitas Lelaki Ini Jangan Lagi Kamu Percaya!

Laki harus, tetapi jangan sampai segitunya kali!

pexels.com/brucemars

Lelaki memang diciptakan sebagai makhluk yang digambarkan sebagai sosok yang kuat, tangguh, dan pemberani di samping dianugerahi fisik yang kuat dan logika selayaknya manusia pada umumnya.

Karakteristik maskulinitas atau kejantanan lelaki ada banyak namun ada banyak sekali pemahaman salah soal kejantanan lelaki yang justru banyak dipercaya oleh kebanyakan orang sehingga mereka berpikir harus ini dan tidak boleh itu jika mau dibilang 'laki'.

Nah, supaya kamu tidak salah langkah lagi, inilah 6 stereotip maskulinitas lelaki yang seharusnya jangan lagi kamu percaya.

1. Lelaki sejati itu tidak boleh menangis

pexels.com/katjayne

Duh, ini sih gak banget! Lelaki juga manusia yang bisa merasakan kesedihan atau kekecewaan dan itu semua hanya bisa dilampiaskan dengan menangis. Kalau kamu masih menganggap bahwa jangan menangis kalau mau disebut ‘laki’, mendingan segera direvisi, tuh. Menangis bukan berarti kamu ‘cemen’ atau gak laki tetapi justru kamu dianggap berani mengekspresikan emosi terpendam di dalam dirimu.

Baca Juga: Sama Sekali Gak Benar, Ini 5 Stereotip Wanita Karier yang Harus Diubah

2. Harus mau merokok kalau mau dibilang ‘laki’

pexels.com/bilalyousufzai

Zaman sekarang masih berpikir kalau mau dianggap laki harus merokok? Sudah saatnya kamu jangan percaya lagi dengan pemikiran seperti itu. Terlebih lagi, sekarang banyak kaum adam yang mulai sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, termasuk di antaranya menjauhi kebiasaan merokok.

Sudah saatnya kamu jangan percaya lagi dengan anggapan kalau ‘merokok itu laki’ karena merokok tidak hanya membahayakan kesehatanmu dalam jangka pendek, tetapi juga dalam jangka panjang.

Bayangkan saja kalau kamu masih doyan merokok, penyakit seperti kanker paru-paru, tenggorokan, hingga penyakit kardiovaskuler bisa saja menghantuimu di usia muda dan juga kamu dianggap mengganggu orang-orang di sekitarmu. 

3. Lelaki sejati harus berani minum sampai mabuk

pexels.com/tembelabohle

Entah sejak zaman kapan, pemikiran yang menganggap minum-minuman keras sampai mabuk adalah ciri lelaki sejati mengakar tunggang dan masih berlaku di kalangan kaum adam. Padahal, kita semua sudah tahu bahaya mengonsumsi alkohol bagi seperti kerusakan hati, penyakit jantung, ginjal, sampai kanker. Bahkan, terlalu sering minum minuman keras bisa mengakibatkan depresi, emosi tidak stabil, dan kehilangan kesadaran.

Maka tak jarang, banyak kasus kecelakaan, kriminalitas, dan kekerasan banyak yang disebabkan oleh pengaruh alkohol. So, masih mau mabuk-mabukan baru dianggap jantan? Sudah gak zaman lagi, bro!

4. Lelaki harus lebih dominan daripada perempuan

pexels.com/rebrandcities

Pemikiran bahwa lelaki harus lebih dominan daripada perempuan sudah saatnya dibuang jauh-jauh di zaman yang sudah memasuki era 4.0 ini. Karena emansipasi perempuan sudah semakin maju dan perempuan memiliki peranan yang lebih besar dalam segala tatanan kehidupan.

Sudah saatnya kamu sebagai lelaki berpikir bahwa lelaki dan perempuan juga memiliki posisi yang sama dalam kehidupan, yang membedakan hanyalah intelektualitas dan kecerdasan individu.

5. Menganggap catcalling sebagai bentuk komunikasi yang lumrah

pexels.com/lum3ncom

Walah, ini sih keterlaluan banget! Menganggap catcalling sebagai hal yang lumrah bahkan terkesan 'laki' adalah pemikiran yang sudah jelas salah besar. Justru sebaliknya, tindakan bersiul, memanggil perempuan dengan konteks seksual alias catcalling merupakan perbuatan yang sudah menjurus ke arah pelecehan seksual.

Selain itu, tindakan seperti itu bukannya terlihat jantan malahan kamu dicap rendahan dan terkesan tidak menghargai perempuan.

Baca Juga: 5 Tindakan yang Bisa Kamu Ambil Saat Terkena Catcalling

Verified Writer

Wimantyo Resi H.

Hanya orang biasa yang ingin melihat dunia.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya