Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Andropause: Arti, Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

4 min read
Andropause: Arti, Gejala, Penyebab, dan Penanganannya
ilustrasi pria andropause (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)
  • Andropause adalah kumpulan gejala akibat penurunan testosteron bertahap, umumnya mulai usia 40–50 tahun; berbeda dari menopause, pria lanjut usia masih mungkin menghasilkan sperma.

  • Gejalanya meliputi libido dan fungsi ereksi menurun, lelah, lemak meningkat, massa otot berkurang, perubahan mood, gangguan tidur, kognitif, hingga kepadatan tulang menurun.

  • Gejala dapat dikelola lewat olahraga, pola makan sehat, tidur cukup, berhenti merokok, membatasi alkohol, mengelola stres, mengontrol penyakit penyerta, serta pemeriksaan dokter bila mengganggu aktivitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia tentu akan mengalami berbagai perubahan alami. Jika pada wanita dikenal istilah menopause, pada pria terdapat kondisi serupa yang disebut dengan andropause. Meski sama-sama berkaitan dengan perubahan hormon, proses dan dampak yang ditimbulkan memiliki karakteristiknya tersendiri.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai andropause mulai dari pengertian, gejala, hingga cara pencegahannya. Simak sampai habis, ya!

  1. 1. Pengertian Andropause

    apa itu andropause
    Ilustrasi pria berumur tiga putuh. (Pexels.com/Ramin Aghaei)

    Andropause atau yang juga sering disebut sebagai menopause pria adalah kumpulan gejala yang terjadi akibat penurunan kadar hormon testosteron pada pria seiring bertambahnya usia. Testosteron sendiri merupakan hormon seks utama pria yang berperan penting dalam pembentukan sperma, menjaga gairah seksual (libido), mempertahankan massa otot, serta mengatur karakteristik fisik lainnya.

    Kadar testosteron pada tubuh pria umumnya mulai mengalami penurunan secara bertahap sekitar 1% setiap tahunnya, yang biasanya mulai dirasakan ketika memasuki usia 40 atau 50 tahun. Berbeda dengan menopause pada wanita yang membuat organ reproduksi berhenti total dan mengakhiri masa subur, penurunan hormon pada pria terjadi secara bertahap dan tidak habis sepenuhnya, sehingga pria lanjut usia masih mungkin menghasilkan sel sperma. Hal ini merupakan kumpulan gejala yang dapat dicegah sejak dini namun perlu adanya penanganannya yang

  2. 2. Gejala Andropause

    apa itu andropause
    ilustrasi pria dengan disfungsi ereksi (pexels.com/Eren Li)

    Gejala andropause pada setiap pria bisa bervariasi dalam hal intensitas maupun periodenya. Beberapa tanda umum yang kerap dirasakan meliputi:

    • Penurunan gairah seksual (libido) serta kesulitan dalam mencapai atau mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi).
    • Peningkatan jumlah lemak tubuh (seperti perut buncit) dan penurunan massa otot.
    • Sering merasa lelah dan menurunnya tingkat energi.
    • Perubahan suasana hati (mood) yang tidak menentu, mudah cemas, sedih, atau tersinggung.
    • Penurunan fungsi kognitif seperti sulit berkonsentrasi dan menurunnya daya ingat.
    • Insomnia atau gangguan tidur.
    • Penurunan rasa percaya diri hingga risiko infertilitas.
    • Kondisi tulang yang mulai rapuh atau penurunan densitas tulang yang mengarah pada osteoporosis.

  3. 3. Penyebab Andropause

    apa itu andropause
    ilustrasi disfungsi ereksi (pexels.com/Deon Black)

    Penyebab utama dari andropause adalah berkurangnya kadar hormon testosteron di dalam tubuh atau yang juga dikenal dengan istilah hipogonadisme. Proses penuaan alami membuat kelenjar di otak mengirimkan lebih sedikit sinyal untuk merangsang produksi testosteron pada testis.

    Selain faktor usia, beberapa hal lain yang dapat memicu atau memperparah kondisi andropause meliputi:

    • Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
    • Kurang berolahraga dan memiliki pola makan yang buruk.
    • Memiliki riwayat penyakit metabolik, seperti obesitas, diabetes yang tidak terkontrol, serta hipertensi.
    • Stres atau depresi berkepanjangan.
    • Penggunaan obat-obatan tertentu secara rutin, seperti kortikosteroid atau antidepresan.

  4. 4. Komplikasi Andropause

    apa itu andropause
    ilustrasi disfungsi ereksi (freepik.com/freepik)

    Jika gejala andropause dibiarkan begitu saja tanpa penanganan atau pengelolaan yang tepat, kondisi ini berpotensi memicu sejumlah komplikasi yang memengaruhi kualitas hidup penderitanya:

    • Penurunan kualitas hidup secara menyeluruh akibat kelelahan kronis dan perubahan fisik.
    • Penurunan kualitas hubungan sosial dan seksual dengan pasangan.
    • Gangguan tidur yang semakin parah (insomnia).
    • Risiko mengalami stres berat hingga depresi berat.

  5. 5. Cara Mengatasi Andropause

    apa itu andropause
    ilustrasi seseorang sedang menerapkan gaya hidup sehat dengan berolahraga (pexels.com/Michelle Leman)

    Meski merupakan proses alami yang pasti terjadi seiring penuaan, gejala andropause dapat diringankan melalui perubahan gaya hidup sehat guna membantu menjaga keseimbangan hormon:

    • Berolahraga secara rutin: Latihan fisik seperti kardio dan latihan beban dapat membantu merangsang produksi hormon testosteron.
    • Menerapkan pola makan sehat: Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, kaya serat, serta rendah gula dan lemak jenuh.
    • Berhenti merokok dan batasi alkohol: Kebiasaan buruk ini dapat mengganggu sistem endokrin dan menurunkan kadar testosteron secara langsung.
    • Menjaga kualitas tidur: Memastikan waktu istirahat tercukupi sekitar 7–9 jam setiap malam untuk mendukung metabolisme tubuh.
    • Mengelola stres: Melakukan teknik relaksasi atau konsultasi psikis seperti terapi perilaku kognitif jika mengalami gejala depresi.

  6. 6. Pencegahan Andropause

    apa itu andropause
    ilustrasi cowo makan sehat (magnific.com/magnific)

    Karena penurunan hormon testosteron adalah bagian dari proses penuaan, kondisi ini tidak bisa sepenuhnya dihindari. Kendati demikian, kamu bisa mencegah agar gejala andropause tidak muncul terlalu dini atau memburuk dengan langkah-langkah berikut:

    • Menjaga berat badan ideal guna menghindari obesitas.
    • Rutin melakukan aktivitas fisik atau berolahraga minimal 30 menit setiap hari.
    • Menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
    • Mengontrol penyakit penyerta secara disiplin, seperti rutin meminum obat jika menderita diabetes atau hipertensi.
    • Melakukan pemeriksaan kesehatan berkala ke dokter jika mulai merasakan gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

    Itulah pembahasan lengkap mengenai andropause. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional jika gejala yang dirasakan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Semoga informasinya bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel