Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Buku Interaktif, Inovasi Ziyadbooks untuk Tingkatkan Minat Baca Anak
Ilustrasi buku interaktif dari Ziyadbooks (Dok. Ziyadbooks)
  • Ziyadbooks menghadirkan buku interaktif untuk menarik minat baca anak di tengah dominasi gawai, melalui tombol suara, pencarian gambar, permainan, dan pertanyaan.
  • Aktivitas multisensori membuat membaca terasa seperti bermain; kajian dan penelitian yang disebutkan menilai pop-up serta sound book dapat meningkatkan minat, keterlibatan, pelafalan, dan kosakata.
  • Selama lebih dari dua dekade, Ziyadbooks mengembangkan sound book dan buku interaktif berbasis ilustrasi, edukasi, audio, serta aktivitas belajar, sambil terus menyesuaikan inovasi dengan teknologi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Orang tua menghadapi tantangan besar dalam membuat anak-anak tetap tertarik pada buku, terutama ketika gawai menawarkan hiburan instan yang tak ada habisnya. Anak-anak saat ini tumbuh di tengah gempuran konten visual dan audio yang membuat mereka betah berlama-lama di depan layar. Akibatnya, buku dianggap “membosankan” karena tidak memberikan stimulasi yang sama.

Padahal, membaca adalah fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Buku menjadi sarana belajar pengetahuan sekaligus pengembangan imajinasi, empati, dan daya pikir kritis. Lalu, bagaimana cara membuat buku tetap menarik di tengah dominasi gawai? Let's check it out!

1. Buku interaktif menghadirkan elemen-elemen yang melibatkan anak secara aktif

Ilustrasi buku interaktif dari Ziyadbooks (Dok. Ziyadbooks)

Salah satu jawabannya adalah buku interaktif. Berbeda dengan buku konvensional, buku interaktif menghadirkan elemen-elemen yang melibatkan anak secara aktif, seperti tombol suara, aktivitas mencari gambar, permainan sederhana, hingga pertanyaan yang mengajak anak berpikir.

Rubiyanta, CEO Ziyadbooks, menjelaskan bahwa buku interaktif dirancang untuk menjawab perubahan perilaku anak di era digital.

“Kami melihat bahwa anak-anak saat ini lebih responsif terhadap stimulasi audio dan visual. Karena itu, buku interaktif kami hadirkan dengan elemen yang bisa disentuh. Jadi, anak merasa seperti sedang bermain sambil belajar,” ujar Rubiyanta dalam keterangan resminya.

2. Pengalaman membaca terasa seperti bermain

Ilustrasi buku interaktif dari Ziyadbooks (Dok. Ziyadbooks)

Aktivitas multisensori ini membuat pengalaman membaca terasa seperti bermain. Sebuah kajian literatur dari Universitas Negeri Malang juga menegaskan bahwa media pop-up book efektif dalam meningkatkan minat baca anak.

Selain itu, penelitian tentang sound book interaktif menunjukkan bahwa media ini mampu meningkatkan keterlibatan anak dalam proses belajar serta mendorong perkembangan kemampuan pelafalan dan pemahaman kosakata.

Rubiyanta menambahkan, meskipun teknologi menjadi daya tarik utama, esensi dari buku tetaplah cerita dan nilai-nilai yang disampaikan.

“Teknologi adalah pintu masuknya, tetapi yang membuat anak jatuh cinta adalah cerita dan nilai-nilai yang mereka dapatkan. Kurang lebih begitulah peran buku interaktif," jelasnya.

3. Konsistensi dalam menghadirkan inovasi di dunia buku anak

Ilustrasi buku interaktif dari Ziyadbooks (Dok. Ziyadbooks)

Selama lebih dari dua dekade, Ziyadbooks telah konsisten menghadirkan inovasi di dunia buku anak, termasuk koleksi sound book dan buku interaktif yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Produk-produk tersebut memadukan ilustrasi menarik, materi edukatif, teknologi audio, serta aktivitas yang mendorong anak belajar secara aktif dan menyenangkan.

Rubiyanta menuturkan bahwa ke depan, inovasi buku interaktif akan terus dikembangkan seiring dengan perkembangan teknologi.

“Buku dan teknologi bisa berjalan beriringan. Meski kebiasaan membaca anak senantiasa berubah, adalah tanggung jawab kami untuk menjamin anak-anak tetap mendapat dampak positif dari literasi,” katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article