Orang tua menghadapi tantangan besar dalam membuat anak-anak tetap tertarik pada buku, terutama ketika gawai menawarkan hiburan instan yang tak ada habisnya. Anak-anak saat ini tumbuh di tengah gempuran konten visual dan audio yang membuat mereka betah berlama-lama di depan layar. Akibatnya, buku dianggap “membosankan” karena tidak memberikan stimulasi yang sama.
Padahal, membaca adalah fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Buku menjadi sarana belajar pengetahuan sekaligus pengembangan imajinasi, empati, dan daya pikir kritis. Lalu, bagaimana cara membuat buku tetap menarik di tengah dominasi gawai? Let's check it out!
