Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Cara Memilih Busi Motor yang Tepat agar Pengapian Tetap Sempurna

5 Cara Memilih Busi Motor yang Tepat agar Pengapian Tetap Sempurna
ilustrasi busi (unsplash/shraga kopstein)
Intinya Sih
  • Busi motor berperan penting dalam proses pembakaran mesin, sehingga pemilihan yang salah bisa menyebabkan boros bensin, sulit dihidupkan, dan merusak komponen lain.
  • Lima panduan utama meliputi kesesuaian ukuran ulir, tingkat panas busi, material elektroda, keberadaan resistor, serta keaslian produk agar pengapian tetap optimal.
  • Pemilihan busi sesuai spesifikasi pabrikan membantu menjaga performa mesin tetap efisien, responsif, dan memperpanjang usia kendaraan secara keseluruhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Busi motor memiliki peran besar dalam menjaga kelancaran siklus pembakaran di dalam mesin. Komponen kecil ini memantik percikan api yang membakar campuran bahan bakar dan udara untuk menghasilkan tenaga. Pemilihan busi yang keliru bisa membuat motor sulit dihidupkan, boros bensin, bahkan merusak komponen mesin lainnya.

Banyak pemilik kendaraan membeli busi hanya berdasarkan harga murah tanpa memahami spesifikasi yang dibutuhkan. Padahal, setiap jenis motor memiliki karakteristik mesin yang berbeda dan memerlukan tipe busi khusus. Berikut lima panduan tepat dalam memilih busi motor agar sistem pengapian kendaraan kamu tetap bekerja secara optimal.

Table of Content

1. Sesuaikan ukuran diameter dan panjang ulir

1. Sesuaikan ukuran diameter dan panjang ulir

ilustrasi busi motor
ilustrasi busi motor (vecteezy.com/Popel Viacheslav)

Langkah awal yang paling mendasar yaitu memeriksa ukuran diameter dan panjang ulir busi. Setiap pabrikan motor merancang kepala silinder dengan kedalaman ulir yang sangat spesifik. Kamu bisa melihat kode atau mengukur langsung ulir busi lama sebagai acuan sebelum membeli yang baru.

Ulir yang terlalu pendek membuat posisi ujung busi berada terlalu dalam di rongga mesin, sehingga pembakaran menjadi tidak sempurna. Sebaliknya, ulir yang terlalu panjang bisa membentur piston dan menyebabkan kerusakan fatal pada komponen internal mesin. Pastikan panjang dan diameter ulir benar-benar pas dengan spesifikasi bawaan motor kamu, ya!

2. Perhatikan tingkat panas busi (heat range)

ilustrasi busi motor
ilustrasi busi motor (vecteezy.com/Roman Bulatov)

Busi motor terbagi menjadi dua jenis karakter berdasarkan kemampuannya menyebarkan panas, yaitu busi dingin dan busi panas. Angka kompresi mesin dan kapasitas silinder motor kamu menentukan jenis tingkat panas yang dibutuhkan. Informasi angka ini biasanya tertera dalam bentuk kode angka pada badan busi.

Motor matik atau motor bebek harian umumnya menggunakan busi panas yang lambat mengalirkan panas ke sistem pendingin. Sementara itu, motor sport atau motor dengan kompresi tinggi memerlukan busi dingin untuk mencegah gejala jamur atau mesin terlalu panas. Jangan sampai salah memilih angka kode ini agar mesin tidak mengalami gejala knocking.

3. Pilih material elektroda yang sesuai kebutuhan

ilustrasi busi motor
ilustrasi busi motor (vecteezy.com/tumzzzz)

Bahan pembuatan inti elektroda sangat memengaruhi ketahanan dan kualitas percikan api yang dihasilkan. Material standar yang banyak beredar di pasaran biasanya berbahan nikel karena harganya yang sangat terjangkau. Namun, busi nikel memiliki masa pakai yang cenderung lebih pendek dan memerlukan penggantian secara berkala.

Jika kamu menginginkan performa pengapian yang lebih stabil dan tahan lama, material platinum atau iridium bisa menjadi opsi. Bahan iridium memiliki titik leleh yang sangat tinggi dan ujung elektroda yang lebih lancip. Desain tersebut membuat fokus percikan api menjadi lebih tajam, sehingga proses pembakaran di dalam mesin menjadi jauh lebih efisien.

4. Periksa keberadaan resistor pada busi

ilustrasi busi motor
ilustrasi busi motor (vecteezy.com/blkstudio)

Busi modern biasanya dilengkapi dengan komponen resistor internal yang ditandai dengan huruf "R" pada kode badannya. Fungsi utama dari resistor ini adalah meredam gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh proses pengapian. Gelombang tersebut perlu diredam agar tidak mengganggu sistem kelistrikan motor lainnya.

Motor yang sudah menggunakan sistem injeksi (EFI) dan panel instrumen digital wajib menggunakan busi tipe resistor. Jika kamu memasang busi tanpa resistor pada motor injeksi, pembacaan sensor ECU bisa menjadi kacau dan merusak sistem digital. Periksa buku manual kendaraan kamu untuk memastikan apakah motor memerlukan tipe resistor atau non-resistor.

5. Pastikan keaslian produk dan hindari barang palsu

ilustrasi busi motor
ilustrasi busi motor (vecteezy.com/amnarj200650811)

Banyaknya produk tiruan yang beredar di pasaran menuntut kamu untuk lebih jeli saat membeli busi baru. Busi palsu umumnya memiliki kualitas material yang sangat rendah dan presisi pengerjaan yang buruk. Efek buruknya, ujung busi palsu bisa patah di dalam ruang bakar dan merusak dinding silinder mesin.

Kamu bisa membedakan busi asli melalui kerapian cetakan tulisan merek, nomor lot produksi, dan sambungan logamnya. Busi yang asli memiliki ring pencuci (washer) yang tidak mudah lepas dan ulir yang sangat rapi. Belilah komponen ini di jaringan bengkel resmi atau toko suku cadang tepercaya demi keamanan kendaraan kamu.

Memilih busi motor yang tepat menjadi penentu utama dalam menjaga performa mesin tetap responsif dan efisien. Melalui pemilihan komponen yang sesuai spesifikasi pabrikan, kamu tidak hanya menjaga kelancaran pengapian tetapi juga memperpanjang usia pakai kendaraan untuk perjalanan yang lebih aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan

Related Articles