Kegiatan POPSEA di festival Cherrypop 2026 (Dok. POPSEA)
POPSEA bukanlah pemain baru dalam industri daur ulang di Indonesia. Sebagai bagian dari inisiatif global Prevented Ocean Plastic yang berbasis di Inggris, perusahaan ini telah membangun jaringan fasilitas pengumpulan dan pemilahan plastik di 12 kota di seluruh Indonesia, mulai dari Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Serang, Sukabumi, Bantul, Semarang, Samarinda, hingga Makassar.
Dalam dua tahun terakhir, POPSEA telah berhasil mendaur ulang lebih dari 2 miliar botol plastik dan berkontribusi pada pengurangan lebih dari 297 juta kilogram emisi karbon. Material plastik yang terkumpul tidak hanya dikumpulkan saja, tetapi diolah menjadi bahan daur ulang berkualitas yang kemudian digunakan oleh berbagai merek global ternama.
Lantas, mengapa sebuah perusahaan daur ulang harus hadir di festival musik? Bukankah tempatnya di pabrik atau fasilitas daur ulang?
Daniel menjelaskan, festival musik yang digagas oleh Swasembada Kreasi ini adalah ruang yang tepat untuk menjangkau generasi muda, mereka yang akan mewarisi bumi beberapa dekade ke depan. Di sinilah edukasi tentang ekonomi sirkular dan tanggung jawab lingkungan bisa disampaikan dengan cara yang tidak menggurui, tetapi tetap membekas, sejalan dengan semangat kolaborasi dan kreasi yang diusung oleh Cherrypop.
"Masyarakat mungkin bertanya, sampah plastik ini apa sih, fungsinya kenapa, hasilnya nanti jadi apa. Ini yang mungkin masyarakat kita masih sangat kurang informasi. Karena itu, kami tidak hanya aktif di sektor industri, tetapi juga di ruang-ruang publik tempat anak muda berkumpul," kata Daniel.