Cherrypop 2026 x POPSEA: Ajak Anak Skena Musik Peduli Sampah Plastik

- Cherrypop 2026 di Prambanan menggandeng POPSEA untuk mengedukasi penonton festival tentang tanggung jawab bersama terhadap sampah botol plastik.
- POPSEA memanfaatkan festival musik sebagai ruang menjangkau generasi muda dengan edukasi ekonomi sirkular; jaringan mereka telah mendaur ulang lebih dari 2 miliar botol dalam dua tahun.
- POPSEA ingin memperluas kolaborasi keberlanjutan ke berbagai acara di Indonesia, sekaligus mengubah pandangan bahwa botol plastik bekas dapat menjadi bahan baku produk baru.
Ada sesuatu yang unik di tengah perhelatan festival musik Cherrypop 2026 lalu, yaitu adanya teman-teman dari Prevented Ocean Plastic Southeast Asia atau POPSEA yang hadir sebagai mitra untuk mengajak para anak skena musik peduli tentang sampah plastik yang mereka hasilkan, bahkan di tengah euforia menikmati musik favorit.
FYI guys, Cherrypop merupakan festival musik tahunan di Yogyakarta yang digagas oleh Swasembada Kreasi. Festival ini menjadi panggung bagi kreativitas subkultur anak muda. Tahun ini pelaksanaan diadakan pada tanggal 22–23 Agustus 2026 di Lapangan Nandhi, Kompleks Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta.
Table of Content
1. Sarana edukasi untuk penikmat festival musik bahwa sampah plastik adalah tanggung jawab bersama

Kegiatan POPSEA di festival Cherrypop 2026 (Dok. POPSEA) Festival musik seperti Cherrypop memang identik dengan kegembiraan. Namun, di balik itu, ada satu masalah besar yang kerap luput dari perhatian, yaitu tumpukan sampah botol plastik. POPSEA, perusahaan yang bergerak di bidang pengumpulan dan daur ulang plastik pascakonsumsi, hadir untuk mengubah kebiasaan itu menjadi kesadaran kolektif.
"Kami menyambut baik kolaborasi dengan Cherrypop 2026 dan berharap festival-festival musik lainnya juga memiliki mitra keberlanjutan seperti kami. Apalagi di festival seperti ini pasti banyak menimbulkan sampah botol plastik. Kehadiran kami menjadi sarana edukasi bahwa sampah plastik adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Daniel Lawrence Angelo, CEO POPSEA dalam keterangan resminya.
2. Cherrypop 2026 jadi ruang yang tepat untuk menjangkau generasi muda

Kegiatan POPSEA di festival Cherrypop 2026 (Dok. POPSEA) POPSEA bukanlah pemain baru dalam industri daur ulang di Indonesia. Sebagai bagian dari inisiatif global Prevented Ocean Plastic yang berbasis di Inggris, perusahaan ini telah membangun jaringan fasilitas pengumpulan dan pemilahan plastik di 12 kota di seluruh Indonesia, mulai dari Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Serang, Sukabumi, Bantul, Semarang, Samarinda, hingga Makassar.
Dalam dua tahun terakhir, POPSEA telah berhasil mendaur ulang lebih dari 2 miliar botol plastik dan berkontribusi pada pengurangan lebih dari 297 juta kilogram emisi karbon. Material plastik yang terkumpul tidak hanya dikumpulkan saja, tetapi diolah menjadi bahan daur ulang berkualitas yang kemudian digunakan oleh berbagai merek global ternama.
Lantas, mengapa sebuah perusahaan daur ulang harus hadir di festival musik? Bukankah tempatnya di pabrik atau fasilitas daur ulang?
Daniel menjelaskan, festival musik yang digagas oleh Swasembada Kreasi ini adalah ruang yang tepat untuk menjangkau generasi muda, mereka yang akan mewarisi bumi beberapa dekade ke depan. Di sinilah edukasi tentang ekonomi sirkular dan tanggung jawab lingkungan bisa disampaikan dengan cara yang tidak menggurui, tetapi tetap membekas, sejalan dengan semangat kolaborasi dan kreasi yang diusung oleh Cherrypop.
"Masyarakat mungkin bertanya, sampah plastik ini apa sih, fungsinya kenapa, hasilnya nanti jadi apa. Ini yang mungkin masyarakat kita masih sangat kurang informasi. Karena itu, kami tidak hanya aktif di sektor industri, tetapi juga di ruang-ruang publik tempat anak muda berkumpul," kata Daniel.
3. Berharap bisa menjangkau berbagai sektor dan acara lain di Indonesia

Kegiatan POPSEA di festival Cherrypop 2026 (Dok. POPSEA) Kolaborasi dengan Cherrypop 2026 hanyalah awal. POPSEA memiliki ambisi lebih besar untuk menjangkau berbagai sektor dan acara lain di Indonesia.
Dengan langkah ini, POPSEA tidak hanya ingin dikenal sebagai perusahaan daur ulang, tetapi juga sebagai penggerak perubahan budaya, mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah botol plastik dari sesuatu yang tidak berharga dan tidak berguna, bisa menjadi bahan baku yang berharga dan diubah menjadi produk baru. Dan, itu dimulai dari langkah kecil, seperti memilah sampah botol plastik setelah menikmati konser di Cherrypop 2026.
"Kami akan terus menjalin komunikasi dengan berbagai penyelenggara acara, tidak hanya festival musik, tetapi juga event-event lainnya. Kami ingin kolaborasi keberlanjutan seperti ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap kegiatan besar di Indonesia," ujar Daniel.














![[QUIZ] Cintanya Dia ke Kamu Seluas Samudra, Tak Terbatas!](https://image.idntimes.com/post/20250717/1000238472_f7d807a8-8bd5-4ca2-88da-ba69c95ea6d7.jpg)

![[QUIZ] Jodoh Kamu di Masa Mendatang Mungkin Ada di Kuis Ini, Cek!](https://image.idntimes.com/post/20260808/pexels-ayub-solikhin-654797305-17706249_384b1227-6755-4350-81e1-22a085abde01.jpg)
![[QUIZ] Inisial Nama Ini Sudah Jatuh Cinta Sama Kamu Sejak Pertama Kali Jumpa](https://image.idntimes.com/post/20260809/jonathan-borba-qt3lzgop7hc-unsplash_df910468-4c24-4dcd-bcb9-0d83fb0036f5.jpg)



