Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Daftar Muadzin di Masa Rasulullah SAW, Muslim Wajib Tahu!
ilustrasi adzan (unsplash.com/Masjid Pogung Dalangan)

  • Adzan diberlakukan pada tahun pertama Hijrah di Madinah setelah musyawarah dan mimpi Abdullah bin Zaid, dengan beberapa muadzin ditunjuk karena masjid-masjid berjauhan.

  • Bilal bin Rabah menjadi muadzin pertama dan bertugas di Masjid Nabawi; Ibnu Ummi Maktum, sahabat tunanetra, mengumandangkan adzan fajar serta pernah memimpin Madinah.

  • Abu Mahdzurah bertugas di Masjidil Haram, Sa'ad Al-Qarazh di Masjid Quba lalu Masjid Nabawi, sedangkan Ziyad bin Al-Harits juga pernah beradzan di hadapan Rasulullah SAW.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebagai seorang Muslim, tentu penting bagi kita untuk mengenal para muadzin di masa Rasulullah SAW. Adzan sendiri merupakan seruan suci yang menandai masuknya waktu salat fardhu. Syariat ini mulai diberlakukan pada tahun pertama Hijrah di Madinah, setelah musyawarah untuk menentukan cara memanggil umat Islam berjemaah, yang kemudian dikuatkan lewat mimpi sahabat Abdullah bin Zaid.

Karena saat itu umat Islam memiliki beberapa masjid yang letaknya berjauhan seperti Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Quba, Rasulullah SAW tidak hanya menunjuk satu orang, melainkan beberapa sahabat terpercaya untuk mengumandangkan adzan. Berikut adalah daftar para muadzin di masa Rasulullah SAW yang kamu harus tahu, mari simak!

1. Bilal bin Rabah

ilustrasi Masjid Nabawi (pexels.com/Wafud Al Haram)

Bilal bin Rabah adalah muadzin pertama dalam sejarah Islam. Ia dikenal sebagai golongan awal yang memeluk Islam dan harus menghadapi berbagai siksaan berat dari kaum Quraisy. Semasa hidup Nabi, ia bertugas mengumandangkan adzan di Masjid Nabawi.

Setelah Rasulullah SAW wafat, Bilal sempat enggan untuk terus mengumandangkan adzan karena rasa rindunya yang teramat dalam kepada sang Nabi. Kendati demikian, ia sempat sekali mengumandangkan adzan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab ketika para sahabat rindu mendengar suaranya.

2. Ibnu Ummi Maktum

ilustrasi unta (pexels.com/Jose Gill)

Memiliki nama asli Amr bin Qays bin Zaidah bin Al-Asham, beliau adalah seorang sahabat tunanetra yang termasuk golongan awal hijrah ke Madinah. Keutamaan Ibnu Ummi Maktum sangat erat kaitannya dengan waktu fajar.

Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: "Sungguh jika Bilal adzan di malam hari (adzan pertama di waktu fajar kadzib), maka makan dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum memanggil. Ia adalah buta, ia tidak akan memanggil sampai dikatakan kepadanya bahwa telah pagi-telah pagi."

Selain menjadi muadzin di Masjid Nabawi bersama Bilal, beliau juga pernah beberapa kali dipercaya Nabi untuk memimpin kota Madinah ketika Nabi SAW pergi berperang, dan akhirnya gugur sebagai syahid di Perang Qadisiyah.

3. Abu Mahdzurah

ilustrasi muazin (unsplash.com/Adismara Putri Pradiri)

Abu Mahdzurah (Aus bin Mughirah Al-Jumahi) adalah seorang pemuda Quraisy berusia 16 tahun yang memiliki suara yang sangat keras dan merdu. Kisahnya bermula ketika ia dan beberapa pemuda lain meniru-niru suara adzan Bilal dengan maksud mengejek.

Mendengar hal tersebut, Rasulullah SAW justru memanggilnya dengan penuh kasih sayang, mengusap dada serta ubun-ubunnya, dan mendoakannya. Seketika itu pula kebenciannya berubah menjadi keimanan yang mendalam.

Nabi SAW kemudian mengajarkannya lafaz adzan, dan ia menjadi orang pertama yang mengumandangkan adzan di Makkah setelah Nabi SAW meninggalkan kota tersebut. Ia terus mendedikasikan dirinya sebagai muadzin di Masjidil Haram hingga akhir hayatnya.

4. Sa'ad Al-Qarazh

ilustrasi azan (unsplash.com/Masjid Pogung Dalangan)

Sa'ad Al-Qarazh adalah mantan budak dari Ammar bin Yasir yang bertugas sebagai muadzin di Masjid Quba. Ia memiliki kisah inspiratif ketika mengadukan kesulitan ekonominya kepada Nabi SAW, yang kemudian disarankan untuk berdagang hingga akhirnya meraih kesuksesan.

Pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar, Sa'ad ditugaskan untuk mengumandangkan adzan di Masjid Nabawi karena Bilal memilih untuk tidak mengumandangkan adzan sepeninggal Rasulullah SAW. Tugas mulia ini kemudian dilanjutkan oleh keturunannya.

5. Ziyad bin Al-Harits Ash-Shudai

ilustrasi salat (magnific.com/rawpixel.com)

Ziyad juga tercatat sebagai salah satu sahabat yang pernah mengumandangkan adzan di hadapan Nabi Muhammad SAW. Keberadaan kelima muadzin ini turut diabadikan oleh Syaikh At-Tawudi bin Saudah dalam sebuah bait syair sejarah:

"Amr, Bilal, dan Abu Mahdzurah" "Saad, Ziyad, lima orang yang disebut" "Semuanya beradzan atas perintah baginda Rasulullah SAW" "Mereka mencapai derajat dan kemuliaan karena amalan tersebut"

Itulah daftar muadzin di masa Rasulullah SAW yang memiliki dedikasi, kesetiaan, dan ketulusan mereka bisa menjadi teladan berharga bagi kita semua. Semoga informasi ini bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article