Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dinda Ghania Rilis Bad Connection, Angkat Fase Denial dalam Hubungan

Dinda Ghania Rilis Bad Connection, Angkat Fase Denial dalam Hubungan
Foto profil Dinda Ghania (Dok. Dinda Ghania)
Intinya Sih
  • Dinda Ghania merilis single baru berjudul 'Bad Connection' bergenre modern pop, diproduseri Josh Cumbee dan ditulis bersama Gaston Pong, tersedia di seluruh platform digital.
  • Lagu ini mengangkat fase penyangkalan dalam hubungan asmara yang mulai retak, menyoroti pentingnya kejujuran dan komunikasi terbuka antar pasangan.
  • Dinda akan membawakan lagu barunya di Prambanan Jazz Festival 2026 dan Lalala Fest 2026 dengan format full band untuk menghadirkan pengalaman panggung yang lebih hidup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Penyanyi muda berbakat Dinda Ghania kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik Indonesia dengan melepas karya terbaru dalam bentuk single berjudul "Bad Connection". Single bergenre modern pop dengan sentuhan dance-pop dan teen pop ini sudah bisa didengarkan di di seluruh platform musik digital, bersamaan dengan peluncuran video klip resminya di kanal YouTube Dinda Ghania.

Single ini terasa istimewa karena diproduseri dan diciptakan oleh Josh Cumbee, produser dan komposer asal Amerika Serikat yang memiliki portofolio mentereng dalam memproduksi lagu untuk bintang dunia seperti Madonna, Olivia Rodrigo, Sabrina Carpenter, Rita Ora, TAEYEON, BoA, NCT, dan beberapa nama lainnya. Sedangkan untuk penulisan liriknya, Dinda Ghania mengerjakannya dengan songwriter asal Malaysia, Gaston Pong.

Table of Content

1. Mengangkat kisah seseorang yang berada dalam fase penyangkalan

1. Mengangkat kisah seseorang yang berada dalam fase penyangkalan

Secara tematik, ‘Bad Connection’ mengangkat kisah seseorang yang berada dalam fase penyangkalan (denial) ketika hubungan asmaranya mulai retak. Lagu ini menggambarkan situasi saat seseorang meyakinkan diri bahwa masalah yang terjadi hanyalah gangguan komunikasi sementara, padahal sang kekasih perlahan sudah menjauh secara emosional.

Pesan tersebut tertuang kuat dalam lirik tajam seperti "You pick up but never talk" dan "I call your name, I see your face but don't feel your affection".

"Pesan yang ingin aku sampaikan adalah pentingnya kejujuran dalam hubungan. Kalau memang ada masalah atau perasaan yang berubah, lebih baik dibicarakan secara terbuka daripada membiarkan seseorang terus bertanya-tanya dan menyalahkan keadaan," ujar Dinda Ghania dalam keterangan resminya.

2. Alasan di balik penggunaan lirik Bahasa Inggris

WhatsApp Image 2026-06-23 at 09.25.37.jpeg
Foto profil Dinda Ghania (Dok. Dinda Ghania)

Mengenai keputusan kembali menggunakan lirik berbahasa Inggris, Dinda menjelaskan bahwa hal tersebut menyesuaikan dengan kebutuhan cerita.

"Menurutku, bahasa adalah medium untuk bercerita, dan kadang ada istilah atau emosi yang terasa lebih natural kalau ditulis dalam bahasa Inggris. Kebetulan waktu menulis "Bad Connection", aku merasa cerita dan kata yang ada di dalam lagu ini bisa tersampaikan lebih kuat dalam bahasa Inggris. Jadi bukan karena aku lebih memilih satu bahasa dibanding bahasa lainnya, tetapi lebih menyesuaikan bahasa dengan cerita yang ingin aku sampaikan," ungkapnya.

3. Akan tampil di Prambanan Jazz dan Lalala Fest 2026

WhatsApp Image 2026-06-23 at 09.25.36.jpeg
Foto profil Dinda Ghania (Dok. Dinda Ghania)

Melengkapi momentum perilisan lagu baru ini, Dinda Ghania juga tampil dalam dua festival musik berskala internasional, yakni Prambanan Jazz Festival 2026 di Yogyakarta pada Juli mendatang serta Lalala Fest 2026 di Jakarta yang akan berlangsung pada Agustus 2026.

Dalam kedua kesempatan tersebut, Dinda Ghania akan tampil bersama format full band untuk menghadirkan pengalaman pertunjukan yang lebih matang, baik dari sisi vokal, musikalitas, maupun interaksi dengan penonton.

“Di PJF 2026 dan Lalala Fest 2026 nanti, menurutku lagu-laguku akan terasa lebih hidup ketika dibawakan bersama band karena ada chemistry dan feel yang berbeda dibandingkan menggunakan minus one,” ungkap Dinda Ghania.

Dinda Ghania dan session player-nya juga tengah menyiapkan sejumlah aransemen khusus agar penampilan di dua festival tersebut menjadi pengalaman yang lebih hidup, menyenangkan, sekaligus berkesan bagi para penonton.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan

Related Articles