Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Doa agar Orang yang Dicintai Membalas Perasaan Kita

5 min read
5 Doa agar Orang yang Dicintai Membalas Perasaan Kita
ilustrasi berdoa (pexels.com/Yassir Abbas)
  • Artikel menekankan bahwa cinta tidak bisa dipaksakan karena hati berada dalam kehendak Allah SWT; doa perlu disertai ikhtiar, niat baik, dan kesiapan menerima ketetapan-Nya.
  • Doa Nabi Musa dalam QS. Taha 25–28 dan Al-Qashash 24 dianjurkan untuk memohon kelapangan hati, kelancaran komunikasi, serta kebaikan dalam urusan hubungan dan jodoh.
  • Doa QS. Al-Furqan 74 dan Ibrahim 40 mengarahkan harapan pada pasangan, keluarga, serta ibadah; QS. Al-Baqarah 216 mengingatkan agar hasil cinta diserahkan kepada Allah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perasaan cinta kepada seseorang terkadang membuat hati dipenuhi harapan sekaligus kegelisahan. Ketika sosok yang disukai belum menunjukkan perasaan serupa, doa dapat menjadi salah satu cara untuk memohon ketenangan dan petunjuk kepada Allah SWT. Dalam Islam, manusia tidak dapat memaksa hati orang lain untuk mencintainya karena hati berada dalam kehendak Allah SWT.

Karena itu, doa sebaiknya disertai ikhtiar, niat yang baik, dan kesiapan menerima apa pun ketetapan-Nya. Ada sejumlah doa dari Al-Qur'an yang dapat diamalkan untuk memohon kemudahan dalam urusan, kebaikan dalam hubungan, hingga keluarga yang penuh keberkahan. Berikut lima doa agar orang yang kita cintai mencintai kita yang dapat kamu ketahui beserta sumber dan artinya.

  1. 1. Membaca doa Nabi Musa untuk melapangkan hati

    ilustrasi berdoa
    ilustrasi berdoa (pexels.com/Defrino Maasy)

    Ketika ingin menyampaikan perasaan kepada seseorang, rasa gugup dan khawatir terkadang membuat seseorang kesulitan berbicara. Dalam kondisi tersebut, doa Nabi Musa AS dalam QS. Taha ayat 25–28 dapat diamalkan untuk memohon kelapangan dada dan kemudahan dalam menyampaikan perkataan. Doa ini memang tidak secara khusus meminta seseorang agar mencintai kita, tetapi berisi permohonan agar urusan dan komunikasi diberikan kemudahan.

    QS. Taha ayat 25–28

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي ۝ وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي ۝ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي ۝ يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Artinya:

    “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”

    Doa tersebut dapat menjadi amalan ketika kamu ingin mengungkapkan perasaan dengan cara yang jujur dan baik. Selain meminta kemudahan berbicara, kamu juga dapat memohon agar komunikasi dengan orang yang dicintai berlangsung dengan penuh penghormatan. Dengan begitu, doa tidak dimaksudkan untuk memaksa perasaan seseorang, melainkan memohon agar proses yang kamu jalani diberikan jalan terbaik.

  2. 2. Memohon kebaikan dari Allah seperti doa Nabi Musa

    ilustrasi berdoa
    ilustrasi berdoa (pexels.com/Emre Ateşoğlu)

    Selain meminta kelancaran dalam berkomunikasi, kamu dapat memohon agar Allah SWT memberikan kebaikan dalam urusan jodoh dan kehidupan. Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah doa Nabi Musa AS yang tercantum dalam QS. Al-Qashash ayat 24. Ayat ini menggambarkan sikap seorang hamba yang menyadari bahwa dirinya sangat membutuhkan kebaikan dari Allah SWT.

    QS. Al-Qashash ayat 24

    رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

    Artinya:

    “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”

    Dalam konteks cinta, doa tersebut dapat diamalkan ketika kamu sedang berharap mendapatkan pasangan atau hubungan yang baik. Kamu dapat menyampaikan keinginan kepada Allah, tetapi tetap menyerahkan hasil akhirnya kepada-Nya. Jika orang yang kamu cintai memang membawa kebaikan, semoga Allah memberikan kemudahan untuk mendekatkan kalian melalui jalan yang diridai.

  3. 3. Memohon pasangan yang menjadi penyejuk hati

    ilustrasi berdoa
    ilustrasi berdoa (pexels.com/Firman Marek_Brew)

    Jika harapan terhadap seseorang sudah mengarah pada kehidupan rumah tangga, doa yang berkaitan dengan pasangan dan keluarga juga dapat diamalkan. Salah satunya adalah doa yang terdapat dalam QS. Al-Furqan ayat 74. Ayat ini berisi permohonan agar Allah SWT memberikan pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati.

    QS. Al-Furqan ayat 74

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

    Artinya:

    “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

    Doa ini tidak sekadar meminta seseorang menjadi pasangan, tetapi juga memohon kehidupan keluarga yang dapat memberikan ketenteraman. Kamu dapat mengamalkannya ketika berharap memiliki pasangan yang baik sekaligus kehidupan rumah tangga yang diberkahi. Dengan begitu, tujuan dari sebuah hubungan tidak hanya berlandaskan rasa cinta, tetapi juga ketakwaan dan tanggung jawab.

  4. 4. Memohon keluarga yang rajin beribadah

    ilustrasi berdoa
    ilustrasi berdoa (pexels.com/Yassir Abbas)

    Cinta yang berlanjut ke pernikahan membutuhkan fondasi yang lebih kuat daripada sekadar rasa suka. Salah satu hal yang dapat dimohonkan kepada Allah adalah kemampuan untuk tetap menjalankan ibadah bersama pasangan dan keturunan. Doa Nabi Ibrahim AS dalam QS. Ibrahim ayat 40 menjadi salah satu doa yang berkaitan dengan hal tersebut.

    QS. Ibrahim ayat 40

    رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

    Artinya:

    “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

    Doa tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar ketika kamu berharap hubungan yang dijalani kelak menjadi keluarga yang taat kepada Allah. Permohonannya tidak hanya berfokus pada mendapatkan orang yang dicintai, tetapi juga pada kualitas kehidupan setelah hubungan tersebut terjalin. Dengan demikian, rasa cinta dapat diarahkan menuju tujuan yang lebih luas, yaitu membangun keluarga yang memiliki nilai agama.

  5. 5. Menyerahkan hasil cinta kepada ketetapan Allah

    ilustrasi berdoa
    ilustrasi berdoa (pexels.com/RDNE Stock project)

    Ketika mencintai seseorang, manusia terkadang merasa yakin bahwa orang tersebut adalah pilihan terbaik untuknya. Padahal, manusia memiliki keterbatasan dalam mengetahui masa depan dan dampak dari setiap keputusan yang diambil. Karena itu, Al-Qur'an mengingatkan bahwa sesuatu yang sangat disukai belum tentu baik bagi seseorang, begitu pula sebaliknya.

    QS. Al-Baqarah ayat 216

    وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

    Artinya:

    “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

    Ayat ini dapat menjadi pengingat ketika kamu sedang mengamalkan doa agar orang yang kita cintai mencintai kita. Kamu boleh berharap agar perasaan tersebut berbalas, tetapi tetap perlu menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT. Sambil berdoa, lakukan ikhtiar dengan cara yang baik, hormati pilihan orang yang kamu cintai, dan percayakan hasil akhirnya kepada Allah.

    Doa dapat menjadi sarana untuk menyampaikan harapan sekaligus menenangkan hati ketika sedang menghadapi persoalan cinta. Namun, setiap doa sebaiknya disertai ikhtiar dan tidak digunakan untuk memaksakan perasaan seseorang. Pada akhirnya, memohon cinta yang membawa kebaikan dan menyerahkan hasilnya kepada Allah dapat membantu menjaga hati tetap tenang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team