Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Doa Menagih Utang supaya Dimudahkan dan Uang Kembali

7 Doa Menagih Utang supaya Dimudahkan dan Uang Kembali
ilustrasi utang (unsplash.com/Alexander Grey)
Intinya Sih
  • Artikel membahas pentingnya doa dan etika dalam menagih utang agar prosesnya berjalan tenang, penuh kesabaran, serta tetap menjaga hubungan baik antara pemberi dan penerima utang.
  • Disebutkan beberapa doa dan dzikir seperti memohon kemudahan bagi yang berutang, kesabaran bagi penagih, serta kelembutan hati agar urusan pelunasan dimudahkan oleh Allah SWT.
  • Islam menekankan adab saat menagih utang: gunakan bahasa sopan, hindari mempermalukan pihak lain, beri kelonggaran bila perlu, dan simpan bukti tertulis untuk menjaga keadilan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Menagih utang kadang terasa serba salah, apalagi jika dilakukan kepada teman, saudara, atau orang yang cukup dekat. Dalam situasi seperti ini, doa menagih utang bisa menjadi salah satu ikhtiar batin agar hati tetap tenang saat memperjuangkan hak.

Dalam Islam, utang bukan sekadar urusan uang, tetapi juga amanah yang perlu diselesaikan. Orang yang memberi utang berhak menagih, sementara orang yang berutang wajib melunasi jika sudah mampu.

Namun, menagih tetap perlu dilakukan dengan cara yang baik agar tidak berubah menjadi konflik. Selain berkomunikasi secara sopan, beberapa doa menagih utang berikut bisa diamalkan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar prosesnya dimudahkan.

Table of Content

1. Doa agar orang yang berutang dimudahkan melunasi

1. Doa agar orang yang berutang dimudahkan melunasi

seorang lelaki tua yang sedang berdoa di dalam masjid
ilustrasi doa (pexels.com/süleyman söğütdelen)

Salah satu doa yang bisa diamalkan ketika ingin menagih utang adalah doa yang berisi permohonan agar Allah memudahkan orang yang berutang untuk melunasi kewajibannya. Doa ini tidak hanya berfokus pada hak pemberi utang, tetapi juga memohon kebaikan bagi pihak yang memiliki tanggungan.

Allahumma lahzhotan min lahazhootikal kiram, tuyassiru ‘alaa ghuromaa-ii bihal qodhoo-a wa tuyassiru lii bihaa minhumul iqtidhoo-a, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya: “Ya Allah, dengan karunia-Mu, mudahkanlah orang-orang yang berutang kepadaku untuk melunasi, dan mudahkan pula bagiku untuk menagih dari mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Doa ini bisa dibaca setelah salat atau saat hati sedang gelisah karena utang belum juga dibayar. Dengan membacanya, seseorang diajak untuk tetap mengutamakan ketenangan, bukan kemarahan.

2. Doa memohon kesabaran saat menagih utang

Ilustrasi doa (unplash/Masjid Pogung Dalangan)
Ilustrasi doa (unplash/Masjid Pogung Dalangan)

Menagih utang membutuhkan kesabaran, terutama ketika orang yang berutang sulit dihubungi atau terus menunda pembayaran. Dalam kondisi seperti ini, doa dari Surah Al-Baqarah ayat 250 bisa diamalkan.

Rabbana afrigh ‘alaina sabra wa tsabbit aqdaamana.

Artinya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan kokohkanlah pendirian kami.”

Doa ini cocok dibaca ketika kamu mulai merasa kesal, kecewa, atau ingin menagih dengan nada yang keras. Sebab, dalam Islam, memperjuangkan hak tetap harus dilakukan dengan akhlak yang baik. Kesabaran bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi menjaga diri agar tidak melampaui batas.

3. Doa agar hati orang yang berutang tergerak

Seorang pria mengenakan pakaian putih sedang bersujud di atas sajadah bermotif di dalam ruangan dengan pencahayaan hangat.
ilustrasi doa menagih utang (pexels.com/michael burrows)

Selain meminta kemudahan untuk diri sendiri, kamu juga bisa berdoa agar Allah SWT melembutkan hati orang yang berutang. Sebab, ada kalanya seseorang sebenarnya mampu membayar, tetapi belum memiliki kesadaran untuk segera melunasi kewajibannya.

Allahumma laa taj‘al fiduyuuna ahadan min ‘ibadik illa hadaytahu wa yassartahu fi qadha’i dayni.

Artinya: “Ya Allah, jangan jadikan orang yang berutang kepadaku termasuk hamba-Mu, kecuali Engkau beri hidayah dan kemudahan untuk membayar utangnya.”

Doa ini bisa diamalkan sambil tetap melakukan ikhtiar lahir, seperti mengingatkan dengan pesan yang sopan atau menawarkan skema cicilan. Dengan begitu, proses menagih tidak hanya mengandalkan emosi, tetapi juga dibarengi harapan agar Allah membuka jalan terbaik.

4. Membaca dzikir As-Samii

As-Samii berarti Allah Maha Mendengar. Dzikir ini bisa menjadi penguat hati ketika keluhan soal utang terasa sulit disampaikan kepada siapa pun.

Membaca “Yaa Samii” dapat menjadi pengingat bahwa Allah mendengar setiap doa, keresahan, dan harapan hamba-Nya. Saat menagih utang terasa melelahkan, dzikir ini membantu seseorang tetap yakin bahwa tidak ada usaha baik yang luput dari perhatian Allah.

Dzikir ini bisa dibaca setelah salat atau pada waktu-waktu tenang. Bukan untuk memaksa keadaan secara instan, tetapi untuk menjaga hati agar tetap kuat saat menunggu hak kembali.

5. Membaca dzikir Al-Mu’izz

Al-Mu’izz berarti Allah Maha Memuliakan. Dzikir ini bisa diamalkan dengan harapan agar Allah menjaga kehormatan seseorang saat menagih haknya.

Dalam urusan utang, menjaga harga diri itu penting. Menagih terlalu keras bisa merusak hubungan, tetapi terlalu diam juga bisa membuat hak terabaikan. Karena itu, dzikir Al-Mu’izz dapat menjadi pengingat agar proses menagih tetap dilakukan dengan cara yang bermartabat.

Kamu bisa membacanya sambil memohon agar Allah memudahkan urusan tanpa harus mempermalukan siapa pun. Sebab, keberhasilan menagih utang bukan hanya soal uang kembali, tetapi juga bagaimana hubungan dan akhlak tetap terjaga.

6. Membaca Al-Fatihah sebelum menagih

ilustrasi pria sedang berdoa
ilustrasi doa menagih utang(pexels.com/Alena Darmel)

Sebelum menghubungi orang yang berutang, kamu bisa membaca Al-Fatihah terlebih dahulu. Bacaan ini dapat diniatkan agar Allah melancarkan komunikasi, melembutkan hati, dan menjauhkan proses penagihan dari konflik.

Setelah membaca Al-Fatihah, sampaikan pesan dengan kalimat yang jelas, sopan, dan tidak menyudutkan. Misalnya, “Aku mau mengingatkan soal pinjaman kemarin, kira-kira sudah bisa mulai dicicil kapan?”

Cara seperti ini lebih nyaman dibandingkan langsung menekan atau mempermalukan. Dalam Islam, adab tetap penting meskipun kamu sedang berada di pihak yang memiliki hak.

7. Doa memohon ampun agar urusan dimudahkan

Doa dari Surah Ali Imran ayat 16 juga bisa diamalkan ketika sedang menghadapi urusan yang berat, termasuk saat menagih utang.

Rabbanaa innanaa aamannaa faghfirlanaa dzunuubanaa.

Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami.”

Doa ini mengajarkan bahwa sebelum meminta urusan dimudahkan, seseorang juga perlu memperbanyak istigfar dan memohon ampun kepada Allah. Hati yang bersih akan lebih mudah bersabar, berpikir jernih, dan mengambil keputusan yang tepat.

Dengan begitu, proses menagih utang tidak hanya menjadi usaha mendapatkan kembali hak, tetapi juga momen untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

8. Etika menagih utang dalam Islam

Selain membaca doa menagih utang, Islam juga mengajarkan agar proses menagih dilakukan dengan cara yang santun. Gunakan bahasa yang baik, hindari ancaman, dan jangan mempermalukan orang yang berutang di depan umum.

Jika orang tersebut benar-benar sedang kesulitan, berikan kelonggaran waktu sesuai kemampuan. Namun, jika ia mampu tetapi sengaja menunda, kamu tetap boleh mengingatkan secara tegas selama tidak melanggar adab.

Agar masalah tidak berlarut-larut, bukti tertulis juga penting disimpan. Jika komunikasi pribadi tidak membuahkan hasil, melibatkan pihak ketiga yang netral bisa menjadi pilihan untuk mencari jalan tengah.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan

Related Articles