Ducks After Dark: Serius tentang Masa Depan, Playful dalam Prosesnya

- Good Duck menggelar acara ‘Ducks After Dark’ untuk menghadirkan ruang reflektif bagi peserta agar bisa berpikir jernih tentang diri sendiri melalui pengalaman interaktif dan playful.
- Metode LEGO SERIOUS PLAY digunakan sebagai medium berpikir, di mana peserta membangun model dari bricks untuk mengekspresikan pikiran tanpa nasihat atau instruksi langsung dari fasilitator.
- Good Duck menawarkan dua format sesi: Ducks After Dark secara offline dengan suasana komunal dan The Afternoon Room secara online, keduanya dirancang untuk membantu refleksi diri yang menyenangkan.
Jakarta, IDN Times - Sebagai bagian dari visi untuk menciptakan kultur berpikir, Good Duck menggelar kegiatan media experience bertajuk “Ducks After Dark” di SUBO FAMILY CIPETE beberapa waktu lalu. Melalui kegiatan ini, para jurnalis diajak untuk mengalami langsung bagaimana Good Duck menciptakan ruang reflektif bagi para peserta. Bukan dengan materi satu arah, melainkan melalui pengalaman yang memungkinkan setiap individu untuk hadir sepenuhnya, merefleksikan pertanyaan yang selama ini belum terjawab dan menemukan kejernihan dari dalam diri sendiri.
Founder Good Duck, Dyah Oetari, menjelaskan, Good Duck lahir dari keyakinan bahwa setiap orang memiliki pemikiran yang unik dan autentik. Namun, di tengah hiruk-pikuk suara orang lain, mereka sering kali kehilangan kesempatan untuk benar-benar berpikir tentang dan untuk diri mereka sendiri.
“Kami ingin menjadikan Good Duck sebagai tempat bagi setiap individu memiliki kesempatan untuk berhenti sejenak dan berpikir tentang dirinya sendiri, dengan cara yang playful. Good Duck bukan workshop. Tidak ada kesimpulan yang disiapkan, ataupun jawaban yang sudah ditentukan sebelumnya. Melainkan, kondisi untuk peserta menemukan jawabannya sendiri, yang terwujud lewat sesuatu yang konkret dan bisa dilihat secara fisik. Yakni, berpikir dengan tangan dan menggunakan bricks sebagai mediumnya,” jelas Dyah dalam keterangan resminya.
Table of Content
1. Menggunakan metode LEGO SERIOUS PLAY

Good Duck menggunakan metode LEGO SERIOUS PLAY, metode yang dikembangkan di IMD Business School, Swiss, bersama The LEGO Group untuk konteks korporat. Namun, di Good Duck, konteks yang digunakan bersifat personal, dengan narasi yang diutamakan adalah persimpangan pilihan dan keputusan dalam kehidupan sehari-hari setiap individu.
Selain itu, fasilitator Good Duck juga telah menjalani sertifikasi resmi dari The Association of Master Trainers in LEGO SERIOUS PLAY Method yang berpusat di Billund, Denmark. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa fasilitator benar-benar memahami mekanisme metodenya, bukan sekadar cara menggunakan bricks sebagai medium berpikir.
2. Perbedaan mendasar Good Duck

Perbedaan mendasar Good Duck dari pendekatan refleksi diri lainnya adalah absennya nasihat dan instruksi. Peserta menerima sebuah prompt reflektif, lalu menjawabnya dengan membangun model dari bricks set sebagai medium berpikir. Fasilitator berperan memancing peserta untuk menggali narasi dari model yang dibangun, bukan mengarahkan kesimpulan. Proses ini tidak terasa berat, tangan yang membangun model menjadi ekspresi pikiran yang sebelumnya tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Dari proses ini, isi pikiran yang mungkin belum terlihat jelas sebelumnya, muncul dalam bentuk yang bisa dilihat dan dipegang.
“Dari lebih dari lima tahun memfasilitasi peserta dari beragam latar belakang, satu hal yang selalu muncul adalah kesadaran tentang kehidupan mereka hari ini dan kemungkinan apa yang bisa dilakukan untuk menetapkan pilihan. Ada yang pulang dengan gambaran yang lebih jelas tentang langkah-langkah selanjutnya. Ada yang menyadari bahwa pemikirannya selama ini ternyata belum sepenuhnya tepat. Ada juga yang datang dengan rasa penasaran, dan pulang dengan sesuatu yang tidak mereka duga sebelumnya,” kata Dyah.
3. Hadir dalam 2 format sesi

Saat ini, Good Duck hadir dalam 2 format sesi. Ducks After Dark adalah sesi offline bulanan dengan slot peserta terbatas, dirancang untuk membuka perbincangan dalam konteks komunal. Setiap orang berada di satu meja dengan peserta lain, menjawab satu pertanyaan yang sama, ditemani bricks dan musik pengiring, lalu diakhiri dengan sesi makan malam bersama. Tidak ada yang mengajar atau mempresentasikan. Setiap orang masuk dengan pemikirannya masing-masing, dan pulang dengan insightnya masing-masing, dengan satu rasa yang sama:bahwa mereka tidak sendiri dalam proses ini.
The Afternoon Room adalah sesi online mingguan yang diadakan setiap Sabtu pukul 10.00-12.00 WIB via Google Meet, terbuka untuk peserta dari seluruh Indonesia dengan maksimal 12 peserta per sesi. Sebelum hari pelaksanaan, Good Duck mengirimkan set perangkat berupa brick kit dan kartu refleksi langsung ke alamat peserta.
4. Ruang untuk berpikir jernih tentang diri sendiri, dengan cara yang menyenangkan

Bagi peserta yang ingin merasakan pengalaman langsung di sesi Ducks After Dark, peserta dapat membayar biaya pendaftaran sebesar Rp980.000,00 per orang. Sementara, biaya pendaftaran The Afternoon Room sebesar Rp680.000,00 per orang. Pendaftaran dapat dilakukan melalui situs goodduck.id, minimal 1 (satu) minggu sebelum sesi dilaksanakan.
“Saya ingin Good Duck menjadi ruang untuk berpikir jernih tentang diri sendiri, dengan cara yang menyenangkan. Setelah mengikuti sesi ini, saya berharap peserta tahu apa yang mereka mau lakukan, karena persimpangan pilihan dan keputusan akan selalu muncul dalam setiap fase hidup kita,” kata Dyah.


















